
Di Sekolah...
Pukul satu siang, sekolah SMP NEGERI 01 IJAS terlihat sudah ramai kembali oleh siswa-siswi, guru-guru, dan para orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah.
Begitu juga dengan Viola dan Vionna. Mereka berdua diantar oleh Ayah dan Ibu mereka yang menyempatkan waktunya demi mengantar anak-anaknya. "Aduhh inces-incesnya Mimih udah gede yaah. Udah harus mandiri, harus pinter jaga diri sendiri-sendiri yaah", ucap Bu Clara (mimihnya Viola, Vionna).
"Inces, inces. Dia doang kali Mih, Ona mahh nggak!. Ona mahh bukan incesnya Mimih", ucap Vionna dengan wajah kesalnya. "Ya nggak dong Onaa. Ona sama Ola itu princess nya Mimih, nggak ada yang Mimih beda-bedain dongg", tegur Bu Clara.
"Denger tuhh Na, lo nggak pernah dibeda-bedain kaan", ucap Viola. Namun, tetap saja Vionna masih begitu marah dengan sikap Viola kepadanya kemarin.
"Yaudah kalo gitu, ayo kalian harus kumpul sama temen-temen kalian tuhh", Viola dan Vionna pun berpamitan dengan Mimih dan Pipihnya.
Berbeda dengan Dona, ia berangkat sendiri dan hanya ditemani asisten pribadinya. Apalagi kakaknya, bahkan ibunya saja tak mau menemani Dona. Dan sampai sekarang, yang selalu menjadi teka-teki di pikiran Dona adalah, dimana ayahnya berada sekarang?.
"Non Dona beneran nggak mau saya panggilin Bu Laura atau Mba Yoona?", tanya asisten pribadi Dona terlihat khawatir. "Udah nggak usah, takut ngerepotin Mas. Lagian juga misalnya Mas mau manggilin Mamah sama Kak Yoona, mereka yang nantinya nggak bakalan mau nganterin Dona pindahan. Ohh iyah, tolong sampein salam yaah buat Bi Prita, soalnya tadi nggak sempet buat pamit", jawab Dona tetap mencoba menutupi semuanya yang ia rasakan.
"Oke siap Non Dona. Ehh tunggu dulu, itu pipi Non Dona kok merah siih?. Non Dona nggak kenapa-kenapa kaan?", tanyanya lagi. Dona mengusap pipi kanannya yang merah. "Nggak kenapa-kenapa kok, udah kalo gitu aku mau sama temen-temen dulu yaah", pamit Dona.
"Iyah Non, Hati-hati yaah (teriak)... Aneh banget, pipi merah kok jawabnya nggak kenapa-kenapa, Kira-kira sii non kenapa yaah??", gerutu Asisten pribadi Dona, kemudian ia memutarkan mobilnya dan pergi dari sekolah SMP Negeri 01 IJAS.
Evan melihat Dona datang terlihat antusias. Ia langsung menghampiri Dona. Namun, Evan langsung terfokuskan ke pipi kanan Dona yang makin memerah. Evan meraba pipi Dona. Namun, Dona langsung melepaskan tangan Evan yang sedang memegang pipinya.
"Pipi lu kenapa Don?", tanya Evan penasaran. Dona terdiam membisu. Ia tak ingin memberitahukan apapun yang terjadi ke Evan. "Nggak ada apa-apa kok Van. Tadi gue lagi beresin make up, terus nggak sengaja kegiur buat nyoba pake blush on, tapii.. Gue mungkin makenya terlalu tebel kali yaah. Yaudah gue mau ngumpul sama temen-temen dulu", jawab Dona datar. Ia langsung saja pergi meninggalkan Evan yang bahkan belum selesai menyapanya.
Dengan sigap, Evan langsung menghentikan langkah Dona dengan menarik tangan Dona pelan. "Cewek pake blush on nggak mungkin bisa ketebelan, apalagi cewek kek lu. Lu itu orang yang paling pinter pake make up, udah pasti nggak akan ada kata salah buat orang kek lu dalam hal memakai make up. Jadi jangan coba-coba buat boongin gua!. Gua tau, lu disiksa lagi kaan sama Bu Laura!", ucap Evan membuat Dona berhenti berjalan.
"Gue nggak bisa jelasin semuanya sekarang Van. Udahlahh gue buru-buru!", dengan kasarnya Dona melepaskan genggaman Evan dan pergi begitu saja. "Gua akan cari tau Don!. Jangan salah, lu lagi berhadapan sama siapa!. Gua akan korek terus apa pun yang terjadi sama lu!", batin Evan.
"Ayoo anak-anak!!. Semuanya kumpull!!. Kita harus segera berangkat!, Go-Go-Go!!", seru Mr. Nando (Guru olahraga SMP NEGERI 01 IJAS yang paling gaollll!!. Dia ini lagi deket sama Bu Dian, alias guru walikelas kelas 8A, kelasnya Dennis Dkk.
"Yes Mister!!", jawab semua siswa dari kelas 7A hingga 9G. Vionna mendekat ke samping Arra. "Ra, lo bawa buku diary gue kan?", tanya Vionna berbisik. "Hah??!!, buku diary?. Bawa, heheheh", jawab Arra berpura-pura lupa untuk meledek Vionna yang emosian. "Ahh lo mahh ihhh!!. Gue kira lo beneran nggak bawa buku kesayangan gue itu!", ucap Vionna kesal.
"Eheheheh, ya nggak dongg. Kan gue calon Professor, masa pelupa siih, hahaha", jawab Arra bercanda. "Ya lo siih bukan pelupa kalo udah jadi Professor. Tapi botak kek Pak Abdul hahahaha", Vionna akhirnya ikut bercanda juga.
"*Sudah siap semuanyaaa??".
"Sudah Misterr!!".
"Ayoo sekarang kita berangkat ke Asrama IJAS yang paling bagus*!!". Semuanya berangkat. Semuanya berbaris sesuai urutan kelas mereka. Dimulai dari kelas 7A, diikuti 8A, selanjutnya 9A, dan seterusnya.
***BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YAA
DUKUNG TERUS "DENNIS ARRA", DENGAN CARA VOTE YAAH DAN LIKE SEBANYAK-BANYAKNYA.
I LOVE U ALL❤🍎❤🍎
#ILOVEUALL
#DENNISARRA
FOLLOW JUGA ACCOUNT INSTAGRAM PRIBADIKU
@IAMNABILLA2***