
KITA LANJUT KE SAD NYA YAA....
"Gimana ini sekarang aku Mbaa... Dennis komaa, aku nggak bisa ngapa-ngapain lagi mbaa", rintih Bu Meina ke Bu Erika. "Mba Meina yang sabar dongg. Kita harus yakin, kalo Dennis itu nggak akan kenapa-kenapa kok. Ohh iya mba Meina udah ngabarin ke Mas Hardi?", tanya Bu Erika sambil mencoba menenangkan hati Bu Meina.
"Belum Mba. Dinn tolong kasih tau ke Ayah yaa", Dina mengangguk dengan ucapan Bu Meina, ibunya.
.
.
.
.
.
Di sana...
Drtggg...drtggg...
"Siapa siih yang telfon?", gerutu Pak Hardi sambil mengecek hpnya. "Ehh kok Dina. Tumben dia telfon ayahnya", tambahnya lagi.
"Hallo Assalamu'alaikum Dina. Ada apa kamu nelfon Ayah?", tanya Pak Hardi lembut.
"Waalaikumsalam Yah. Emm Ayah jangan kaget yahh, anu...".
"Jangan kaget?, Ayah biasa ajah kok Dinn. Emangnya ada apaan siih??".
"Anu Yahh...".
"Anu apah Dina. Ayo cepetan ngomong sama Ayah", Pak Hardi semakin penasaran.
"Kak Dennis masuk Rumah Sakit, sekarang dia di ruang ICU dan sekarang kondisi Kak Dennis koma", jawab Dina seperti ketakutan.
"Apahh!!Komaa!!. Yaudah kalo gitu, Ayah segera ke bandara, Ayah pulang", jawab Pak Hardi kaget.
"Iyah Yah. Ayah ati-ati yahh di perjalanan".
"Iyah iyah".
"Yaudah Assalamu'alaikum".
Telfon mati..
Pak Hardi sangat terkejut dengan berita yang dikabarkan oleh Dina mengenai Dennis. Pak Hardi langsung mengemasi pakaiannya dan meletakannya di koper.
"Aku harus cepet-cepet nihh", ucap Pak Hardi sambil keluar dari ruangannya dengan sangat terburu-buru. "Kamu mau kemana Di?", tanya Pak Adjie yang kebetulan masih satu kantor, karena kantor itu adalah kantor milik kakek Pak Adjie dan Pak Hardi.
SEKILAS CERITA...
Pak Adjie dan Pak Hardi adalah saudara sepupu. Ayahnya Pak Adjie adalah kakak dari Ibunya Pak Hardi. Jadi masih tak apa jika suatu saat nanti Dennis (anak Pak Hardi) dan Arra (anak Pak Adjie) itu menikah.
Oke kita lanjutkan lagi...
"Mau pulang Mas", jawab Pak Hardi. Pak Adjie terlihat bingung dengan jawab Pak Hardi, adik sepupunya itu. "Pulang?, udah kangen yahh tidur bareng Meina", tanya Pak Adjie masih bercanda.
"Bukan Mas, sii Dennis masuk rumah sakit", jawab Pak Hardi menunduk sedih. "Hahhh??, masuk rumah sakit??. Dennis kenapa Di?, sakit apa dia?", Pak Adjie begitu terkejut dengan jawab Pak Hardi yang sebelumnya dianggap hanya bercanda.
"Aku nggak tau Mas, tapi katanya sekarang kondisi Dennis nggak memungkinkan. Sekarang dia koma dan udah ada di ruangan ICU", jawab Pak Hardi menahan tangisnya.
"Ya ampun, yaudah kalo gitu kamu tunggu sebentar yahh. Saya mau ambil koper dulu, nanti biar saya yang beli tiket pesawatnya", ucap Pak Adjie ikut khawatir dengan kondisi keponakannya itu.
Kita pindah ke Bu Meina DKK yahh....
"Mba Mei, udah yahh jangan sedih terus. Kita doakan ajah yahh biar Dennis bisa melewati masa koma nya", ucap Bu Erika mencoba menenangkan hati Bu Meina.
Bu Meina hanya berdua dengan Bu Erika. "Bukan itu masalahnya Mba. Tapi aku takut kalo nanti bakalan ada masalah yang dibuat sama Dennis setelah koma. Soalnya itu Dennis kalo abis koma sama abis kebentur sampe berdarah, dia itu langsung ganti sifat dan watak. Seperti bukan Dennis seperti biasanya Mba", jawab Bu Meina menangis.
"Semoga ajah Dennis nggak ngelakuin hal-hal yang nggak di luar batas yahh", Bu Erika tetap saja menyemangati Bu Meina. Namun Bu Meina masih takut akan apa yang akan terjadi dengan Dennis selanjutnya.
"Tapi aku takut Mba, kalo sampe Dennis melanggar kesepakatan yang dibuat oleh Mbah Ramadi (kakeknya Azmi, atau papahnya Bu Meina) sama Mbah Muh (kakeknya Melitha*) Mba".
"Kalo boleh tau, kesepakatan apa yahh??".
"Sebenarnya gini Mba. Ayah saya sama Pak Muh dulu adalah sahabat dekat. Tapi ada sesuatu yang bikin Ayah saya marah sama Pak Muh. Dan mereka berdua pun membuat perjanjian. Siapa pun yang masih termasuk keturunan Ayah saya dan Pak Muh mempunyai hubungan, maka orang yang melanggar harus mengorbankan kekasih yang paling dicintainya. Tapi kalo orang yang paling dicintainya itu udah nggak suci, berarti udah nggak perlu menjadikannya tumbal. Tapi ada syaratnya Mba, yang membuat orang itu tidak suci adalah orang yang akan mencintainya.", Jawab Bu Meina panjang lebar.
Bu Erika mengerutkan keningnya. "Waduhh, gawat nihh kalo misalnya Dennis khilaf, terus pacaran sama cucunya Pak Muh, ntar bakalan Arra yang dijadikan tumbal. Kan secara Arra itu yang paling dicintai sama Dennis kalo pas lagi waras", pikir Bu Erika.
*Bersambung...
* Melitha itu nanti ada di episode-episode selanjutnya yaa*...