Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 40



Lanjutt...


Di Kelas...


Kini giliran Reva dan Amel yang bertanya soal kejadian itu kepada Viola. "Vi, gue tanya sama lo, dan lo jawab dengan jujur. Apa yang dimaksud hujan dan bagaimana prosesnya!?", tanya Reva. "Heh salahhh!!, bukan gitu nanyak nya", tegur Amel sambil menyenggol badan Reva.


"Lahh terus gimana?", Amel menepuk dahinya. "Gini nih caranya gue bertanya, perhatikan!!. Vi, apa yang udah lo lakuin siih sebenernya sama Vionna, kok Vionna sampe kayak marah banget gitu", tanya Amel serius.


Viola diam dan menundukkan kepalanya. "Entahlah apa yang gue perbuat", jawab Viola sedih. "Gue harus mengorek terus soal kejadian ini", batin Amel.


"Coba sedikit ajah lo cerita", pinta Amel. "Waktu itu gue lagi jalan bareng sama Aris, tiba-tiba dia bilang I Love You sama gue. Tapi entah dari mana asalnya tiba-tiba ada Vionna disitu. Ya gue nggak salah dong, kan gue duluan yang deket sama dia, tapi ya emang Vionna udah suka sama Aris duluan", jawab Vionna dan kemudian menghela napas panjang.


"Gue boleh minta tolong nggak Mel", kata Viola. "Iyah boleh kok, lo mau minta tolong apaan Vi?", tanya Amel balik. "Tolong lo kasih tau ke Vionna, kalo dia itu salah paham. Gue deketin Aris itu supaya gue bisa tau tentang Rifky lebih jauh", jawab Viola.


"Tapi kalian berdua tolong jangan kasih tau Aris soal ini yah, pliss..", kata Viola lagi. "Iyah oke, lo tenang ajah ya Vi, kita pasti jaga rahasia ini dari Aris kok", kata Reva.


"Makasih yahh", Viola kembali tersenyum lebar. Dari kejauhan, Dona dan Meyka masih terus memantau mereka bertiga. "Kita mulai permasalahan baru", ucap Dona.


"Kok permasalahan ini jadi rumit gini siih", kata Aris sambil mengacak-acak rambutnya. "Lu siii, pake kebanyakan cewek segala siiihh", ujar Adit menyalahkan Aris.


"Kok jadi gua yang salah siih. Pokoknya sumpah dehh, demi Allah gua nggak tau bakalan kayak gini", ucap Aris. "Udah gini ajah, kita tunggu kabar dari Dennis sama Arra. Semoga ajah mereka berdua cepet nemu jalan keluarnya", kata Nico.


"Tapi coba lu ceritain kejadiannya versi lu", ucap Adit. "Ya kejadian yang kayak gimana siih, semua kan udah jelas", jawab Aris mengelak. "Ya yang menurut lu ajah Ris, siapa tau ntar jadi nemu jalan keluarnya, siapa yang asli salah dan bener", kata Raffa.


"Waduhh, gawat nih kalo gini mahhh. Ntar gua bisa kena semprot nih sama Arra kalo dia sampe tau kalo gua yang salah. Pokoknya gua jangan cerita yang sebenernya, pokoknya gua harus cerita yang agak menggok, tapi manusia kayak Dennis, Arra, sama Amel itu dia bakalan terus ngorek-ngorek. Duhhh", batin Aris.


"Lu kenapa siih mukanya Ris, ada yang lu tutup-tutupin yah dari kita", tanya Adit. Kelakuan Aris makin aneh. Ia seperti gelagapan dan kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Adit.


"Hah... Enggak kok hehehe, nggak ada", jawab Aris tambah gelagapan. Nico sedikit curiga dengan kelakuan Aris. "Wahh, ada yang ditutup-tutupin nihh sama Aris. Gua harus ngomong sama Dennis soal ini, kayaknya dia bisa nyelidiki soal ini", pikir Nico.


"Kayaknya Amel tau deh, siapa yang sebenernya salah dan siapa yang sebenernya bener", batin Raffa.


Bersambung....