Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Keterkejutan Ita



"Bagaimana kondisi Ita, oma?" tanya Syahid khawatir, begitu bel sekolah berbunyi. Syahid bergegas pulang terlebih dahulu, meninggalkan yang lainnya.


Syahid menggunakan motor Sahin, dan Sahin menggunakan mobil. Maya, Kira dan Dena tentunya ikut Sahin. Karena sudah bilang akan pulang bareng dengan twin prince, sehingga mereka tidak minta untuk di jemput.


"Alhamdulillah, Ita sudah lebih baik." jawab Yumi, ia menghembuskan nafas panjang


"Ada apa? Apa yang di katakan oleh Maya dan Kira benar?" tanya Syahid, Yumi mengerutkan dahinya. Ia pun menatap Syahid heran


"Memang apa yang di katakan oleh kedua saudarimu?" tanya Yumi balik


"Mereka bilang, bila sakitnya Ita ada hubungannya dengan insiden kebakaran di rusun dini hari yang terjadi hari ini. Mereka menebaknya seperti itu, karena ketika demam Ita semalam berbarengan dengan insiden tersebut." jawab Syahid, Yumi terdiam. Tak lama Yumi menganggukkan kepalanya, Syahid langsung merasa sesak.


"Kenapa harus Ita, oma? Dia pasti terkejut dengan apa yang ia dapatkan, apa ia bisa menanggung semua ini?" tanya Syahid, ia pun menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ia tak sanggup bila harus melihat sang kekasih, merasakan kesakitan seperti ini lagi. Ini saja sampai 3 hari, Ita menahan sakitnya.


"Allah memberikan kemampuan, tentunya sudah tau bila Ita mampu bang. Ini adalah kali pertama, sehingga kita semua bingung dengan apa yang terjadi bukan? Dan bila ke depannya terjadi lagi hal yang sama, setidaknya kita bisa tau dan mencari apa penyebab Ita bisa seperti ini. Ita sakit selama 3 hari, itu artinya kita di beri waktu selama itu untuk mencegah insiden besar seperti hari ini atau setidaknya meminimalisir korban." ucap Yumi


"Seandainya kita tau bila sakit Ita adalah sebuah petunjuk, sudah di pastikan kita bisa mencegah insiden ini terjadi. Ita juga melihat bila dua teman sekelasnya, menjadi korban penusukan oleh pelaku yang sengaja membakar rusun tersebut. Apa itu benar bang? Apa benar teman sekelas kalian yang bernama Lucky dan Bastian adalah korban tersebut?" tanya Yumi


DEG


Syahid langsung menegakkan tubuhnya dan menatap sang oma, sedetail itukah?


"Benar oma, Lucky saat ini koma dan Bastian belum sadarkan diri." jawab Syahid


"Innalillahi wa innalillahi rojiun, bisa sampai sedetail itu? Ita bilang, bila alasan kedua teman kalian jadi korban. Adalah karena mereka melihat pelaku pembakaran tersebut, ya Allah." ucap Yumi, jantungnya berdebar. Semoga dengan kemampuan Ita, tidak ada hal buruk yang akan terjadi lagi ke depannya.


"Assalamu'alaikum" salam Maya dan yang lain


"Wa'alaikum salam, kalian sudah sampai?" Maya dan yang lainnya mengangguk, satu per satu mencium punggung tangan Yumi.


"Teh Ita bagaimana, oma?" tanya Kira


"Tetehmu sudah baik-baik saja, sepertinya sebentar lagi juga bangun." jawab Yumi, baru aja Yumi selesai berbicara. Turunlah Ita, dengan kondisi yang lebih segar. Seolah tidak terjadi apapun sebelumnya, tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit sama sekali.


"Kalian sudah pulang?" tanya Ita berbinar, ia merasa senang melihatnya.


"Assalamu'alaikum" terdengar banyaknya orang di luar


sana


"Wa'alaikum salam"


"Mereka sudah sampai" ucap Dena


"Siapa?" tanya Yumi dan Ita


"Teman-teman sekelas, mereka bilang ingin menengok teh Ita. Karena sudah 3 hari tidak masuk sekolah." jawab Maya, Ita tersenyum.


"Persilahkan mereka masuk, kalian kumpul di gazebo taman belakang saja. Biar lebih leluasa ngobrolnya, oma akan meminta tolong pada mbak untuk membawakan minuman dan cemilannya." titah Yumi


Kira dan Maya pun mempersilahkan mereka masuk, teman sekelas menyalami Yumi. Setelahnya, Kira dan yang lain membawa teman sekelasnya untuk ke taman belakang.


.


.


"Gila sih ini, rumahnya guede buanget." celetuk Miko


"Serasa masuk ke istana presiden ya." sela Sasa


"Emang lu pernah ke sana?" tanya Ica


"Ck, dasar penyedap rasa lo. Generasi micin" gerutu Ica, mereka pun tertawa


"Teh, kita cuma bisa bawain ini. Emang ga seberapa sih, tapi jangan di liat dari harganya ya. Liat aja dari niat baik kita." ucap Rio, seraya memberikan sebuah parsel buah yang cukup besar.


"Kenapa harus merepotkan kalian seperti ini, dengan kalian datang untuk menemui ku saja. Aku sudah senang, terimakasih." jawab Ita tersenyum, Syahid menerima parsel tersebut.


"Bagaimana kondisimu sekarang teh?" tanya Ica


"Alhamdulillah, aku sudah sangat baik hari ini. Besok juga aku sudah bisa masuk sekolah lagi, ini semua berkat do'a kalian semua." jawab Ita, namun matanya menelisik seolah sedang mengabsen mereka.


"Cari siapa?" tanya Maya


"Lucky sama Bastian mana?" tanya Ita dengan wajah was was


Syahid terdiam, sedangkan teman-temannya yang lain langsung memasang wajah sendu.


"A ada apa? Me mereka berdua baik-baik saja kan?" tanya Ita lagi, kini ia benar-benar semakin takut. Takut, bila apa yang ia lihat di dalam mimpi adalah sebuah kenyataan.


Karena tidak ada peringatan sebelumnya, Miko menjawabnya dengan apa adanya.


"Mereka kini di rawat di rumah sakit teh, Lucky koma dan Bastian masih belum sadarkan diri." jawabnya


DEG


Ita langsung memegang dadanya, Syahid pun langsung memeluk tubuh Ita dari samping.


"Mereka baik-baik saja, kamu taukan Lucky dan Bastian merupakan anak-anak yang sangat aktif dan ceria di kelas kita. Percayalah, mereka akan segera sembuh dan kembali berkumpul bersama kita lagi." hibur Syahid, hal itu membuat bingung Kira dan yang lainnya.


"Jadi apa yang aku lihat itu benar, seandainya aku tau bila itu merupakan firasat. Aku pasti akan menghentikan mereka bee, mereka bisa terhindar dari insiden itu." ucap Ita mulai histeris


"Maaf, maafkan aku" ucap Ita merasa bersalah, ia menangis dalam pelukan Syahid


"Shhh... semua adalah takdir Allah sayang, ini bukan salahmu. Kita kan tidak tau, bila ternyata mimpimu adalah sebuah firasat. Tenanglah sayang, aku mohon. Istighfar" hibur Syahid, namun ternyata ini merupakan tekanan yang cukup besar untuk Ita.


Nafas Ita mulai tersengal, ia merasakan sesak. Seolah dadanya, di tindih oleh batu besar.


"Sayang, tenanglah. SAYANG" Ita tak sadarkan diri, yang lainnya pun ikut panik.


Syahid segera mengangkat Ita dan membawanya ke dalam rumah.


"Abang, ada apa dengan Ita?" tanya Yumi yang berpapasan dengannya


"Nanti abang jelaskan oma" jawab Syahid seraya terus berjalan ke kamar.


Teman-teman sekelas yang lain, berdiri dari duduknya.


"Apa yang terjadi dengan teh Ita?" tanya Ica


"Apa aku salah bicara? Bagaimana ini?" tanya Miko cemas


Kira, Maya, Sahin dan Dena diam saling tatap.


"Kalian tidak salah, kondisi teh Ita yang masih belum baik-baik saja. Sehingga ia terkejut mendengar kabar Lucky dan Bastian" jawab Dena


Syahid kembali ke taman belakang, menemui teman-temannya. Setelah berbicara dengan sang oma, Syahid setuju untuk memberitahukan kelebihan apa yang di miliki oleh keluarga Zandra. Walau sebenarnya, hal ini sudah bukan rahasia lagi.


...****************...


...Happy Reading all😍😍😍...