
Sampai Di Rumah...
Dennis membuka pintu utama rumahnya, rumahnya terlihat kosong. Hanya beberapa ART di rumahnya yang berlalu lalang. "Aden kok pulang lebih awal?, ada apa?", tanya Bi Ajeng, ketua ART di rumah Dennis. "Iyah Bi, mau beres-beres sesuai perjanjian di sekolah IJAS, murid-muridnya harus pindah ke Asrama mulai hari ini", jawab Dennis begitu sopan. Ditambah dengan senyuman yang begitu manis, dan lesung di pipi kanannya menambah ketampanan di wajahnya.
"Anak bibi juga sekolah di SMP NEGERI 1 IJAS, katanya dia hari ini juga mau pindah ke Asrama juga", tambah Bi Ajeng. "Ohh yaa??, berarti bareng ntar sama Dennis. Ohh iyah Ngomong-ngomong Ayah sama Bunda dimana yaah Bi?", tanya Dennis. "Tuan sama Nyonya lagi di kamar, mau bibi panggilin?", jawab Bi Ajeng menawarkan jasanya.
"Nggak perlu Bi, biar ntar Dennis ajah yang nyamperin. Yaudah, Dennis mau ke atas dulu yaah", Dennis pun pergi menaiki tangga untuk menuju ke lantai 3, lantai pribadinya yang menyimpan segala barang-barang pribadi milik Dennis seorang.
.
.
.
Berpindah ke Rumah Dona...
Jarak rumah Dona dan sekolah cukup dekat. Pantas saja jika Dona sudah sampai di rumah dengan cepat, dan ia langsung mengemasi barang.
Pintu terbuka, terlihat Yoona masuk ke kamar Dona tanpa mengetuk dan mengucapkan salam. Sudah menjadi kebiasaan Yoona, masuk ke kamar orang lain tanpa menggunakan kesopanan. "Mamahh!!. Mamah ke kamar Dona sinii nihh, dia lagi ngapain", panggil Yoona berteriak.
"Dia mau ngapain siih manggil-manggil Mamah segala. Dia mau ngadu apa lagi siihh!!", batin Dona. Ia hanya bisa menghela nafasnya kasar. Sudah biasa Dona dijajah oleh saudarinya sendiri. Sejak kecil, Dona tak pernah diperhatikan oleh ibunya. Bahkan Kakaknya sendiri selalu mengadu-domba Dona dengan ibunya.
Bu Laura (Mamahnya Dona) masuk ke kamar Dona. Ia melihat Dona sedang mengemasi barang-barangnya, merasa begitu marah. "Ngapain kamu beresin semua baju-baju kamu?!!. Mau kemana kamu?!. Dona!!, jawab Mamah!!", bentak Bu Laura dengan nada yang begitu tinggi.
"Kenapa siih??, kenapa semua yang Dona lakuin selalu ajah salah menurut kalian berdua. Dona nggak pernah minta apapun dari Mamah, Dona nggak pernah ngelawan Mamah. Tapi Mamah masih ajah salah-salahin Dona. Kalian mau tau, kenapa Dona beresin semua baju-baju yang ada di kamar Dona?. Dona mau pindah ajah ke Asrama!. Dona muak Mah, Kak!. Bagi kalian itu Tiada hari tanpa marahin Dona. Kalian berdua anggep Dona apa?, pembantu?. Kenapa Mamah selalu pilih kasih sama Dona?, apa salah Dona Mah?", akhirnya Dona bisa meluapkan semua kekesalan yang selama ini ia pendam.
"Oohh jadi kamu udah berani yaah ngelawan Mamah?. Iyah silahkan ajah!, kamu pergi dari rumah ini!. Mamah juga muak lihat kamu ada di rumah ini!!", bukannya bersedih mendengar rintihan anaknya, Bu Laura justru malahan bertambah marah.
Plakkk... Bu Laura menampar pipi lembut Dona. "Oke!!, Dona bakalan pergi dari sini!, Dona nggak bakalan pernah mau pulang ke rumah lagi!. Lagian, Dona nggak pernah dianggep ada di rumah ini. Sebenernya Dona ini anak Mamah apa bukan siih??!!!", Dona masih bisa menjawab semua perkataan Bu Laura.
"Kamu mau tau, kamu sebenernya siapa?. Kamu itu anak angkat di rumah ini!. Ayah yang ngangkat kamu jadi anak di rumah ini!. Dan Mamah, nggak pernah setuju dengan adanya kamu di rumah ini!!", Dona begitu terkejut dengan pernyataan Bu Laura. Hatinya begitu sakit. Ia tak menyangka sebegitu kejamnya Bu Laura kepadanya.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH
MAMPIR JUGA KE:
- BETWEEN OUR LOVE AND PARENT'S REVENGE
- MARRIAGE WITHOUT LOVE
- RUMAH ANGKER
I LOVE U ALL🍎❤🍎❤