
Lanjut lagi oke👌.
"Ooh iya Ra, nih aku bawain sesuatu buat kamu", Dennis meletakkan sesuatu diatas meja dekat ranjang Arra.
"Iwawww, Apaan tuhh??", Arra penasaran dan langsung membuka kemasan itu. Dennis hendak pergi keluar. Dia terkejut, karena di depannya ternyata sudah ada Bu Dokter.
"Astagfirullah hal adzim!!", terkejut Dennis. Bu Dokter tersenyum. "Arra, kamu sudah siap buat mencopot Infusnya?", Arra mengangguk dengan semangat.
"Tapi pelan-pelan ya Bu Dok, saya takut", kata Arra. "Iyah kok. Ooh iya, nanti kalo infus nya udah dicopot, kamu bakalan sedikit pusing. Nggak apa-apa yaa", ucap Dokter.
Setelah infus di tangan Arra itu copot, Arra merasa kepalanya pusing sekali. Arra memegangi kepalanya, Arra merasa seperti nge-flay. "Raa??, lu nggak apa-apa??", tanya Aris memegangi tangan Arra.
Beberapa saat kemudian....
Keluarga Arra sudah sampai di rumahnya. Keluarga Dennis juga sudah pulang ke rumahnya.
Di rumah Arra......
Rumah Arra dan Aris cukup besar. Di rumahnya itu, terdapat 4 lantai. Di lantai pertama ada 1 ruang tamu yang besar, 2 kamar besar, 1 ruang dapur yang disertai dengan meja makan yang besar, dan juga ada kamar mandi tamu.
Sedangkan di lantai 2 atau lantai pribadi milik Kak Gita. Disana ada 1 kamar yang didalamnya langsung ada kamar mandinya, ruang belajar, perpustakaan kecil, dan dapur.
Lantai ketiga dan Keempat adalah lantai pribadi milik Aris dan Arra. Di lantai pribadi Aris ada sebuah ruangan khusus buat mabar game online.
Lanjut...
"Raa, kamu mau langsung ke kamar atau disini dulu, di ruang tamu?", tawar Bu Erika. "Gue pengen banget ngerjain si Aris hahaha", dalam batin Arra.
"Emm, aku mau langsung ke kamar deh Mah. Tapi aku pengin di gendong sama Aris", Aris mengangguk belum sadar.
Aris diam sejenak, mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Arra. Aris kaget setelah sadar apa yang diusulkan Arra.
"Lahh, nggak nggak lahh. Apaan siih, lu tuh berat", Aris menolak permintaan Arra. Namun Arra tetap meminta hal tersebut kepada Aris.
Akhirnya dengan berat hati, Aris menggendong Arra. "Gila kali ya ni bocah. dari lantai dasar sampe lantai 4 cobaa!!!. Emangnya gue Hulk apa yah?!!", dalam batin Aris sangat kesal.
"Mah, emangnya Aris kuat tuhh??", bisik Kak Gita kepada Bu Erika. "Mamah juga nggak tau Ta", jawab Bu Erika juga berbisik. "Kayaknya Aris kuat deh, kan dia sering olahraga latihan angkat besi tuh", Kata Pak Adjie yang tiba-tiba sudah ada di belakang Bu Erika dan Kak Gita.
Di Lantai 4....
Aris tak menjawab. Tak lama akhirnya sampai di ranjang tempat tidur pribadi milik Arra. "Huhhh, sampe akhirnya", ucap Aris sambil memegangi tangannya yang sudah sangat pegal.
"Ris,,", Aris mendekati Arra di ranjang yang lumayan besar itu. "Kenapa Raa??", jawab Aris. "Makasi yah buat semuanya", Aris tersenyum manis sekali.
"Iyah.. Apa siih yang nggak buat saudari kembarku yang paling cantik ini", jawab Aris menggoda Arra. "Apaan siih lo, gombal ajah", Aris dan Arra tertawa penuh kebahagiaan di malam itu.
Pagi Hari.....
Hari telah kembali pagi. Di Sekolah SMP NEGERI 1 IJAS (Indonesian Junior Athlete School), sudah ramai dengan siswa dan siswi yang baru berangkat.
Vionna sedang duduk di depan kelasnya. Dia sedang memegangi buku diary tentang perasaannya kepada Aris. Vionna akan memberikannya kepada Aris. Ia tersenyum saat melihat buku itu.
Vionna mengingat kembali ucapan Dennis beberapa hari yang lalu.
Flashback percakapan Dennis dan Vionna beberapa hari yang lalu....
"Dennis", panggil Vionna sambil berlari menghampiri Dennis. "Iyah Na, kenapa? ada apa?", jawab Dennis bingung. "Nggak kok, gue cuma mau minta pendapat dari lo. Nggak apa-apa kann", Vionna meminta kepada saudara sepupunya itu.
Dennis mengangguk setuju. Mereka berdua pun memilih tempat duduk di kantin sekolah. Vionna menceritakan semuanya kepada Dennis. Dennis mengangguk paham dengan apa yang diceritakannya.
"Menurut lo, gue harus gimana Den?", tanya Vionna. "Ya mendingan lo itu kasih buku Diary itu ke Aris. Tapi ngasihnya itu di hari yang tepat, okee", Vionna mengangguk paham.
"Ooh gitu ya Den, yaudah kalo gitu makasih ya pendapatnya Den", Vionna tersenyum lebar. "Iyahh sama-sama Vionna. Semangat yahh", jawab Dennis menyemangati sepupunya itu.
Kembali lagi....
"Bismillah, semoga gue berhasil", Vionna berharap semua akan berjalan dengan sangat mulus. Tak lama tiba-tiba datang Lolita dan Reva menghampiri Vionna.
"Dorrr", teriak Reva mengagetkan Vionna. "Astagfirullah, lu berdua ngagetin ajah dehh", Vionna kesal. "Ihh waww, apaan tuh Na??", tanya Lolita menunjuk ke buku Diary itu. Vionna langsung menyembunyikan buku itu ke belakang badannya.
Next gann.....
Ooh iya jangan lupa tinggalkan like yaa...
Follow dong instagram ku
@iamnabilla2😁