Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 91



Semuanya sudah beres, tinggal pergi saja, namun anehnya Bu Meina masih saja di duduk di depan kamar Dennis. Seakan-akan menunggu sesuatu. Seperti halnya, Arra juga menunggu Bu Meina berjalan keluar dari Rumah Sakit.


"Tante.. Tante itu lagi nungguin apaan siih sekarang?. Bukannya semuanya udah beres yahh??", tanya Arra penasaran dengan Bu Meina. "Tante lagi nungguin om Hardi Ra", jawab Bu Meina.


"Nungguin om Hardi?. Emang Om Hardi nya mau kesini?. Perasaan Dennis boleh pulang nya mendadak dehh", ucap Arra masih bingung dengan jawaban Bu Meina. "Ohh iya yahh, Tante juga belum nelfon dia hahahahahahahaha", jawab Bu Meina tertawa terbahak-bahak, padahal sama sekali tidak ada yang lucu.


"Iddih kek orang gila!", gerutu Dennis. "Yaudah kalo gitu Tante pulangnya bareng sama Arra ajah, kebetulan Arra bawa mobil nihh. Mau barengkan?", ajak Arra menawarkan jasanya. "Emang nggak apa-apa Raa??. Emang nggak ngerepotin?", tanya Bu Meina terlihat tak percaya lagi kepada tawaran jasa Arra.


"Ihh ya sama sekali nggak ngerepotin dong Tante. Apa siih yang ngga buat Tante Meina, nggak apa-apa kok Yokk", jawab Arra langsung menggandeng tangan Bu Meina yang lembut itu. "Iddiihhh lu ajah kali gua nggak!!. Pansoss!!", ucap Dennis yang terus-menerus mencibir Arra.


"Iddiih siapa juga yang ngajak lo!. Gue mahh ngajaknya Tante Meina, bukan Dennis Maulana. Apaan siihh!!. Lo mahh mau tinggal disini ke, di tempat pembuangan sampah ke, ataupun ke rumah sakit jiwa pun, gue nggak peduli!. Paham!!", tegas Arra kepada Dennis.


Bu Meina menahan tawanya mendengar perkataan Arra yang kini sudah mulai tegas terhadap Dennis. "Ihh kok Bunda ketawa siih!!. Katanya aku anak Bunda, tapi malahan ngetawain bukannya belain juga😒", ucap Dennis seraya mengerucutkan bibirnya.


"Nggak kok, yaudah kalo mau pulang ayokk. Tante udah siap kok", jawab Bu Meina mengalihkan pembicaraannya dengan Dennis. Dennis bertambah kesal dengan sikap Bu Meina yang sama sekali tak menghiraukannya.


Bu Meina dan Arra sudah berjalan beberapa langkah seraya saling ngobrol, namun mereka tak mengira kalau ternyata Dennis masih di depan ruangan bekas kamar inapnya.


"Ihh mereka berdua bener-bener nggak mau ngajakin gua nihh??, bener-bener mau nyuekin gua nihh??!!. Ohh okee, gua bakalan bikin perhitungan sama lu Ra!", gerutu Dennis mengejar Bu Meina dan Arra yang sudah setengah jauh.


"Hemmmm. Gengsi lahh Tantee.. Biasalahhh", kata Arra diikuti tawaan dari Bu Meina yang juga turut membuat emosi Dennis memuncak. "Iiiihhhhh!!!!, kalian berdua bisa nggak siih bikin gua nggak emosi teruss!!", ucap Dennis akhirnya meluapkan semua emosinya.


Sejenak Bu Meina dan Arra saling pandang. Kemudian tertawa kembali. "Nihh mereka berdua belom tau yaah siapa gua!!, oohh okeee. Gua kasih pelajaraann ajah nihh anak!!", pikir Dennis dengan senyuman sadis di sudut bibirnya.


Tiba-tiba.... Auwwww.... Dennis menjambak rambut Arra dengan sangat keras. Hingga beberapa helai rambut Arra ikut ketarik ke tangan Dennis. Arra menjerit kesakitan, untungnya Bu Meina dengan sigap langsung melepaskan tarikan tangan Dennis yang super duper kenceng tuhh.


"Iihhh kurang ajar bett!!!. Aduhhh.... Rambut cantik gue jadi rusak kannn!!!, Mahal tau nihh rambut!!", teriak Arra sembari memukuli dada Dennis yang bidang itu.


"Abisnya lu tu harusnya bersyukur!, nggak gua gundulin!!", ujar Dennis menantang maut. Arra membalaskan amarahnya ke Dennis, ia juga menarik rambut Dennis yang sudah hampir 2 hari tak ia cuci.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE JUGA YAA


DUKUNG TERUS AUTHOR YAA


I LOVE U ALL❤🍎❤🍎