
Waktu terus berjalan. Hanya kelas 8A yang ada guru nya. Suasana kelas begitu sepi, hanya terdengar suara coretan kertas. "Waktu tinggal 15 menit lagi. Ayo cepat, jawabnya jangan ngasal yaa!", ucap Bu Sherly memperingatkan.
"Dah selesai...", ucap Arra sambil berdiri untyk menyerahkan kertas kepada Bu Sherly. "Hah??. Udah Ra??", tanya Reva kaget.
"Iyah?, emangnya kenapa Rev?".
"Hah??, ya nggak siih, cuma kaget ajah, ini kan soal susah banget Ra, kok lu bisa cepet banget siih??", ucap Reva tak percaya.
"Ya iyalah Rev, kan Arra mah jagoan Matematika, nggak kayak Kuntilanak buriq itu", sindir Amel sambil melirik tajam ke arah Dona dan Meyka.
Dona yang merasa tersindir tak mau kalah juga. Ia mengerjakan tugas ulangan itu dengan sangat cepat.
Arra menyerahkan hasil ulangan itu ke meja bu Sherly. "Maaf Bu, ini saya sudah selesai". "Ya bagus, taruh disitu saja. Sudah diteliti kan?", tanya Bu Sherly.
"Sudah Bu tadi", jawab Arra sopan. "Oke pinter. Ayo yang lainnya mana?, masa baru Arra yang mengumpulkan tugas ulangannya?".
"Tapi filling saya siih yah Bu, Arra kan ngumpulin tugasnya paling pertama, nahh pasti pas pembagian hasilnya rangking terakhir deh Bu", ucap Dona dan dilanjutkan dengan tawanya.
"Enak ajah Lo!", Arra sangat kesal dengan kelakuan Dona yang makin hari semakin menjadi. Namun ia masih sabar. Tak lama kemudian, Aris, Dennis, Jino, Raffa, dan Adit selesai bersamaan dan menyerahkan bersamaan.
Bu Sherly tampak curiga dengan kelima muridnya itu. "Tunggu sebentar, kok kalian selesai sama ngumpulinnya bareng-bareng siih?. Kalian nggak contek-contekan kann??", tanya Bu Sherly curiga.
Mereka tampak gelagapan dengan pertanyaan Bu Sherly. "Nggak kok Bu, kita selesai sama-sama karena dari tadi kita itu serius Bu, nggak cerita terus seperti yang lainnya Bu", jawab Dennis santai.
"Ohh iyaiya. Oke yang sudah selesai mengerjakan ulangan dan mengumpulkannya boleh keluar", Aris tampak kegirangan. "Berarti boleh ke kantin dong Bu?", tanya Raffa gembira. "Ya boleh lah Raffaa. Emangnya Kantin ada di dalem kelas apa?", jawab Bu Sherly.
Beberapa waktu kemudian, hanya tersisa Chika, Bagus, Dona, Meyka, Nico, dan Evan yang belum selesai mengerjakan ulangan tersebut.
"Ayo kumpulkan sekarang juga!".
"Tapi Bu, kita belum selesai mengerjakannya Bu". jawab Evan gelagapan.
"Lahh dari tadi ngapain ajah?. Makanya jangan mainan terus, kerjakan yang bener. Pokoknya sekarang harus dikumpulkan. Tidak ada tapi-tapi!", ucap Bu Sherly.
"Ya siap Bu", jawab Bagus. Dan mereka ber-6 pun keluar dari kelas mereka. "Huh akhirnya selesai juga yah Yang. Sumpah capek banget dehh", ucap Bagus kepada Chika. "Hah??, apaa???. Nggak salah denger gue, lo manggil gue apa tadi??", jawab Chika yang lupa dengan status hubungan mereka.
"Ayang". "Ayang??, emang kita udah pacaran yaah?", tanya Chika polos. "Haduhhh!!Chikaa Chikaaa. Lu udah lupa yahh, dasar pikun lu, tapi gua sayang siih", jawab Bagus sambil menepuk dahinya.
Chika melongo tak paham dengan perkataan Bagus. "Gimana yaa, supaya Chika itu inget kalo gua itu pacar dia. Haaa, ahaa. Ohh iya kan gua pernah ngasih kalung persahabatan buat dia", pikir Bagus sejenak.
"Lu inget ini nggak??", tanya Bagus sambil menunjukkan kalung yang ada di leher Chika tersebut. Chika meraba-raba kalung itu, dan mencoba mengingatnya. "Ohh iya yahh, kan kita pacaran yahh", jawab Chika sambil tersenyum polos.
Bagus menepuk dahinya. "Duhh, pacar gua oon banget dehh, tapi siih gua sayang sama dia", batin Bagus.
Pindah ke Dennis dan Arra...
Seperti hari-hari biasanya, Arra dan Dennis menuju ke kantin dengan bergandengan. Siswa dan siswi lainnya yang melihat hal itu merasa sudah biasa. Mereka berdua terkenal sangat dekat, bahkan mungkin sulit untuk dipisahkan.
"Ra, menurut lu tadi itu soalnya susah nggak siih??". "Nggak siih, kan gue mahh udah belajar, jadinya kek gampang gitu lahh", jawab Arra sambil tertawa.
"Sombong amat lu!", ucap Dennis. Mereka berdua terus bercanda. "Ehh Ra, besok kan libur yahh, lu mau nggak ikut gua?", pinta Dennis. "Ikut kemana?", tanya Arra terlihat serius. "Ke lapangan, gua mau main sepakbola, ada Aris sama Raffa ini lahh. Yahh plisss, demi gua Ra", jawab Dennis memohon-mohon agar Arra mau.
"Emmm, ya deh okee", ucap Arra. "Yesss. Nahh gitu dongg, baru sahabat gua yang paling baikk", kata Dennis kegirangan. Namun tak sengaja, saking bahagianya ia sampai memeluk Arra.
"Duhh, Arra ngapain siih sampe peluk-peluk ginii. Gue kan jadi deg-degan gini. Aduhh pokoknya gue nggak boleh sampe pingsan cuma gara-gara dipeluk sama Dennis", batin Arra gembira.
Beberapa waktu berlalu, karena para guru-guru merasa murid-muridnya sangat berisik, akhirnya mereka memutuskan untuk semuanya boleh pulang ke rumah. Semua siswa dan siswi pun pulang ke rumah masing-masing.
***BERSAMBUNG.....
SEGINI DULU YAA❤.
JANGAN LUPA LIKENYA, VOTENYA JUGA LAHH. KALO MAU KOMEN, SILAHKAN💯.
I LOVE U ALL❤❤😘😘😍🌹***