Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 100



Arra terus mendengarkan obrolan Aris dengan seseorang yang ada dalam telfon itu. Mulai curiga dengan Aris. "Aris mau bikin dia lebih deket lagi?. Dia siapa yaah kira-kira?", pikir Arra yang semakin curiga.


"Aris?", panggil Arra secara tiba-tiba membuat Aris terkejut dan langsung menutup telfonnya. "Arra??, k-k-ok lu a-da di-s-ini siih tiba-tiba??", Aris terlihat gugup saat bertanya kepada Arra. "Lo telfon sama siapa Ris?", Aris tak menjawab. Ia memutar-mutar matanya dan terlihat bingung. "Apa Arra tau sama siapa gua telfonan?. Nggak boleh jadi ini mahh, gua harus nyelidikin seberapa banyak tau dia tentang obrolan tersembunyi gua", pikir Aris semakin kacau-balau.


"Lo telfon sama siapa Ris?", Arra mengulangi pertanyaanya kembali. Aris melototkan matanya, terlihat terkejut, dan bingung apa yang ingin ia katakan. "Gua telfon sama-".


"Aris... Arraa... Ada Om Hardi sama Tante Meina nihh", panggil Pak Adjie sehingga jawaban Aris terpotong. "Iyah Pah", Arra langsung pergi meninggalkan kamar Aris.


"Huhh!!, kaget guaa!!. Ehh tapi kira-kira dia tau nggak yaah gua telfon sama siapa?. Alah bodoamat laahh!!, gua harus turun biar Arra nggak curiga", ucap Aris dan langsung turun ke ruang tamu.


.


.


.


"Ehh Tante, Om, apa kabar. Sehatkan?", tanya Arra begitu sopan sekali. "Alhamdulillah sehat kok Ra, kamu juga apa kabar?", jawab Pak Hardi juga terlihat lembut sekali. "Ehh ada lo juga, ngapain ke sini?", tanya Arra malas. "Lahh emang kenapa nggak boleh kesini?".


"Arra, nggak boleh nanya kek gitu!", tegur Pak Adjie. Arra langsung mengatakan semuanya kepada Pak Adjie dan semua orang. Dennis terlihat kebingungan, ia takut dimarahi calon mertuanya.


"Ohh jadi gitu kamu sama anak om?. Saya bela-belain pulang bareng sama Ayah kamu, kamunya malahan begitu", bentak Pak Adjie. "Sudah kuduga", gumam Dennis dengan suara kecil. "Apa kamu bilang!", tanya Pak Adjie lagi.


"Nggak gitu Om, gini saya jelasin om", Dennis mengajak Pak Adjie berbicara empat mata di dapur.


.


.


.


"Ohhh gitu, hahahaha. Bilang dong dari tadi. Kirain kamu emang asli jadi kurang ajar sama Arra?", Pak Adjie tak bisa berhenti menertawakan cara mendekati Arra. "Om kenapa ketawa siih??", tanya Dennis. "Hahahaha nggak, udah yuk kita ke ruang tamu lagi. Ntar takutnya om lagi marahin kamu gimana coba".


"Tapi om janji ngerahasiain semuanya yaah", pinta Dennis. Pak Adjie mengangguk sambil mengacak-acak rambut Dennis yang lucu itu. Dennis langsung menata kembali rambutnya.


.


.


.


.


Di Sekolah...


Tampaknya sekolah SMPN 1 IJAS itu sudah ramai dengan banyaknya siswa dan siswi yang sudah berangkat untuk mencari ilmu.


Arra, Reva, Kinnara dan Lolita berangkat bersama. Mereka berempat langsung ditahan oleh Vanno. "Beb, kita bikin kejutan yukk buat Dennis", ajak Vanno kepada Kinnara. "Kejutan?", Kinnara terlihat penasaran. "Iyahh kejutan buat Dennis, karena kan hari ini dia udah bisa berangkat", jawab Vanno memasang mata yang membuat Kinnara tak bisa berkedip. "Oke dehh ayokk", jawab Kinnara menyetujui bebepnya.


"Ehh tapi kalian emang ntar nggak nyesel bikin beginian buat Dennis?", tanya Arra dengan senyum tipisnya. "Nyesel?, nyesel kenapa???. Ya nggak laah, ya kan temen-temen", kata Vanno menyangkal kata-kata Arra.


.


.


.


Beberapa saat kemudian...


"Kalian ngapain buat beginian?, gua cuman kurangen napas doang, bentaran sembuh, pake dikasih kejutan segala", ujar Dennis tak menghargai kejutan yang diberikan oleh Vanno Dkk itu.


"Tapi kan Den-", belum selesai Vanno berbicara, Dennis langsung pergi menuju ke kelasnya. Arra yang sudah menunggu bagaimana reaksi Dennis, langsung berjalan menghampiri Vanno dan menertawakannya. "Tuhh kann, apa gue bilang juga 😂😂😂. Nggak ada faedahnya ngasih kejutan buat dia", ledek Arra sambil pergi meninggalkan mereka yang kecewa.


"Ihhh dasar yaah tuhh Dennisssss!!. Susah-susah juga bikin kejutan begini, malahan dicuekin. Beb Kin, bantuin beb No napaa😒", Kinnara juga menertawakan Vanno.


.


.


.


.


"Pengumuman... Harap untuk semua kelas agar berkumpul di halaman sekolah, Bapak kepala sekolah akan mengumumkan sesuatu", panggilan yang ditujukan kepada semua warga sekolah.


"Hahhhh, ada apaa lagiii, huhhh", Nico paling malas dengan yang namanya berkumpul di halaman sekolah. Namun apa boleh buat, dia hanya bisa mengikuti panggilan sekolah.


.


.


.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH


I LOVE U ALL 🍎❤🍎❤