Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 99



"Tiara balik lagi Co!", ucap Jino antusias. Nico begitu terkejut saat mendengar kata-kata dari Jino. "Tiara?, balik lagi ke Kota IJAS 1?", tanya Nico balik bertanya. "Iyah Co, tadi gue sama Jino ngeliat sendiri!. Makanya gue sama Jino sampe keringetan gini, gara-gara lari kabur, takut Tiara ngeliat kita berdua", tambah Lolita dengan nafas masih ngos-ngosan.


"Waduhhh gawat nihh kalo gini!!. Moga ajah siih dia nggak sekolah di sekolahan kita yaah", Nico terus berpikir mengapa Tiara bisa kembali lagi ke Kota IJAS 1. "Apa jangan-jangan dia mau bales dendam sama anak-anak IFA?. Atau dia cuma mau ngikutin jejak Vian sama Rizal?. Kalo ini beneran terjadi, arghh gak mungkin!!", pikir Nico.


Malam Hari....


Keluarga Pak Hardi sedang menyantap makan malam. Semuanya terlihat baik-baik saja. Namun, dipikiran Bu Meina merasa ada yang tidak beres dengan anaknya, Dennis.


"Dia kayak nggak kenapa-kenapa dehh, apa jangan-jangan dia emang nggak lupa kalo dirinya siapa?. Coba dehh aku cek", batin Bu Meina sambil terus memperhatikan gerak-gerik Dennis.


"Bunda ngapain siih ngeliatin aku gitu banget?. Apa jangan-jangan Bunda tau kalo aku ingatannya udah pulih?", pikir Dennis. Bu Meina terus menerus memperhatikan Dennis setiap suap demi suap. "Bunda kenapa siih??. Ngeliatin Dennis gitu banget, ada yang salah yaah di muka Dennis?", tanya Dennis geram.


"Mungkin Bunda itu kagum sama kegantengan kamu kali Den, makanya dia sampe ngeliatin muka kamu segitunya. Anggep ajah gitu, anggep ajah Bunda itu lagi ngeliatin Cha Eun-Woo disini hehehe", reflek Bu Meina langsung menyikut Pak Hardi.


"Ihh sakit tauu", ucap Pak Hardi merintih kesakitan. Dina hanya tertawa terbahak-bahak melihat anggota keluarga mereka kembali berulah dan memicu keanehan.


"Apaan ketawa?", tanya Dennis ketus. "Nggak wleee", jawab Dina sambil menjulurkan lidahnya mengejek kakaknya. "Iddihh!!", sudah menjadi kebiasaan bagi kakak adik urusan bertengkar. Kalau tak bertengkar, rasanya tak seru.


"Nanti abis ini kita ke rumah Arra yukk, Bunda udah kangen nihh sama calon mantu", ajak Bu Meina. Reflek, Dennis yang sedang minum, mendengar kata 'menantu' langsung memuncratkan minuman yang ada di mulutnya. Untungnya tak sampai ke wajah Pak Hardi.


"Nggak kok Bun hehehehe. Bercandaa kok hehehehe", Dina langsung kabur karena melihat Bu Meina sudah memasang wajah yang sangat menakutkan.


Di Rumah Arra...


"Arisss..Ariss.. Where are you?", Arra sedari tadi memanggil-manggil Aris, namun masih tetap tidak ada jawaban. Setelah lama Arra mencari ke ruangan-ruangan yang selalu Aris kunjungi di rumah. Akhirnya ia berhasil menemukan Aris.


"Nahh akhirnya ketemu juga dia!. Ehh tunggu dia taoi lagi telfon sama siapa lagi??. Gue harus nguping nihh", Arra kemudian bersembunyi di balik korden yang ada di jendela kamar Aris. Aris tak mungkin melihat Arra, karena jarak antara teras depan kamar dan jendela kamar cukup jauh.


"Iyahh tenang ajahh Tante. Aku pasti bakalan bikin mereka berdua makin deket. Meskipun banyak yang ngebela si ceweknya ini, tapi Aku yakin nggak akan ada yang bisa ngehalangin Aku buat mempersatukan mereka".


"Aris??", Aris langsung terkejut melihat Arra sudah ada di dekatnya, seolah-olah ia menelfon bisnis yang begitu haram.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH


I LOVE ALL🍎❤🍎❤