
"Yaudah nihh cium", ucap Dennis tambah memajukan bibirnya. "Hahaha, gue bakalan terus godain lu Raa. Jangan sampe lu deket sama cowok lain!!", batin Dennis. Dennis memejamkan matanya, ia kembali memajukan bibirnya.
Arra yang sudah paham dengan pikiran Dennis, langsung pergi meninggalkan Dennis dengan gembira. Dennis membuka matanya. "Aihh, Raa??. Allahuakbar!!, lu ninggalin gua Ra!!. Awas yaah lu Raa!!", teriak Dennis sambil berlari mengejar Arra. "Kurang ajar lu Ra!. Ninggalin gua gitu ajah!", ucap Dennis kembali marah. Arra hanya tertawa melihat sikap Dennis yang lucu.
"Abisnya lo, hahaha. Pake maju-majuin bibir segala, kan gue jadi geli", jawab Arra sembari tersenyum geli. "Geli apa geli??. Bilang ajah lu kepengen ngecup bibir gua, tapi lu gengsi kan!", ucap Dennis meledek Arra. Pipi Arra memerah seperti tomat matang. "Raa, lu pake pemerah pipi?", tanya Dennis dengan wajah serius. Reflek, Arra langsung mengusap pipinya sendiri. "Hah??, nggak kok!!. Emang kenapa sama pipi gua?", tanya Arra panik.
"Nggak siih, cuman merah, kek pipi orang yang lagi jatuh cinta hahahaha", ledek Dennis. Arra langsung menunduk malu, pipinya kembali memerah. "Den..", panggil Jino yang tiba-tiba datang. "Lahh!!, dia ngapain siih!!", pikir Dennis. "Apa?", jawab Dennis kembali ke raut muka sebelumnya, yaitu sok cool. "Ehh ada Jino, yaudah gue duluan yaah. Daahh", pamit Arra dan langsung berlari bersama teman yang lainnya.
.
.
.
"Ada apa Jin?", tanya Dennis dingin. "Soal kemaren..". "Udah lahhh, nggak usah dipikirin, yang penting jangan diulangin lagi!. Jujur kemaren emang gua cemburu!, tapi yaah, gua tau gimana sifat seorang Aldzaky Fekhan Jino Aryansyah. Kan lu orangnya suka melindungi cewek, apapun situasinya, siapapun orangnya, dan dimanapun tempatnya. Dan, makasii yaah, udah ngebelain Arra. Buat selanjutnya, silahkan lu jaga nama baik Arra dari Vian sama Rizal, tapi inget!, jangan berlebihan!", potong Dennis sambil menepuk-nepuk bahu Jino.
"Makasii yaah Den, sekali lagi gua minta maaf. Sumpah kemaren gua khilaf!", ucap Jino kembali mengulangi kalimatnya. "Iyalaah udahh. Kek ama siapa ajah lu mahhh!!. Yaudah yukk!!, kita berangkat", ajak Dennis. Kini Dennis sudah kembali tersenyum.
.
.
.
"Ehh Raa, lo udah denger gosip belom?", tanya Viola dengan nada tak enak hati untuk mengucapkannya. "Gosip?, gosip apa??. Tentang apa nihh??", tanya Arra. "Janji yaah lo jangan marahh", ucap Amel.
"Iyaa ihh". "Ada desas-desus katanya lo sama Jino dikabarkan pacaran hari ini. Tapi siih yaa gue nggak percaya, apalagi yang bikin gosip tuhh si Vian!", jawab Lolita. Arra langsung terkejut mendengar berita yang diberitahukan oleh Lolita.
"Hahh??. Gue??, pacaran sama Jino?. Ohh noooo!!!, aniyoo!!!. Pacaran sama Dennis ajah belom, masa gue mau pacaran sama Jino siih!!. Siapa tadi yang nyebarin gosip nya?", tanya Arra tak menyangka. Ia menepuk dahinya. "Vian yang bikin gosip nya Raa", jawab Viola. "Vian?. Awas ajah yaah diaa!!!", ucap Arra mengepalkan tangannya.
"Vian yang nyebarin gosipnya?. Apa jangan-jangan karna omongan Jino kemaren yaah??, Aduhhh gawatt!!!. Gue harus ngomong sama Vian!!. Untung ajah temen-temen yang lain nggak percaya sama Vian!", pikir Arra.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH
I LOVE U ALL🍎❤🍎❤