
"Oke anak-anak, pelajaran untuk hari ini kita sudahi yaa. Sekarang kita berdoa dahulu dipimpin oleh ketua kelas, setelah itu kalian boleh pulang. Yang mau ekstrakurikuler silahkan.", Ucap Ibu Guru mengahiri pelajaran di hari itu.
Setelah berdoa selesai, para siswa pergi meninggalkan sekolah mereka. Di depan gerbang sudah berdiri dua orang siswa, yang tidak lain adalah Dona dan Meyka.
Chika sudah pulang dari tadi bersama Bagus. "Meyka, gue punya rencana hihihi", ucap Dona jahat.
"Rencana gimana Don?", tanya Meyka. Dona pun membisikkan sesuatu ke telinga Meyka.
"Emangnya itu nggak berbahaya sama kita berdua Don", tanya Meyka ragu-ragu. " Lo tenang ajah, semua bakalan gue atur oke", jawab Dona.
.........
Setelah Dennis dan Arra selesai ekstrakurikuler, mereka pun berjalan pulang. Sayangnya baru beberapa langkah, tubuh mereka basah diguyur hujan yang sangat deras.
"Yahh, ujan lagi. Kita berteduh ke situ yuk", ajak Dennis ssmbil menuju ke gubuk kecil. "Duhh dingin banget yah", ucap Arra kedinginan.
Dennis memegang tangan Arra, dia kaget karena tangan Arra sangatlah dingin. Lalu Dennis mencopot jas seragam sekolahnya.
"Lo mau ngapain Den, jangan macem-macem yah, awas kalo lo macem-macem", Arra takut Dennis berbuat yang tidak-tidak terhadapnya.
"Udah lu tenang ajah, gua nggak mungkin lah mau nglakuin itu, lagian kan ini tempat umum, ntar kalo ketauan gimana", jawab Dennis, sambil memasangkan jas itu ke badan Arra.
Karena Arra masih terlihat kedinginan karena hujan sangat lebat yang disertai angin kencang, Dennis pun memeluk Arra.
"Hah, gue nggak mimpi kan. Masa Dennis peluk gue siih, duhhh hati gue mau copot nihh", gumam Arra dalam hati. Namun dia juga merasakan detak jantung Dennis yang juga berdetak kencang.
"Huhh, gua gimana nihh. Kayaknya Arra bisa ngerasain detak jantung gua yang kenceng dehh. Pasti Arra ntar bakalan mikir yang nggak-nggak lagi", gumam Dennis dalam hati pula.
Hujan turun sangatlah lama, sehingga membuat Dennis dan Arra tertidur. Mereka bangun dalam keaadan hari yang sudah sore.
Akhirnya pun mereka berdua pulang dengan langkah cepat. Setelah sampai di depan rumah, Dennis pamit kepada Arra.
Di depan rumah Arra sudah berdiri dua orang laki-laki. Mereka adalah Pak Adjie (Papahnya Arra&Aris) dan Aris. Pak Adjie seperti akan marah karena anak perempuan nya pulang sore dan bersama seorang laki-laki.
"Kok jam segini baru pulang?, dari mana ajah?", tanya Pak Adjie sambil memperlihatkan jam tangannya. "Abis Ekstrakurikuler Bulutangkis Pah", jawab Arra santai.
"Ehh Papah jam tangannya baru yahh?", Tanya Arra mengalihkan pembicaraan nya. "Hah, iya nihh, baru beli tadi. Makasii yah uangnya Ra", jawab Pak Adjie.
Arra pun masuk ke rumah dengan santai. Ia berhenti sejenak di hadapan Aris. "Awas ajah lo hahahah", ledek Arra.
Bu Meina memperbolehkan Dennis masuk ke rumah, karena dia juga melihat Arra baru pulang.
.........
Hari sudah malam, setelah Arra selesai makan malam bersama keluarganya, dia pun naik ke lantai 4 atau lantai pribadinya.
"Gue bener-bener seneng banget hari ini ahh. Gue pengin ngulangin kejadian tadi dehh, yang waktu Dennis itu peluk guee haaaaaa", ucap Arra berbicara sendirian.
Di rumah Dennis.
Sama halnya dengan Arra, Dennis pun sedang memikirkan kejadian sore tadi dengan Arra di gubuk kecil.
"Awal yang baik, tapi kok feeling gua nggak baik yah. Ahh moga nggak ada apa-apa lah", Dennis memiliki feeling yang tidak baik.
Dennis memikirkan Arra sampai tertidur pulas. begitu juga dengan Arra, dia sudah tidur dengan sangat nyaman.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Vote ya Gengs😜❤
Jangan lupa like and komen😉😊
Maaf kalo ada typo dan nama yang sama😁