
Tak lama dokter pun keluar dari ruangan Arra. "Dok, gimana keadaan Arra dok?, Arra baik-baik aja kann?", tanya Dennis. "Karena luka yang cukup parah, Nona Arra harus segera di Operasi. Sekarang Nona Arra belum boleh di jenguk, karena keadaan masih kritis", jelas Dokter.
"Baik dokter", jawab Bu Erika. Arra pun dibawa keluar oleh para perawat menuju ke ruang operasi. "Raa, kamu harus kuat yah. Aku akan selalu ada buat kamu", semangat dari Dennis untuk Arra
Karena sudah memasuki waktu Maghrib, Dennis masuk ke mushola yang ada di rumah sakit itu.
"Ya, Allah. Tolong sembuhkanlah Arra ya Allah. Hamba tidak ingin kehilangan dia ya Allah. Lancarkanlah operasinya ya Allah. Dan luluhkanlah hati Tante Erika ya Allah, agar dia bisa mengertikan ku ya Allah, Aamiin ya robbal alamiin", doa Dennis kepada yang maha Kuasa.
Ternyata Bu Meina tak sengaja mendengar doa Dennis. Dia terenyuh, dan langsung memeluk anaknya itu.
"Dennis, kamu yang sabar yah. Semua pasti akan kembali normal kok. Dan Tante Erika pasti akan maafin kamu kok, kamu yang sabar yah", ucap Bu Meina menenangkan putranya.
Aris sedang mengabari kakak perempuannya yang sedang berkuliah di Jerman.
Dalam telfon.
"Hallo Assalamu'alaikum kak, kakak apa kabar?", tanya Aris basa-basi dulu.
"Iya Waalaikumsalam Ris, Alhamdulillah baik, kamu gimana kabarnya?", jawab Kak Gita.
"Kalo aku siih nggak papa, ini kenapa kakak aku telfon karena, Arra tadi sore itu ketabrak mobil. Kakak jangan syok yaa", ucap Aris.
"Hah, kenapa?, Astagfirullah kok bisa siih. Sekarang kalian ada di mana?", Kak Gita tanya balik.
"Sekarang Arra ada di rumah sakit xxx kak, Kata Mamah sama Papah, kakak disuruh buat pulang dan nemenin Arra dirumah sakit", ucap Aris.
"Ooh iya iyah, InsyaAllah besok kakak langsung pulang deh yaa", jawab Kak Gita.
"Yaudah kalo gitu ati-ati yah Kak, Assalamu'alaikum", pamit Aris.
"Iyah, Waalaikumsalam", balas Kak Gita.
Aris pun menutup telfonnya, dan kembali duduk bersama Dennis.
Setelah 1,5 jam, lampu di operasi pun mati. Itu menandakan bahwa operasi sudah selesai. Semuanya bangkit dari kursi tunggu, dan menunggu dokter keluar dari ruang operasi.
Dokter keluar dan langsung menjabarkan semuanya. "Syukurlah operasi berjalan dengan lancar. Dan Pasien juga sudah melewati masa kritis. Dan tadi pasien sempat mengalami koma", jelas Dokter.
Arra dipindahkan ke ruangan rawat inap terlebih dahulu. Yang masuk ke ruangan Arra yaitu, Bu Erika, Pak Adjie dan Aris.
Terlihat tangan Arra bergerak perlahan. Dan mata Arra perlahan mulai membuka. "A..a...aku di...mana?", tanya Arra mulai sadar.
"Kamu ada di Rumah Sakit sayang", jawab Bu Erika dengan lembut. "Lhoo, kok ada Mamah siih?", tanya Arra lagi.
"Iya nak, tadi sore kamu kecelakaan di penyeberangan nakk", jawab Pak Adjie. "Dennis mana Mah?", tanya Arra. "Dennis ada diluar Ra, mau Mamah panggilin?", tawar Bu Erika.
Bu Erika seperti sudah tidak marah. "Dennis, kamu dipanggil sama Arra. Ayo masuk", ajak Bu Erika. "Iyah Tante", jawab Dennis.
"Dennis", panggil Arra. "Arra, akhirnya lu sadar juga Ra. Gua khawatir banget lho sama lu Raa", ucap Dennis yang tak terasa sedang memeluk Arra.
Bu Erika dan Bu Meina yang menyaksikan hak itu pun tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf banyak typo😁
Besok lagi ya Gengs😉
Jangan lupa buat Vote, like dan komen yaa😜