Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 61



Menurut Jino, Arra adalah adik baginya. Jino merasa marah apabila ada yang sengaja membuat hatinya terluka. Apalagi sampai jiwanya terluka.


Bahkan Aris yang sebagai adik kandung Arra sendiri, tak pernah menghawatirkan keadaan Arra. Aris cuek dan lebih suka memikirkan dirinya sendiri.


"Raa, lu kenapa??, kok lu nangis siih??. Jawab Raa, lu kenapa, cerita dongg", ucap Jino menenangkan Arra yang masih terus menangis.


"Dennis Jin... Dennis..", tangis Arra semakin keras. "Kenapa sama Dennis Raa", Arra masih belum menjawab pertanyaan Jino dengan jelas.


"Yaudah gua ambilin minum dulu yahh. Biii..", teriak Jino memanggil ART di rumahnya. "Iya den Jino, ada apa memanggil saya?", jawab ART itu.


"Tolong ambilin minum yahh buat temen saya ini, teh anget ajah yahh", perintah Jino. ART itu pun langsung pergi ke dapur dan membuatnya.


Tak lama kemudian, ART itu membawa segelas teh hangat untuk Arra. "Makasih ya Bi", ucap Jino dengan senyum manis nya.


"Ada lagi yang bisa saya bantu Den Jino?", Jino menggelengkan kepalanya tanda tidak ada yang perlu dia lakukan lagi.


"Diminum dulu yahh teh anget nyaa", kata Jino sambil memberikan teh itu kepada Arra. Arra pun meminumnya.


Tangisnya sedikit reda. "Udah mendingan??, nahh sekarang lu cerita ke gua. Ada apa sama Dennis?", Jino mencoba menanyakan hal itu lagi.


"Dennis ilang Jin... Tadi gue ditanyain sama Tante Meina, katanya dari tadi pulang sekolah dia belom pulang ke rumah. Nahh pas gue nyari, nggak ketemu-ketemu jugaa. Akhirnya gue ke rumah lo", jawab Arra masih sesenggukan.


"Hahh ilang???, kok bisa ilang siih??. Ngilang ke mana dia??. Apa jangan-jangan dia diculik?", tanya Jino terkejut.


"Nggak tau Jin. Lo bisa nggak bantu gue nyari Dennis", pinta Arra dengan wajah kasihan. "Iyah iyah gua pasti nolongin lu kok, gua pasti bantu nyariin Dennis kok. Tapi masalahnya siapa yang nyulik dia??", Jino terus berpikir mencari ide cara dia agar bisa menemukan Dennis.


"Gua tau. Kita kerumah Nico", Jino langsung beranjak dari tempat duduknya. "Lu bawa mobil kan Ra?", Arra menganggukan kepala.


"Yaudah biar gua yang nyetir ajah oke", Jino langsung menarik tangan Arra menuju ke mobil. Arra menyerahkan kunci mobilnya ke Jino. Mereka pun pergi ke rumah Nico.


Pindah ke Dennis yang lagi disiksa....


Di sebuah rumah kosong yang letaknya cukup jauh dari kompleks Melati (kompleksnya Dennis dkk), disitulah tempatnya Dennis berada.


Badannya sudah dipenuhi dengan luka dan sayatan-sayatan yang cukup parah. Entah kenapa, Dennis untuk kali ini ia sangat pasrah dengan keadaannya.


Karena memang malam itu malam yang indah, banyak bintang-bintang, jadi sudah pasti banyak sekali hantu-hantu yang menampakkan diri.


"Hahahaha, Dennis..Dennis. Akhirnya gua bisa naklukin lu. Dan cuma gua yang bisa menaklukan sang Dennis Azmian Maulana", ucap Vian dengan tawa jahatnya.


Ternyata bukan hanya Dennis saja yang ada di ruangan menjijikkan itu. Namun, ada Dona juga. Bahkan Dona sudah dari hari kemarin ia disiksa di tempat itu.


"Dennis??", Dona menghampiri Dennis dengan sempoyongan. "Dona..", jawab Dennis yang sudah sangat Lemas.


"Ikat mereka berdua", perintah Vian kepada para suruhannya. Dona dan Dennis sudah tak punya tenaga lagi, mereka sudah tak bisa menahan para suruhan-suruhan Vian lagi.


Bahkan untuk berdiri saja, mereka berdua sudah tak bisa. Apalagi untuk melawan orang-orang suruhan Vian yang berotot besar.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMEN, DAN VOTENYA YAA...


I LOVE U ALL❤🍎


JANGAN BOSEN YAA SAMA CERITAKU❤😘😘


PANTENGIN TERUS "DENNIS ARRA" ❤