
Kumpulan Dewan Penggalang di sekolah IJAS itu sudah selesai. Aris pulang lebih dahulu. Dennis sedang berjalan menuju tempat dimana Arra menungguinya. "Sepi banget ni jalanan. Biasanya mahh rame disini", gumam Dennis.
Dennis merasa seperti ada yang mengikutinya dari belakang. Ia berhenti sejenak membuang pikiran negatif itu. Dan memang benar ada yang mencoba memukul Dennis, namun pukulan itu ditangkis dan dibalas lagi oleh Dennis. "Kalian nggak usah gangguin gua napa!!. Gua itu udah ditungguin sama Arra!", bentak Dennis dengan kemarahan yang sudah sangat memuncak.
"Dennis, lu nggak usah sok jadi yang terbaik dehh buat Arra", ucap Vian yang tiba-tiba datang dan membuat suasana semakin memanas. "Vian!!", Dennis terlihat kaget dengan Vian yang tiba-tiba ada di tempat itu. "Lu jangan macem-macem sama Arra", ancam Dennis.
Dennis yang sedang berusaha untuk memukul Vian, tiba-tiba dari belakang ada yang memukul tengkuknya menggunakan kayu yang cukup besar sehingga membuat Dennis pingsan tak sadarkan diri. "Bawa dia ke markas!", perintah Vian kepada preman-preman suruhannya itu.
Di sisi lain, Arra sedang menunggu kedatangan Dennis. "Ihh Dennis mana siih!!. Udah jam segini masa dia nggak pulang-pulang siih!!, Jangan-jangan dia udah pulang lagi sama temen-temen nya. Yaudah dehh gue pulang sendiri ajah, dari pada gue disini tengak-tengok kek orang ilang", gerutu Arra sambil terus memutar-mutar jam tangannya yang indah.
Di Rumah Arra....
"Assalamu'alaikum Mah", ucap Aris sambil membuka pintu utama rumah besarnya. "Waalaikumsalam, ehh Aris udah pulang?", jawab Bu Erika yang sedang duduk di ruang tamu sambil membuka laptop nya. "Udah Mah. Ehh Arra mana Mah?, kok tumben dia kek nggak keliatan?", tanya Aris sambil meletakkan kunci motornya di lemari ruang tamu utama.
Tok..tok..tok... Seperti ada suara pintu yang di ketuk. "Ehh Arraa. Ya Ampun Mamah khawatir banget lho sama kamu", ucap Bu Erika. Namun, Arra terlihat lesu dan tak bertenaga. "Ra... Kamu kenapa sayangg??, kok lesu banget siih??", tanya Bu Erika sambil menuntun Arra untuk duduk di sofa besar itu.
"Arra sebel banget dehh Mah", ucap Arra penuh kekesalan. "Sebel kenapa??", tanya Bu Erika lembut. 'Masa Dennis kan tadi bilang sama Arra, kalo dia itu suruh di tungguin di pos ronda samping sekolah. Ehh Arra udah nunggin lama banget, tapi dia nggak keliatan-keliatan juga!!", ucap Arra dengan sangat penuh kekecewaan.
"Ehh tapi gua liat tadi keknya Dennis udah pulang dehh", jawab Aris. "Lahh tuh kannn!!!, Dennis duah pulang duluan, untung nggak terus-terusan nungguin dia. Kalo aku masih terus nungguin dia kayaknya, mau nyampe malem kali!!", jawab Arra geram.
"Yaudah lahh, nggak apa-apa. Mungkin Dennis itu lupa kali. Kan manusia itu tidak ada yang tidak kelupaan", ucap Bu Erika mendinginkan suasana. "Yaudah sekarang kalian berdua mandi dulu, abis itu kita makan bareng-bareng okee", tambah Bu Erika. Aris dan Arra pun berjalan menaiki tangga menuju ke kamar mereka masing-masing.
BERSAMBUNG....