Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 73.



Jalanan di Kota terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa mobil yang melewati jalanan di depan rumah sakit. Aris sampai di Rumah Sakit lebih cepat.


Aris langsung pergi menuju ke resepsionis untuk menanyakan dimana ruangan tempat Dennis dirawat.


"Emm mohon maaf Suster, Selamat malam, mohon waktunya sebentar", ucap Aris. "Iya selamat malam juga. Ada apa yahh??", tanya Suster itu.


"Emm pasien atas nama Dennis Azmian dimana yahh??".


"Sebentar yah Mas, saya cari dulu. Ohh ini Dennis Azmian ada di ruangan ICU nomor 15".


"Ohh ya terimakasih", Aris langsung berlari menuju ke ruangan ICU nomor 15 itu. Aris berhenti saat melihat teman-temannya dan saudari kembarnya sedang menangis di lantai.


"Ya ampun Arra", Aris langsung memeluk Arra. "Ris..", ucap Arra yang sudah tak bisa berkata-kata apa-apa lagi.


"Dennis kenapa??", tanya Aris mengarah ke Nico dan Jino. Nico dan Jino hanya saling bertatapan. "Jawab Dennis kenapa!!!!", bentak Aris dengan nada suara yang paling tinggi sehingga orang-orang yang ada di tempat itu pun ikut terkejut dengan bentakan Aris.


"Pasti ada hubungannya sama kalian berdua kann!!", ucap Aris sambil mendekati Meyka dan Dona. "Sumpah Riss, kita berdua kali ini nggak ngelakuin apa-apa", jawab Dona dengan nada ketakutan.


"Pasti ada sebabnya sama kalian kann!!!!!", Aris menarik rambut Dona dan Meyka. "Ampun Riss... Kita berdua nggak ngelakuin apa-apa sama Dennis ataupun sama Arra. Pliss tolong lepasin kita berdua", rintih Meyka kesakitan.


"Udah cukup Riss!!!", bentak Arra yang kini sudah mulai membuka suaranya. "Semua ini bukan salah mereka berdua!!. Tapi orang yang ada di balik tembok di ujung sana!!", ucap Arra yang diam-diam ternyata sudah melihat Vian dengan Rizal yang mengendap-endap mengikuti mereka semua ke rumah sakit.


Aris melihat ke arah yang ditunjuk oleh Arra. Aris berjalan perlahan untuk melihat siapa yang ada di balik tembok itu.


"Jangan Ris, bahaya kalo lu deketin mereka berdua!", ucap Nico menahan Aris. "Apaan siih, kalo kalian mau ikut ayokk!", jawab Aris melepaskan tangan Nico yang sedang menahannya untuk berjalan.


Nico dan Jino pun akhirnya ikut berjalan di belakang Aris (membuntuti).


"Gua rasa kayaknya mereka berdua mau ngedeketin kita berdua dehh Yan. Kita pergi yukk", ajak Rizal yang beru melihat mereka bertiga saja sudah takut.


"Apaan siih main tarik-tarik tangan gua!. Bentar dulu, mereka emang mau berjalan ke arah kita!", jawab Vian berbisik.


Saat Aris, Nico dan Jino hampir sampai di ujung tembok, tiba-tiba Pak Adjie memanggil Aris. "Ariss.. Kalian ngapain disitu?", tanya Pak Adjie yang baru sampai dari bandara.


"Papah pulang??", tanya Aris kaget. "Iyah", jawab Pak Adjie.


"Meina..", panggil Pak Hardi dan mereka pun langsung berpelukan dengan Bu Meina. "Mas Hardii", Bu Meina kembali menangis setelah melihat Pak Hardi sudah ada di depannya.


"Kita berdoa yahh, semoga anak kita nggak kenapa-kenapa yahh", ucap Pak Hardi menenangkan hati Bu Meina. "Ohh iyah Dina mana Ra?", tanya Pak Hardi.


"Dina tadi dijemput sama supir pribadi Dennis Om", jawab Arra sambil mendekat ke Pak Adjie, Papahnya yang paling ia sayangi.


.


.


.


.


.


.


.


***BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA BUAT LIKE NYA YAA❤🍎🎉


VOTE NYA JUGA JANGAN LUPA❤🍎🎉


I LOVE U ALL❤🍎🎉


OYAAHH MAAFIN AUTHOR YAA, KALO UPDATE NYA KELAMAAN😁MAAFIN JUGA KALO CERITA NYA TERLALU MEMBOSANKAN😁INGAT!! INI CERITA BUATAN AUTHOR SENDIRI. NO PLAGIAT ORANG LAIN!. DATANG DARI PIKIRAN SENDIRI OKEE***!!