Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Tak Di Sangka



Sedangkan Ita, ia merasakan bila akan terjadi hal yang membahayakan. Apa dan pada siapa?


...----------------...


"Tidak apa-apa, tante sudah bisa menerima semuanya. Justru tante merasa lega, bisa terlepas dari pria itu. Pria yang temperamennya benar-benar tidak bisa di kendalikan, daripada tante harus kehilangan nyawa di tangannya. Paman Adam, meminta tante untuk menceraikannya. Tante pikir, itu adalah jalan terbaik demi menjaga fisik dan juga kewarasan tante." jawab Salma


"Tante Salma...." panggil Kira, Salma menoleh dan menatap Kira.


"Kenapa?" tanyanya


"Apa tante tidak tau, kalau tante sekarang sedang berbadan dua?" tanya Kira to the point, Ita dan yang lain serempak menatap Kira tak percaya.


"Hah? Berbadan dua?" tanya Salma yang masih belum mencerna kata-kata Kira, tak lama ia membulatkan kedua bola matanya.


DEG


Salma terkejut bukan main, berbadan dua itu hamil kan?


"A apa? Ka kamu jangan asal bicara?" tanya Salma dengan jantung berdebar kencang.


"Apa setelah tante melihat, apa yang terjadi semalam. Menurut tante, Kira hanya berbicara omong kosong?" tanya Kira, Salma susah payah menelan saliva nya. Tidak mungkin, Salma menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.


Tak lama, ia memegang perut dan mengusapnya. Salma meneteskan air matanya, antara senang dan juga sedih. Ia tak mau bila harus kembali dengan suami psikopatnya, setiap hari hanya perlakuan kasar yang ia terima.


'Bagaimana ini? Aku tidak mau anak ini yang akan menjadi korban keberingasan ayahnya.' gumam Salma dalam hati


Ita yang seolah ikut merasakan apa yang di rasakan Salma, langsung memegang tangannya bersamaan dengan Kira.


DEG


Ita dan Kira refleks melepaskan pegangan tersebut dan saling tatap, mengejutkan semua orang yang ada di ruangan tersebut.


"Paman dan tante, apa mereka sudah lama pulang ke rumahnya?" tanya Kira dengan suara bergetar, begitu juga dengan Ita


"Ada apa?" tanya Salma ikut panik


"Ada apa dengan kalian?" tanya Syahid dan Sahin


"Paman dan tante dalam bahaya, ternyata pelaku pembakaran itu adalah calon mantan suami tante Salma. Dan hari ini ia ingin menghabisi nyawa paman Adam dan tante Safa, karena ia pikir mereka yang membuat tante Salma menceraikan dirinya." ucap Kira terburu-buru


Salma semakin terkejut, ia menggelengkan kepalanya.


"Tidak, itu tidak boleh sampai terjadi. Kenapa ia tidak sadar, dengan kesalahannya sendiri?" ucap Salma dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya, anjaaayyy Kahitna๐Ÿ˜†


"Kita harus segera menyelamatkan mereka, waktu kita tidak banyak." ucap Ita dengan memegang dadanya, ia merasakan sesak. Ia melihat tante Safa di cekik oleh pria itu, dan paman Adam yang sudah tak sadarkan diri karena di tusuk perutnya.


Kejadian ini, pasti tidak lama lagi akan benar-benar terjadi.


Syahid dan Sahin, sempat terdiam


"CEPETAN WOYY!!" bentak Maya, menyadarkan kedua saudara kembar tersebut.


"Kamu di sini saja, aku takut kamu tidak sadarkan diri saat bertemu dengan pelaku." titah Syahid, Ita menggelengkan kepalanya


"Please, ini bukan waktunya untuk berdebat. Bukankah tadi kamu bilang, bila waktu kita tidak banyak?" ucap Syahid lagi, ia menghapus air mata yang menetes di pipi Ita. Ita pun mengangguk pada akhirnya


"Tolong hubungi paman Yanto, minta ia segera ke rumah Raka. Kami pergi dulu, berhenti menangis. Kamu harus berani, ok." Ita menganggukkan kepalanya lagi


PLOP


Mereka berempat menghilang, bersamaan dengan Santo dan yang lainnya masuk. Mereka yang melihat terdiam mematung di depan pintu, apa mereka sedang bermimpi?


"Kenapa bukannya masuk, malah negojogrog di situ. Kita mau lewat, malah ngalangin jalan." ucap Rio yang ada di belakang


"Kalian kenapa? Kaya habis liat setan aja?" tanya Dena, ia pun melewati teman-temannya. Saat Dena melihat Ita, ia terkejut dan bergegas mendekatinya.


"Teteh kenapa?" tanya Dena khawatir, Ita menggelengkan kepalanya sembari menghapus air matanya.


Ita segera mengambil ponsel dan menghubungi Yanto, 2 kali panggilan baru di angkat.


'Assalamu'alaikum Ta, ada apa? Maaf, tadi paman sedang briefing mengenai insiden kebakaran di rusun.' tanya Yanto dan ia pun menjelaskan alasannya terlambat mengangkat panggilan tersebut.


"Wa'alaikum salam Paman, Ita tau pelakunya dan sekarang ia sedang menuju rumah teman Ita. Double twin sudah di sana, paman segera ke sana." ucap Ita dengan suara bergetar


'A apa?' tanya Yanto terkejut, karena ia baru saja mendapatkan bukti. Bila kebakaran tersebut, merupakan kesengajaan. Bukan karena instalasi listrik ataupun penghuni yang lupa mematikan kompor, namun mereka menemukan barang bukti berupa kompan bekas bensin dan juga korek api.


"Paman, sebaiknya segera menyusul." ucap Ita, Yanto tersadar


'Baik, jangan di matikan. Paman akan segera ke sana, berapa orang pelakunya?' tanya Yanto, ia pun mengerahkan anak buahnya. Anak buahnya yang sudah tau, bagaimana kehebatan keluarga Zandra.


"Satu paman, dan kini ia berencana untuk memb*nuh kedua orang tua teman kami" jawab Ita


'APA?! Alamatnya?' tanya Yanto


Ita menanyakan alamat tersebut pada Salma, Yanto segera bergerak.


"Di jalan xxx, perum xxx" ucap Salma


'Bagaimana kamu bisa mengetahui bila dia adalah pelakunya?' tanya Yanto lagi


Ita pun menceritakan apa yang terjadi padanya, ia seolah lupa. Bila di ruangan itu, ia tidaklah sendiri. Berbagai ekspresi tentunya, terpampang jelas di wajah orang-orang yang ada di ruangan tersebut.


Yanto mengendarai mobil, sembari dengan seksama mendengarkan cerita Ita. Tak ada alasan, untuk ia tak mempercayai cerita calon keluarga Zandra tersebut.


'Apakah kedua temanmu sudah siuman?' tanya Yanto, setelah Ita selesai bercerita


"Ita belum tau paman, Ita belum ke ruangannya. Nanti Ita akan mengabari paman lagi, setelah Ita melihat kondisinya." jawab Ita


'Baiklah, paman sudah mau sampai. Kalau begitu kita akhiri panggilan ini, jangan lupa kabari paman saat temanmu telah siuman. Karena kita butuh kesaksian mereka. Assalamu'alaikum.'


"Wa'alaikum salam" Ita pun mematikan ponselnya dan menghembuskan nafas lega, Syahid dan yang lain pasti tidak apa-apa. Karena polisi sudah tiba di sana, lambat laun Ita mulai mensyukuri kelebihan yang ia terima.


'Semoga belum terlambat' ucap Ita dalam hati


"Teh?" panggil Dena lagi


"Astaghfirullah, eh... maaf maaf. Tadi aku tidak fokus, kalian hendak menengok Raka?" jawab Ita seraya balik bertanya


"Iya, ada apa sebenarnya teh?" tanya Dena, Ita menatap Dena


"Bukankah tadi kamu sudah mendengar semuanya" jawab Ita, Dena mengangguk


"Apa yang teteh ceritakan tadi itu benar?" tanya Rio, Ita mengangguk


"Teteh melihat pelaku yang melukai kedua teman kita?" tanya Dika, Ita kembali mengangguk


"Dan yang teteh maksud hendak memb*nuh kedua orang tua teman kita, apa itu maksudnya kedua orang tua Raka?" tanya Santo, Ita lagi-lagi menganggukkan kepalanya


"Kenapa bisa saling berhubungan seperti ini? Pelakunya adalah suami dari tantenya Raka?" tanya Ica, Salma hanya memalingkan wajah nya ke arah lain


...****************...


...Happy Reading all๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


...