
Keesokan harinya, Aris sudah bersiap-siap untuk berangkat ke lapangan sepak bola yang letaknya diujung kompleks mereka. Arra turun dari tangga dan menuju ke dapur untuk minum.
Ia melihat Aris bersiap-siap. "Ris... Lo mau kemana?, kok kayak rapi banget gitu?", tanya Arra sambil menuangkan air di teko ke gelas miliknya. "Mau ke lapangan. Lu Mau ikut?", jawab Aris menawarkan.
"Ke lapangan??. Ohh iyah, gue kan diajak sama Dennis buat ikut ke lapangan. Gue harus siap-siap", ucap Arra sambil berlari menuju ke kamarnya lagi.
Tok...tok...tok
Aris langsung membuka pintu rumahnya itu. "Ehh lu Den, bentar yaa", ucap Aris. Dennis mengangguk tanda paham. "Ayo masuk dulu sini", tambah Aris lagi.
"Kok tumben sepi Ris?", tanya Dennis. "Ooh iyah sepi Den. Kak Gita udah berangkat ke Jerman lagi, Papah udah berangkat ke Kalimantan bareng Ayah lu kan, Mamah lagi ke pasar sama Bibi, nahh kalo Arra lagi siap-siap, katanya kemaren lo ngajak dia ke lapangan?", jawab Aris panjang lebar kali tinggi.
"Iyah, gua ajak dia buat nyemangatin gua", ucap Dennis. "Ciee udah main ajak-ajakan niih yee. Jaga lhoo, jangan sampe di apa-apain, limited edition", kata Aris dan disusul dengan tawa mereka berdua.
Tak lama kemudian, Arra turun ke ruang tamu. "Ehh Dennis udah dateng", ucap Arra menyapa Dennis. "Iyah Ra, yok", ajak Dennis. "Tunggu-tunggu, lu ngajakin dia?, pasti Bagus ngajakin Chika, terus Nico juga pasti ngajakin Vionna. Nahh berarti gua harus ngajakin Viola dong buat nyemangatin gua", ucap Aris.
"Yaelahh, gitu ajah ngiri lo Ris", kata Arra. "Mendingan jangan deh Ris, takutnya ntar kalo Vionna tau yang ngajakin Viola ke lapangan itu lu, bakalan bisa perang Dunia II lagi Ris", ucap Dennis memberi saran.
Saat mereka baru membuka pintu dan keluar dari rumah, tiba-tiba datang Bu Erika yang baru pulang dari pasar. "Ehh kalian mau kemana?, ehh ada nak Dennis juga", ucap Bu Erika lembut.
"Iyah tante, tante apa kabar?. Dennis mau izin ke tante, boleh nggak kalo Arra Dennis ajak ke lapangan di ujung itu?", jawab Dennis sambil mencium tangan Bu Erika (Calon mertua nya😁).
"Alhamdulillah tante baik. Ohh iya boleh kok nggak apa-apa, yang penting jangan ditelantarin yahh", ucap Bu Erika bercanda. "Ya nggak lah tante hehehe. Yaudah Dennis sama Arra pamit yah Tante, Assalamu'alaikum", jawab Dennis sopan.
"Iyah-iyah Wa'alaikumussalam, ati-ati yahh", jawab Bu Erika. "Mah😁". "Apa senyum-senyum, mau minta uang?", tanya Bu Erika jutek. "Iyah hehehe. Gitu ahh Mamah mahh, kalo Dennis mahh di lembut-lembutin, giliran aku mahh di kasar-kasarin", gerutu Aris.
"Ya kan yang pengin anak cowo mahh Papah", jawab Bu Erika bercanda. Kemudian, Bu Erika memberikan sejumlah uang untuk di bagi dua dengan Arra. Aris berpamitan sambil terus tersenyum karena sudah diberi uang.
Bersambung....
Seperti biasa yaa❤🌹