Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 74



Jam menunjukkan pukul 4 pagi. Malam yang sangat menyedihkan bagi keluarga Hardiansyah Raksawijaya. Terutama Bu Meina, orang yang paling merasa terpukul saat melihat anaknya tengah tidur di ruangan ICU dengan didampingi kabel-kabel medis.


Bu Meina berjalan pulang dari masjid yang ada di rumah sakit dan menuju ke ruangan Dennis kembali. Ia berjalan dengan tatapan kosong, sampai-sampai tak terasa kalau air matanya menetes.


Bu Meina mengingat saat anak laki-laki nya tertawa gembira, saat Dennis bahagia diterima di sekolah ternama di Kota nya, dan saat Dennis tersenyum kepadanya dan mengatakan "Bundaa.. Meskipun kadang Bunda selalu marahin Dennis hanya karena Bunda lebih sayang sama Dina, tapi Dennis janji. Suatu hari nanti Dennis bakalan membuat Ayah sama Bunda bahagia dan bangga", itulah yang dikatakannya.


Bu Meina berhenti dan menatap ruangan Dennis yang hanya terhalang kaca saja. "Dennis, Bunda sayang kamu nak. Kamu harus kuat yahh, kamu harus bisa berjuang", ucap Bu Meina dengan air mata yang masih terus mengalir.


"Tante lagi ngapain disini sendirian??", tanya Arra dan mengejutkan lamunan Bu Meina. "Ehh Arra, nggak kok, Tante nggak lagi ngapa-ngapain", jawab Bu Meina sambil mengusap air matanya meskipun masih saja air mata itu menetes di pipinya.


"Ohh yaudah, Tante yang sabar yahh. Semoga ajah Dennis bisa cepet sadar dari koma nya", kata Arra memegang pundak Bu Meina dan mengusapnya.


"Iyah, makasihh yah Raa. Tante bener-bener berterima kasih sama kamu Ra", kata Bu Meina.


"Iyah sama-sama kok Tante. Ohh iyah ada yang mau Arra tanyain sama Tante", ucap Arra. "Pertanyaan??, tanya apah??", jawab Bu Meina penasaran.


"Kemarin malem waktu di ruangan Bu Melanie, Tante sama Dokter bicara tentang Dennis tentang apa yahh??. Maaf sebelumnya, kalo boleh tau siih...", tanya Arra santai.


Bu Meina terlihat bingung dengan pertanyaan Arra. "Dijawab yang sejujurnya atau enggak yahh. Kalo misalnya aku jawab jujur nanti pasti Arra bakalan ninggalin Dennis. Tapi kalo misalnya nggak jawab jujur nanti... Ahh jawab bohong ajah dehh", pikir Bu Meina.


"Hahh??, e..enggak kok Raa. Udahlah lupain ajah, sekarang kita pikirin kondisi nya Dennis ajah yahh", jawab Bu Meina sedikit terbata-bata.


"Ohh okeii", jawab Arra. Namun, dalam hati Arra masih penasaran akan percakapan antara Bu Meina dan Dokter Melanie. "Sebenernya apa siih yang mereka bicarain??", batin Arra.


"Udah dongg... Tadi Papah malahan jadi imam di masjid rumah sakit. Ohh iyah kamu hari ini pulang atau disini ajah??", tanya Pak Adjie.


"Mendingan kamu sekolah ajah Raa... Biar Dennis Tante ajah yang jagain yahh", ucap Bu Meina saat Arra hendak menjawab pertanyaan Papahnya itu.


"Emm hari ini Arra izin masuk sekolah ajah dehh Pah. Yaa itung-itung gantian, kan dulu kata Papah waktu Arra di rumah sakit Dennis yang jagain, yaudah sekarang gantian..", jawab Arra.


"Ohh gitu yaudahh. Yang lainnya udah pada pulang yahh, yaudah kalo gitu Papah pulang yahh. Ehh Meina, Hardi udah pulang yahh??", tanya Pak Adjie.


"Udah tadi Mas waktu abis sholat di masjid depan langsung pulang katanya kasian Dina dirumah sendirian", jawab Bu Meina.


"Ohh yaudah kalo gitu, Papah pulang yahh Raa. Kalo ada apa-apa hubungi Papah. Mamah sama Aris udah pulang ke rumah katanya salam buat kamu", ucap Pak Adjie.


"Ohh oke Waalaikumsalam. Ati-ati yahh Pahh, dadahh", jawab Arra. Pak Adjie pun pulang entah menggunakan mobil atau naik kendaraan umum...


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAHH❤❤


I LOVE U ALL❤🍎