
"Iyaaah Bu, ada nggak. Ohh gini maksudnya, aku mau ngerjain temen, mau pura-pura jadi hantu gitu lho Bu, bukan aku kuntilanak asli hehehe", jelas Vionna kepada ibu-ibu penjual baju-baju long dress itu. "Ohh gitu yaah neng, yaudah kalo gitu ibu cariin dulu yaah... Nahh ini ketemu neng, silahkan", jawab Penjual itu.
Vionna: "Berapa ini Bu?".
Pedagang: "30 ribu ajah neng".
"25", ucap Vionna berusaha menawar. "Tapi Neng-". "25!, pliss Bu, yaudah gini ajah, besok aku kesini lagi bawa kurangannya. Gimana?, emm kalo ibu masih nggak percaya sama janji aku, nihh aku kasih nomer hp aku okee. Telfon ajah kalo ibu udah butuh uangnya okee", Vionna mencoba melunakkan hati si pedagang itu.
Ibu-ibu itu tak bisa berkutik apa-apa lagi. "Keliatannya siih kayak orang kaya, tapi belanja yang murah masih ajah ditawar", gumam penjual itu dengan mata yang tak berkedip sama sekali.
.
.
.
"Hahahaha, awas ajah kalian berdua, gue bakalan ngerjain kalian berdua!!. Siapa suruh pacaran di belakang gue!. Gue mulai dari mana dulu yaah", Vionna bersembunyi di balik semak-semak yang cukup tinggi.
Vionna tak tau kalau di dalam semak-semak itu ada rumah semut hitam yang cukup besar. "Duhh kok kaki gue gatel banget siih!!", gerutu Vionna sembari terus menggaruk-garuk kakinya yang sudah memerah. Vionna bersuara seperti kuntilanak.
"Suara apaan siih itu?, lu denger nggak Vi?", tanya Aris. "heuhhh!!, heh!!, nggak usah sok-sokan gangguin kita dehh!. Suara lo itu gak sama kek hantu!. Yang bisa niruin suara hantu itu cuma Amel!, dan Amel nggak mungkin gangguin kita!", bentak Viola ke arah semak-semak itu.
"Dia tau kalo itu gue kali yaa??. Ihh semut nya makin banyak lagi yang naik ke badan gue!, gue harus pergi dari sini!", gerutu Vionna dengan nada berbisik.
"Aaaaarrrghhhh!!!. Ada semuttt!!!", teriak Vionna masih memeluk Aris dengan begitu kencang. "Na..Na... Ada apaan siih", Aris mencopot pelukan Vionna dengan kasar. "Ada semut Ris!", jawab Vionna dengan wajah memelas.
"Bodoamat!!, mau ada semut kek, mau ada kecoa kek, bodoamat!!. Lagian lu ngapain ganggu kita berdua?, pake daster putih segala lagi!", bentak Aris terlihat begitu kesal. "Ya tapi kan-".
"Inget yaah Vionna, kita punya hidup sendiri-sendiri. Gua juga butuh pasangan. Dan lu, masih banyak cowok lain yang suka sama lu!. Kalo sekali lagi gua tau kalo lu ngikutin gua, ati-ati ajah", potong Aris dan kemudian pergi meninggalkan Viola dan Vionna.
"Nggak semua cowok luluh sama lo Na, gue juga pengen ngerasain kek begitu. Gue mohon yaah, tolong jauh-jauh dari Aris", ucap Viola membuat perasaan Vionna bertambah hancur.
Viola ikut pergi dan mengikuti Aris. Hati Vionna begitu sakit saat mendengar saudarinya sendiri yang mengatakan untuk menjauhi laki-laki yang selama ini ia dambakan.
"Lo bener-bener tega Vi!!. Liat ajah, gue bakalan bikin kehidupan lo hancur!!. Gue bakalan bikin semua orang ngejauhin lo!!. Liat apa yang bakalan diperbuat sama Vionna, tunggu ajah!", ucap Vionna setelah Viola dan Aris sudah tak terlihat. Vionna pergi dengan derai air mata.
Vionna bukan sakit hati atas perkataan Aris, melainkan kata-kata saudari kembarnya sendiri. Perempuan yang selalu ia sayangi, ia lindungi. Bahkan apapun akan ia berikan untuk saudarinya sendiri. Vionna benar-benar tak menyangka kalau Viola sampai mengatakan hal seperti itu.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH
I LOVE U ALL🍎❤🍎❤