
Para siswa-siswi mencoblos pilihannya masing-masing. Beberapa waktu akhirnya pemilihan Ketua A-IJAS telah selesai. Semua Siswa-siswi kembali berkumpul untuk menyaksikan siapakah yang akan menjadi ketua A-IJAS.
"Baik!!, sekarang Miss akan membacakan siapa yang akan jadi ketua A-IJAS. Ketua dan wakil di A-IJAS adalahh.....", semua siswa-siswi begitu penasaran, apakah pilihan mereka berhasil menjadi pemimpin asrama. "Adalahh...", Mrs. Irma masih mengulur waktu. "Nungguin yaaah??, hahahahah", bukannya mengucapkan siapa yang terpilih, Mrs. Irma justru malahan bercanda dengan keseriusan para Siswa-siswi IJAS.
"Yang menjadi ketua adalah Kinnara Ummiatun Asyifa. Dan wakil ketua A-IJAS adalah Raffa Imrandi Pratama, silahkan maju ke depan!. Beri tepuk tangan untuk mereka berdua!!. Luar biasa yaah, ternyata yang jadi wakil dan ketua dari 8A semua. Ohh iyah Miss mau tanya sama kalian, kenapa kalian memilih Kinnara sebagai ketua, dan kenapa kalian pilih Raffa juga?", tanya Mrs. Irma.
"Silahkan Arra, kamu yang menjelaskan selaku ketua OSIS Putri SMP NEGERI 01 IJAS. Silahkan maju ke depan", ucap Mr. Nando mempersilahkan Arra untuk naik ke panggung. Arra pun dengan hati gembira mau memberikan jawabannya. "Baik semuanya, Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh, dengan saya disini Arra Ellief Adrica selaku Ketua OSIS SMP NEGERI 01 IJAS, akan mewakili semua para siswa-siswi menjawab pertanyaan dari Miss Irma. Alasan kami memilih Raffa dan Kinnara adalah, yang pertama, Kinnara itu pemberani!!, suka menolong!!, pandai melerai setiap orang yang sedang berselisih, dan juga selalu mencapai mufakat saat melakukan musyawarah. Yang kedua, Raffa itu pandai menata ruangan di setiap tempat dimanapun ia berada, seolah-olah dia itu seperti arsitektur, dan Raffa juga paling rajin kalo soal mengerjakan tugas dan ibadah", begitulah jawaban Arra di hadapan semua orang.
"Wawww!!, penjelasan yang begitu luar biasa Arra!. Beri tepuk tangan untuknya!!. Kamu itu kayak "Sekretaris Kim Mi-So" yang ada di drakor "What's Wrong With Secretary Kim?". Miss seneng dehh punya murid yang sehebat kamu!. Ya sudah silahkan kamu kembali ke tempat kamu lagi", ucap Mrs. Irma yang tak henti-hentinya memuji kehebatan dan kepandaian Arra.
.
.
.
"Kok lo pinter banget siih Ra?. Seneng dehh gue punya temen kek lo", ucap Viola ikut memuji Arra. Pipi Arra tiba-tiba memerah, karena terlalu banyak orang yang memujinya. "Hebat lu", seru Bagus kepada Arra. "Makasiih Gus. Lo juga hebat", jawab Arra berterimakasih. Namun, di lain hati, ada saja yang membenci Arra.
"Arra hebat dehh", ucap Tiara tak sengaja, membuat Melitha seakan ingin membunuh Tiara. "Inget yah Tiara!, kita pindah kesini itu cuman mau bales dendam ke Arra, dan ngancurin semua orang A-IJAS, Paham!!!", bentak Melitha dengan nada yang begitu tinggi sehingga Tiara ketakutan.
.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 3.28 pagi. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Dennis bangun untuk melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di Masjid. Ia langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi pagi (ini mandi part 1) sebelum sholat shubuh. Setelah siap ia langsung berangkat ke Masjid terbesar di Kota IJAS.
.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 06.00, Arra sudah siap untuk berangkat ke sekolah kembali. Ini adalah hari yang baru menurutnya. Hari mandiri. Arra menutup pintu kamarnya. Ia begitu terkejut saat melihat tiba-tiba Dennis sudah ada di dekat pintu kamarnya. "Astaghfirullah hal adzmi!", ucap Arra begitu terkejut.
"Hal adzim gitu!!, hal adzmi lagi!", Dennis membenarkan ucapan Arra dengan wajah masih murung. "Ehh iyah lupa, soalnya yang bikin kaget itu Azmi, orang paling ganteng yang kekayaannya 7 turunan nggak abis-abis hehehe, cocok laah buat nikah sama gue, sama-sama KAYA", jawab Arra cengengesan. Dennis masih tak mau tersenyum mendengar candaan Arra. "Senyum dong Den. Ohh iya yaah, kan kata Tante Meina, kalo lo sedikit ajah kepalanya kena benturan langsung ilang tuhh akal sehat yaa hahaha", Arra kembali meledek Dennis, dan mencoba agar Dennis tersenyum.
"Apa!!!. Hilang akal!!!", bentak Dennis kesal. "Nggak ihh, yaudah ada apa kesini?. Mau berangkat bareng??", tanya Arra lembut. Dennis menganggukan kepalanya, namun Dennis masih memajukan bibirnya, ngambek. "Ihh udah siih Den!, nggak usah dimajuin tuh bibirr!!. Bikin gue pengin nyium ajah dehh", ledek Arra lagi.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH
DUKUNGAN KALIAN, SEMANGATKU!!
I LOVE U ALL❤🍎❤🍎