Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 103



Dona begitu terkejut dengan pernyataan yang Bu Laura berikan. Ia tak menyangka dengan perkataan ibunya sendiri. "Denger sendiri kan!. Kamu itu bukan anak Ayah sama Mamah, jadi kamu itu nggak punya hak buat disayang di rumah ini!!", ucap Yoona dengan kasar.


Sampai lah hati Yoona memperlakukan Dona seperti itu. "Ayo!!, katanya kamu mau beresin baju-baju kamu terus pergi??. Ayoo!!, biar cepet pergi dari rumah ini!!", bentak Bu Laura. Dona hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang selalu tak mendapat kasih sayang.


Ganti ke Dennis...


Semua pakaian yang akan dibawa sudah selesai dilipat. Namun, Dennis merasa seperti ada yang kurang. "Apa lagii yaah yang kurang??", tanyanya pada diri sendiri. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tak gatal.


"Ohh iyaah, gua lupaa!!. Koper gua dimana yaah??", Dennis langsung bergegas mencari tas besar itu di kamarnya. Begitu lama ia cari, namun tak juga ditemukan. "Gini nihh, kalo orang nggak pernah traveling!. Pindah rumah juga cuman duluuu... waktu gua masih 4 tahun", tambahnya lagi. "Ahaa!!, Bunda sama Ayah kayaknya tau dehh dimana koper nya".


Dennis berlari menuruni tangga untuk menuju ke kamar orang tuanya. Dennis menempelkan telinganya ke pintu kamar orangtuanya. "Mereka lagi ngapain yaah kira-kira??. Hihihihi gua nguping dahh", ucapnya dengan suara sedikit berbisik.


Saat telinga Dennis hampir menempelkan kembali ke pintu, tiba-tiba pintu terbuka. "Aduhh!!", Bu Meina dan Pak Hardi saling pandang. "Ngapain kamu masuk?, nggak ketuk-ketuk lagi!", tanya Bu Meina dengan nada ketus.


"Ehehehe, nggak kok Bun. Cuman tadi mau tanya, tapi kayaknya Ayah sama Bunda lagi asik hehehehe", jawab Dennis cengengesan. "Kok gua bisa ceroboh siihhh!!!", batin Dennis. Ia begitu malu dengan kejadian barusan.


"Tanya apa Den?", tanya Pak Hardi mengalihkan pembicaraannya. "Mau nanya, koper Dennis dimana yaah??", tanyanya. "Koper kamu?, ada di gudang bawah tuhh. Emang buat apa?".


"Ohh iyah Dennis belum ngasih tau yaah??, jadi gini Yah, Bun. Sesuai dengan perjanjian waktu Dennis daftar sekolah di SMP NEGERI 01 IJAS, setiap siswa wajib untuk bertempat tinggal di Asrama IJAS. Dikarenakan adanya kendala waktu Dennis masih kelas 7 dulu, jadi pemindahannya diundurkan jadi sekarang. Kebetulan pas Dennis kelas 8, gitu Yah, Bun", jawab Dennis menjelaskannya.


"Oohh gitu yaah, berarti nanti malem kamu nggak tidur di rumah?. Yaah Ayah kesepian dong nggak ada temen buat main ular tangga", ucap Pak Hardi memasang wajah sedih. "Nggak apa-apa lahh Yah, kan Om Adjie juga bisa main ular tangga, malah hobinya tuh. Calon besan", ledek Dennis.


"Ehh tapi Den, Bunda ragu dehh sama kamu", ucap Bu Meina membuat Dennis bingung akan perkataannya. "Bingung apa Bun?", tanya Dennis. "Kan di Asrama kamu cuman sendirian kan yaah, yaa maksudnya sekamar sendirian. Lahh terus yang nyuci baju, masak, nyuci piring, setrika baju, bersih-bersih kamar itu siapa?".


"Oohh gitu yaaa. Oke-oke dehh, yaudah mau Bunda tolongin beres-beres?", tanya Bu Meina. Dennis mengangguk ceria. Pak Hardi, Bu Meina, dan Dennis pun saling membantu membereskan barang-barang yang akan dibawa oleh Dennis ke Asrama.


.


.


.


"Dahh selesaiii!!", ucap Dennis sambil menepuk-nepuk tangannya, seperti membersihkan debu. "Allahu akbar..Allahu akbar...". "Alhamdulillah, udah adzan dzuhur. Dennis mau sholat dulu abis itu Dennis langsung berangkat ke sekolah lagi", ucap Dennis.


"Lhoo kok ke sekolah?. Emang nanti mau bareng-bareng yaa ke Asrama nya?", tanya Pak Hardi lagi. "Ho'oh, makasiiih yaah Bunda, Ayah. Sayang dehh sama kalian", ucap Dennis sambil memeluk kedua orang tuanya. "Iyaah, apa siih yang nggak buat anak gantengnya Bunda. Anak yang paling maniss, paling tinggi", Bu Meina kembali memuji anak laki-laki nya itu.


"Ohh iyaah, Ayahhh, Bundaaa. Sii Setri sama Cilang boleh ikut diajak nggak??", pinta Dennis dengan wajah yang berseri-seri. "Setri sama Cilang?, siapa?", tanya Pak Hardi berbisik. "Setri, Mobil setir kiri, sama Cilang, kucing belang. Yaa boleh siih, bawa ajah sana. Tapi emang kamu bisa rawat Cilang?".


"Bisa dongg. Tapi kalo mobil bolehkan??, sama sekolah boleh ini. Yaahh plissss", Dennis terus memasang wajah memelas agar diberi izin oleh sang Ibunda. "Yaa boleh", jawab Bu Meina dan Pak Hardi secara bersamaan. Yess akhirnya disetujui oleh mereka...


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH..


I LOVE U ALL🍎❤🍎❤