
Jarak dari sekolah sampai ke Asrama tidak terlalu jauh. Hanya saja terhalang 2 gedung sekolah, 2 apartemen dan 1 gedung seni teater IJAS. Asrama 1 IJAS memiliki 15 lantai.
*Kurang lebih seperti itu...
Mereka sampai di depan Asrama 1 IJAS, setelah berjalan kaki cukup lama. Mereka disuruh agar berbaris dengan rapi kembali. "Nahh anak-anak, ini adalah Asrama yang akan kalian tinggali. Tapi asrama kita ini paling beda sama Asrama-asrama pada umumnya. Di A-IJAS ini, satu siswa memiliki satu kamar pribadi. Setiap kamar juga dilengkapi dengan kunci kata sandi dan sidik jari. Jadi setiap siswa wajib memasang sidik jari dan kata sandi yang sangat rahasia dan berbeda. Peraturan baru yaa, saya kasih tau.
Peraturannya:
Semua Siswa dan Siswi wajib untuk merahasiakan kunci sandi dari temannya.
Guru-guru berganti panggilan, sudah bukan Bapak atau Ibu guru lagi, melainkan Miss dan Mister.
Makan pagi disediakan dari Asrama
Makan siang disediakan di Sekolah
Makan Malam beli sendiri di cafe/restoran A-IJAS yang ada di lantai 1.
Semua apapun ada di lantai dasar A-IJAS.
Jika ada keperluan mendadak, wajib untuk memberi tau atau meminta izin kepada ketua A-IJAS yang akan dibentuk sore ini. Begitu, apa ada pertanyaan?", jelas Mister Nando, guru olahraga yang paling gaoll.
"Mister, aku mau tanya, nanti calonnya siapa ajah yaah?", tanya Kinnara antusias. Setiap ada kata Pencalonan ketua apapun, Kinnara pasti maju. "Nanti silahkan isi formulir yaa setelah kalian membereskan barang-barang kalian di kamar kalian masing-masing. Okee!!", jawab Mister Nando.
Para siswa pun ditunjukkan ke kamar-kamar mereka oleh para Porter. Begitu juga dengan Arra. Ia diberi tau cara memasang sidik jari di pintu kamarnya oleh porter. "Panggil saya kalau Nona butuh bantuan. Ini kartu nama saya, nama saya adalah Widiany. Baik, apa ada yang bisa saya bantu lagi?", ucap Porter Widiany.
"Nggak Mba, makasi banyak yaa", jawab Arra dengan nada yang sopan. "Ohh iya Nona, nanti pukul 3 sore, Nona harus berkumpul di aula A-IJAS untuk acara pemilihan Ketua A-IJAS", tambahnya lagi. "Ohh oke. Makasii yah informasinya", jawab Arra. Porter itu pun pergi dari kamar pribadi Arra. Kamar Arra berada di lantai 7.
.
.
.
Beberapa waktu kemudian, jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Arra sudah selesai membereskan semua barang-barang yang ada di kopernya. Ia pun keluar dari kamarnya untuk menuju ke lantai dasar. Ia memakai lift untuk turun ke lantai dasar agar tidak memakan waktu lebih banyak.
Saat di lift, kebetulan ia bertemu dengan Melitha, si anak baru yang akan membawa petaka bagi anak-anak IFA. "Hai.. Lo anak baru yaah?, yang tadi di kenalin kan sama kepala sekolah", tanya Arra polos.
"Iyah", jawab Melitha dingin. "Ohh, kenalin nama gue Arra. Kita bakalan sekelas tau", ucap Arra mengulurkan tangannya ke hadapan Melitha. Namun, Melitha hanya melirik ke arah tangan Arra. Dengan begitu saja, Melitha langsung pergi meninggalkan Arra di lift.
"Iddihh, kok dia kek sombong banget gitu siih??. Alah bodoamat laah", gerutu Arra. Arra pun mengikutinya dan sampai ke Aula A-IJAS yang begitu luas.
***BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN, DAN VOTE YAAH
I LOVE U ALL🍎❤🍎❤
OHH IYA, AKU MAU TUNJUKKIN GAMBAR SEKOLAH
SMP NEGERI 01 IJAS***
INI SERAGAM SEKOLAHNYA