Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 78



Arra masuk ke ruangan Dennis. Ia menutup pintu ruangan itu dengan sangat pelan. Arra meneteskan air mata saat melihat Dennis yang seluruh tubuhnya dipasangi kabel-kabel medis.


Arra duduk di kursi samping ranjang Dennis. Ia memegang tangan Dennis dan mengusap ke pipi Arra. "Dennis, gue kangen sama lo. Gue kangen waktu lo gandeng tangan gue di depan temen-temen kita semua. Kenapa sekarang lo bisa kek gini siih??", ucap Arra sambil mengusap tangan Dennis yang terdapat jarum infus.


Arra mengingat saat mereka berdua berteduh bersama, bahkan yang paling membuat Arra menangis mengenang masa-masa mereka berdua adalah saat dikamar Dennis, saat pertama kali Dennis mencium Arra.


"Mau sampe kapan lo kek gini terus Den?, gue kangen sama canda tawa lo. Gue kangen sama tingkah aneh lo. Gue kangen semuanya, saat dimana kita berdua bersama-sama berteduh di poskamling. Gue kangen masa-masa itu", ucap Arra dengan air mata yang terus mengalir deras.


"Kenapa, selalu disaat kita berdua akan membuat cerita cinta, salah satu dari kita pasti mengalami suatu malapetaka?!. Apa Allah nggak pernah mau setujuin hubungan kita berdua?. Bahkan kita baru mau jadian, apalagi kalo kita nikah apa yang bakalan terjadi di antara kita Den??. Tolong lo sadar Den!, demi Tante Meina, demi Om Hardi, demi Dina Den", Arra masih belum bisa menghentikan air mata itu.


Tak lama kemudian, tiba-tiba tangan Dennis seperti bergerak perlahan. Arra terkejut melihatnya. "Denn??, Dennis??. Gue harus manggil Dokter", Arra bergegas keluar dari ruangan Dennis dan berlari mencari Dokter.


"Ada apa Ra??", tanya Bu Meina. "Tangan Dennis gerak Tante, Arra mau cari dokter dulu yahh", jawab Arra kembali berlari mencari Dokter Rio.


"Dokter... Dokter", panggil Arra. "Iyah Arra, ada apa yaa??", tanya Dokter Rio yang sedang berjalan bersama Dokter Melanie. Setelah Arra menceritakan tentang kondisi Dennis, mereka bertiga langsung berlari menuju ruangan Dennis.


.


.


.


Mereka terlihat sangat gembira. Dennis mulai membuka matanya, dia terlihat seperti orang aneh. "Mamah?", tanya Dennis. "Emm kamu manggil nya Bunda sayang, kamu inget kan?", Bu Meina membetulkan kata-kata Dennis.


"Arra??!!, kok ada lu siih disini", tanya Dennis. Arra terkejut mendengar pertanyaan Dennis. "Dennis, kok lo tanya gitu siih. Adanya gue disini ya udah pasti gue nemenin lo lahh, masa mau nagih utang siih, ngaco dehh", jawab Arra menutupinya.


"Hah!!, apaa!!, nemenin gua, nggak salah denger nihh gua. Udah dehh sekarang lu bilang sama gua kalo gua punya utang sama lu, sekarang dahh gua bayar. Nahh abis itu lu pulang yahh", ucap Dennis mengusir Arra.


"Dennis!!, kok kamu ngomong nya gitu siih!!. Nggak sopan lho, Arra kan juga kakak sepupu kamu!", tegur Bu Meina menasehati Dennis yang tiba-tiba mengatakan hal yang tidak enak didengar.


Arra bertambah kaget saat mendengar ucapan Dennis yang begitu menyakiti hati Arra. "Gue nggak butuh duit lo Den!. Gue disini cuman mau bales kebaikan lo karena dulu lo yang udah jagain gue selama gue ada di rumah sakit. Gue bukan mau minta harta lo. Yaahh, gue bakalan keluar dari ruangan lo, dan pergi dari rumah sakit ini. Maafin gue kalo gue disini malah cuma bikin kalian semuanya susah!!. Tante, maafin Arra yahh, Arra harus pulang. Jagain Dennis", jawab Arra dan pergi meninggalkan ruangan Dennis dengan penuh air mata.


"Yaudah nggak usah kebanyakan bacot!!. Pergi tinggal pergi ajah, ngoceh mulu kek Beo ajah dahh!!", Memang benar dengan apa yang dikatakan oleh dokter Melanie. Saat Dennis terbangun dari koma nya, Dennis akan mengejutkan semua orang karena sifat dan wataknya yang berbeda.


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAHH


I LOVE U ALL❤❤