Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 10



Disaat mereka ngobrol, datanglah Evan. Evan adalah cowok yang memiliki rambut tipis. Dia sangat mencintai Dona, namun tidak dengan Dona. Dona justru sangat benci kepada Evan.


"Hai Dona, eemm gua boleh ikutan duduk disini nggak?", tanya Evan. Dona langsung berdiri dari tempat duduknya, dan menatap Evan dengan tajam.


"Heh Evan, lu nggak liat apa?, disini itu cewek semua, emangnya lu nggak ngumpul sama Aris yah?", jawab Dona ketus. Evan terlihat takut dengan tatapan Dona.


"Disini cewek semua juga nggak papa kok, yang penting kan ada kamu", gombal Evan. "Ciee, kalo gitu kita pergi ajah yuk Chik, takut ganggu", ledek Meyka.


"Heh, kalian berdua!. Kalian nggak usah pergi dong. Heyy...Heyy...", teriak Dona, namun hanya sia-sia karena Meyka dan Chika sudah pergi dari tempat itu.


"Nihh udah nggak ada Meyka sama Chika. Cepetan lu mau ngomong apaan?", tanya Dona masih saja ketus dan dengan tatapan tajam.


"Emm, gua sebenernya....su..suka sama lu. Lu mau nggak jadi pacar gua?...ta..tapi gua nggak maksa kok buat jawab sekarang, lu bisa minta waktu kok", ungkap Evan terlihat terbata-bata.


"Duhh, gimana yaah. Sebenernya gue juga suka sama lo Van, tapi gue gengsi dong udah marah-marah tadi, masa ditembak langsung diterima siih", pikir Dona.


"Emm, gimana Dona?, lu mau nggak?", tanya Evan. Dona terlihat melamun. Evan melambai-lambai kan tangannya agar Dona berhenti melamun.


"Donaaa", panggil Evan dengan sangat lembut sekali. "Hah, i...i..iyah, e...e..e gue boleh minta waktu nggak?", Dona terbata-bata.


"Ooh, boleh kok, terserah gua nggak maksa kok. Sampe kapan terserah?", tawar Evan. "Gue minta, emmm... besok boleh nggak jawabnya?", Evan menganggukan kepalanya.


"Emm yaudah gue pergi dulu yah, soalnya udah ditinggal sama Meyka and Chika oke bye", pamit Dona. "Iyah, ati-ati yah see you tomorrow", balas Evan tersenyum.


Di depan kelas.


"Dennis", panggil Arra. Dennis langsung berhenti melangkah kan kakinya, dan menuju ke arah Arra berdiri.


"Iyah Ra, kenapa?", tanya Dennis. "Lu tadi apa-apaan siih, pake gandeng tangan gue segala ihh", ucap Arra sambil tersenyum malu.


"Ooh yang tadi, lu keberatan yah. Kalo lu keberatan dengan yang gua lakuin tadi, maafin gua yah", jawab Dennis. Dennis seperti orang ketakutan. Dia takut kalau Arra marah padanya.


"Gua juga, kalo dideket lu degdegan tau...Ehh tapi lu tau nggak, ada yang bilang kalo kita dideket seseorang terus kita nya degdegan, itu tandanya kita jatuh cinta sama yang dideket kita tau", jawab Dennis juga sambil tersenyum.


"Lahh berarti lu suka yaah ama gua, ya kan, ngaku nggak lu", Dennis meledek Arra, sehingga membuat Arra tersipu malu.


"Ishhhh nggak lah, palingan juga lo yang jatuh cinta sama gue hahahah", jawab Arra tidak mau kalah dengan Dennis. "Ihh apaan siih, gua mah nggak kalii. Lu tuhh yang suka hahahah", mereka berdua tertawa bersama.


"Raa, padahal gua itu aslinya, sukaaaaa bangett sama lu. Tapi gua bingung mau ngungkapin nya, gua takut lu nolak, dan akhirnya persahabatan kita hancur hemm", gumam Dennis dalam hati.


"Gue sebenernya sukaaa bangett sama lo Den, tapi gue rasa lo itu lebih suka sama Lolita. Aduhh Arra lo harus inget, lo harus jaga perasaan sahabat lo", gumam Arra dalam hati juga.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa vote ya Gengs😜


Kita sambung besok lagi👌😄


Jangan lupa like and Komen😉😁