Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 85



Aris mengikuti Arra ke dapur. Ia duduk di meja dapur sambil memperhatikan Arra yang tengah sibuk dengan bahan-bahan yang ada di depannya.


"Raa", Arra hanya melirik Aris dan kembali melanjutkan pekerjaannya. "Kok Felling gua nggak enak yahh tentang Dennis?", ucap Aris.


"Nggak enak?, emang lo punya feeling apa?", tanya Arra pura-pura penasaran. Padahal sebenarnya Arra sudah tau semuanya, namun Arra tak tau tentang adanya suatu permasalahan antara keluarga Dennis dan Melitha.


"Feeling gua tuhh yahh, kayaknya Dennis bakalan ngelakuin sesuatu yang nggak enak diinget dehh. Ya itu siih cuma feeling gua doang, semoga siih itu nggak terjadi", jawab Aris menanggapi pertanyaan Arra.


Arra berhenti mengaduk masakannya. Dia ingat saat Dokter Melanie mengatakan segalanya tentang Dennis kepadanya.


FLASHBACK ON...


"Kamu jangan kaget yahh Raa. Kemungkinan besar yang dialami Dennis adalah lupa akan sifatnya yang begitu baik, dia akan berfikir seakan-akan semua orang jahat kepadanya. Dan hanya beberapa ajah yang ia anggap baik. Dennis nggak punya riwayat hilang ingatan atau "amnesia" tapi riwayatnya lebih ke hilang sifat baik, dan lupa siapa dirinya yang sebenarnya", ucap Dokter Melanie menjelaskan.


FLASHBACK OFF...


"Gue siih nggak yakin pasti yahh Ris sama omongannya dokter Melanie. Tapi keknya bener dehh", ucap Arra kembali berbicara. "Maksudnya?", Aris penasaran dengan ucapan Arra barusan.


"Ya kan Dokter Melanie tadi dia ngokong sama gue. Katanya dia nggak perlu terlalu deket sama Dennis. Cuman kita perlu liat ajah apa yang bakalan dia lakuin. Kalo kelakuan Dennis udah bener-bener salah, kita nggak perlu nasehatin dia, tapi kita benturin kepala dia ke tembok supaya dia itu inget lagi siapa kita, dan gimana watak aslinya dia. Supaya dia bisa balik lagi kek Dennis Azmian Maulana yang dulu gitu lho Riss", jelas Arra.


"Otak gua setengah ngelag nihh Raa, huhh. Berarti feeling gua bener dong tentang apa yang bakalan dia lakuin?. Soalnya yang gua liat itu keknya Dennis pergi ke hotel sama cewek, tapi anehnya cewek itu bukan lu Raa. Dan anehnya lagi, beberapa saat kemudian, lu dateng dan lu ngomong tuhh sama Dennis. Tapi tiba-tiba ada yang pukul sama dorong Dennis sampe Dennis itu kebentur ke tembok kepalanya. Dan akhirnya dia tuhh sembuh gitu. Tapi gua nggak yakin sama semuanya", jawab Aris menceritakan isi visual yang ia lihat. Aris dan Arra bisa dibilang anak yang indigo. Karena kesehariannya juga sangat sering melihat sosok-sosok hantu yang berkeliaran di rumah besarnya itu.


"Ohh iyahh gue lupa, gue mau nanya nihh sama lo. Lo tau nggak siapa Melitha?", tanya Arra penasaran siapa Melitha itu. "Kurang tau siih, tapi gue siih agak kek sering denger nama itu, katanya dia itu ketua mafia bar katanya", jawab Aris yang juga masih kurang tau.


"Ketua mafia Bar?, nahh kalo gitu kita tanya Luna ajah gimana?".


"Tumben ide lu lagi cemerlang Ra?".


"Iyah dongg, ntar abis kita makan seblak nya, abis itu kita ke barnya Luna gimana?", ajak Arra.


"Oke tuhh", mereka berdua menyepakati.


Mereka bertiga sesuai dengan janji akhirnya datang ke Bar milik Luna yang paling terkenal di Kota IJAS. Mereka bertiga langsung duduk di kursi yang sudah mereka pesan sebelumnya.


"Hai kalian... Kok tumben dateng nya cuma tigaan, yang satu mana?", tanya Luna menghampiri mereka bertiga. "Yang satu??, siapa emangnya?", tanya Vanno yang mulai penasaran.


"Aris... Ohh iyahh kalian mau angg*r atau mau b*r nya ajah?", tawar Luna. "Gua dua-duanya ajah lahh Lun. Biar enak hehehe", jawab Nico meledek Luna.


"Yaudah gue ambilin yahh", Luna pergi dengan senyum manisnya. Mereka memang sudah sangat sering pergi ke bar milik Luna. Entah untuk menghilangkan rasa stress atau untuk kesenangan.


.


.


.


.


.


***BERSAMBUNG...


WARNING⚠⚠🚧


APABILA ADA KATA ATAU KALIMAT YANG KURANG PAS, MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA☺


I LOVE U ALL❤🍎❤🍎***