
Pindah Lagi Yukkk...
Arra berjalan dengan penuh rasa emosi. Ia benar-benar kecewa kepada saudara kembarnya. Bukannya membuatnya tenang, ia justru malah membuat suasana bertambah kacau+buruk.
Dennis berlari mengejar Arra. "Raa... Tungguin ihhh", panggil Dennis. Arra berhenti berjalan dan menunggu Dennis. "Huh..Huh.. Lu jalan cepet banget dahh", ucap Dennis. "Denn".
"Hemm?, iyah kenapa Ra?".
"Gue minta maaf yaah soal yang tadi. Gue tuh tadi nggak bermaksud buat nyalahin lo kok. Gue tuh cuman-".
"Iyah gua paham Raa. Lu bermaksud buat nyindir Aris kan?. Udahlah Raa, lu nggak usah peduliin dia. Kan ada gua, yee kan. Nanti juga dia bakalan ngertiin lu. Nanti juga dia bakalan tau, gimana rasanya punya sodara kembar tuh enak banget. Gua ajah yang nggak punya, pengen tauu. Apalagi kek lu orangnya. Udah cantik, pinter, baik, rajin, ahh pokoknya idaman beudd dahh", jawab Dennis.
"Ahh lo mahh ahh. Ujung-ujungnya gomballl. Okee, sekarang tujuan gue adalah nyari formulir gue. Dimana yaaa", ucap Arra.
"Gue tau kok dimana kertas formulir pendaftaran lo", ucap Melitha yang tiba-tiba sudah berada di depan mereka. "Melitha?", ucap Dennis terkejut.
"Lo nggak usah ikut campur urusan gue yah Mel. Gue lagi nggak pengen punya urusan sama lo!", ujar Arra. "Gue juga nggak pengen nyari masalah sama lo kok!. Tapi asal lo tau ajah. Gue punya bukti, kalo temen lo sendiri yang ngumpetin formulir itu", ucap Melitha santai.
Arra dan Dennis saling bertatapan. "Kasih tau ke kita dimana formulirnya Arra", ucap Dennis dengan nada dinginnya.
"Lo pasti kepengen sesuatu kan dibalik semua ini, Melitha!!", ujar Arra. "Nggak kok. Gue mau apa-apa dari lo!", jawab Melitha. "Tapi gue cuma pengen lo Mati!!", dalam batin Melitha. "Cepet kasih tau sekarang, sebelum bel masuk bunyi", ucap Dennis.
Bel masuk pun berbunyi. Para siswa berlarian masuk segera ke kelas-kelas mereka. "Gue duluan yaah Raa", kata Kinnara sambil berlalu.
"Iya bener Raa, siapa tau ada di salah satu tas temen kita. Yuk kita cari", ajak Dennis sambil menarik tangan Arra dan berlari menuju ke kelas bersama.
.
.
.
Di Kelas...
Ketika Arra dan Dennis hendak masuk ke kelas mereka, tiba-tiba mereka berdua dihadang oleh Viola. "Minggir Vi. Minggir Viola!!", bentak Arra. Namun, Viola masih saja berada di pintu. "Formulir lo ilang yaa?, uhh kasiaann. Jadi nggak bisa sama Rifky lagi dehh, haahah. Udah deh yaah, lo mendingan nyerah ajah dehh sama gue. Lo tuh udah kalah dari gue, jadi jangan coba-coba nyari formulir itu lagi yaah. Karna udah ilang!, hahaha", ucap Viola, membuat Arra bertambah emosi.
"Apa jangan-jangan lu yang udah nyembunyiin formulirnya Arra?", tanya Dennis. "Gue?, hah?, ya nggak mungkin lahh. Ngapain juga gue nyembunyiin formulir dia. Nggak penting banget!", jawab Viola acuh.
Tiba-tiba dalam pikiran Arra, "Mungkin yang dibilang Melitha itu ada benernya. Kalo ternyata, Viola lah yang udah nyembunyiin formulir gue!", pikir Arra.
Arrra berjalan menuju ke bangku Viola. Dan mulai menggeledah tasnya. Ia mencari di seluruh bagian di dalam tas Viola. Dan ternyata memang benar. "Hoh!. Ternyata bener pikiran gue. Lo yang udah nyembunyiin formulir gue!!!", teriak Arra di hadapan Viola.
"Viola?", semua orang terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Viola kepada Arra.
BERSAMBUNG...