Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 90



Lanjuttt.....


Dennis masih dengan sifat nya semalam. Bukan hanya ia tunjukkan kepada orang terdekat nya saja, namun mungkin akan semuanya mendapatkan imbasnya.


Dokter Melanie memeriksa Dennis dengan penuh senyuman. Meski sesekali Dennis enggan untuk diperiksa olehnya, namun Dokter Melanie tetap sabar menghadapi Dennis.


"Baik, keadaannya udah baik kok Bu. Yaah mungkin besok udah boleh pulang", ucap Dokter Melanie dengan sangat lembut. Bu Meina membalasnya dengan senyuman pula. "Kenapa nggak ntar siang ajah siih Dok. Males tau disini, kek neraka!", ucap Dennis tiba-tiba.


"Nggak bisa dong Den, ini kan udah-", belum selesai Bu Meina menjawabnya namun Dokter Melanie sudah terdahulu menyelanya. "Ya sudah, nanti siang juga sudah boleh pulang. Ya sudah kalo begitu saya pamit dulu", sela Dokter Melanie dan kemudian pergi dari ruangan Dennis.


Bu Meina juga ikut keluar dari ruangan Dennis untuk mengejar Dokter Melanie. "Dokter... Dokter..", panggil Bu Meina. Bu Meina berhenti sejenak untuk menunggui Bu Meina. "Iyah ada apa ya Bu?", tanya Bu Meina.


Mereka berdua duduk di taman yang ada di rumah sakit tersebut. Mereka berdua membicarakan tentang keadaan Dennis. "Gimana caranya ngembaliin Dennis yang kayak dulu Dokter??", tanya Bu Meina sembari menangis.


"Bu Meina jangan sedih dulu, ini mungkin belum apa-apa. Mungkin hari ini, hari esok atau nanti (Duhh kok jadi nyanyi siih🤣) Dennis bakalan ngelakuin yang nggak-nggak sama kalian semua. Kita nggak tau apa yang bakalan dia lakuin, tapi kita harus bener-bener waspada sama dia. Kita harus ngelakuin sesuatu sebelum semuanya terjadi".


"Tapi kita harus ngelakuin apa Dok??".


"Kita bisa buat Dennis terbentur. Karena sejarah mengatakan kalo salah satu syaraf kita rusak, jalan alternatif nya adalah kita benturkan kepala kita ke tembok hingga kita kembali menjadi normal lagi".


"Tapi siapa yang mau ngelakuin itu semua??".


"Aku bisa ngelakuin itu semua Tante", jawab Arra yang tiba-tiba ada di tempat itu dan membuat Dokter Melanie terkejut. "Kamu bikin kaget ajah dehh Ra", ucap Dokter Melanie.


Arra hanya tersenyum mendengar ucapan Dokter Melanie. "Emang kamu bisa bikin Dennis balik lagi kayak dulu Ra?", tanya Bu Meina terlihat seperti tak mempercayakan Arra sepenuhnya. Padahal Arra berpikir kalau hanya masalah seperti itu ia bisa melakukannya kapan saja. Namun, yang Arra pikirkan adalah bagaimana caranya ia lakukan jika masalah akan bertambah besar nantinya.


"Arra janji Tante. Arra bakalan bikin Dennis jadi Dennis yang dulu lagi. Meskipun Arra bakalan butuh waktu yang banyak buat selesaiin semua permasalahan. Tapi, Tante, Arra nggak menjanjikan buat sekarang. Tapi Arra janji bakalan secepatnya", jelas Arra.


Tanpa mereka sadari, ternyata Dennis sedari tadi menguping pembicaraan mereka bertiga. "Ohh jadi begitu... Entahlahh, gua rasa gua ya gini, gua nggak ada yang salah kok. Gua biasa ajah, awas ajah lu Ra, kalo sampe lu macem-macem sama gua. Gua bakalan bikin lu nyesel seumur hidup lu!", ucapnya dalam batin.


"Tante, emang Dennis udah boleh pulang?. Kok Tante beres-beres siih??", tanya Arra penasaran. Dennis yang melihat Arra masuk ke kamarnya langsung menghalanginya. "Ngapain lu masuk ke kamar gua?. Perasaan tadi malem udah gua usir dahh lu!, masih balik lagi balik lagi kek ketombe ajah dahh!!", ucap Dennis terlalu semena-mena terhadap Arra.


"Sabar Raa... Sabarr... Lawan ajah tuhh dia!!", batin Arra sambil menghela napasnya sejenak. "Gue kesini bukan buat lo, tapi gue kesini cuma karena, ini!!!. Cermin gue ketinggalan!!", jawab Arra berbohomg.


Padahal yang sebenarnya semalam Arra sama sekali tak membawa alat rias satu pun. "Hih!!, dasar cewek!!. Kemana-mana slalu ajah bawa kaca!, sok cantik banget!", ucap Dennis seraya mencibir Arra.


"Mending sok cantik, daripada sok suci!. Lo tau kenapa gue sering banget bawa kaca?, karena gue sering ngaca gimana gue!. Nggak kayak lo, bisanya cuma ngehina, nyindir, dan bahkan lo sendiri nggak tau, siapa lo sebenernya. Yahh gue nggak perlu ngomong banyak lahh yahh tentang lo yang sebenernya. Ntar juga semuanya tau, guru-guru yang selalu ngasih pujian sama lo, yang selalu menjunjung tinggi lo, bakalan berhenti nganggep lo pangeran!", jawab Arra puas.


Dennis bertambah emosi dengan perkataan Arra yang semakin membara bagaikan bara api. Bu Meina hanya bisa melihat mereka berdua bertengkar dan saling mencibir.


...***BERSAMBUNG......


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAHH


JANGAN LUPA JUGA MAMPIR KE CERITAKU YANG LAIN YAAHH



BETWEEN OUR LOVE AND PARENTS REVENGE


MARRIAGE WITHOUT LOVE


RUMAH ANGKER



I LOVE U ALL❤🍎❤🍎***