Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Akhir dari Musi dan Gayatri



Sedangkan di kamar keempat gadis itu, aa dan dede muncul dan kini berdiri di samping Syahid dan Sahin dengan gagahnya. Aa dan dede merasakan kemarahan luar biasa pada diri Syahid dan Sahin, mereka mendekatkan kepalanya pada tangan Syahid juga Sahin.


DEG


Lambat laun, amarah itu berkurang.


'Kendalikan amarah kalian, sebaiknya kita segera menyusul dan menemukan mereka. Sebelum terlambat...' ucap aa


"Apa maksudmu dengan terlambat?" tanya Syahid dengan hati yang tidak karuan


'D*kun itu berniat menyet*buhi Ita, demi memulihkan tenaga dalamnya dan menumbalkan Dena untuk kesempurnaan kekuatannya.' jawab dede


BRUAK


Kini Syahid yang mengamuk, tubuhnya di penuhi aura biru kemerahan. Lensa matanya pun berubah menjadi warna merah, Aa dan Dede saling tatap.


Ini tidak baik-baik saja, mereka harus segera membawa Syahid keluar dari hotel ini. Bila tidak, maka bisa saja amarahnya menghancurkan setengah dari hotel ini.


Aa dan dede pun, langsung berubah menjadi sosok manusia dan membawa Syahid pergi dari ruang tersebut. Mereka pun kini muncul di sebuah hutan, dan tak lama benar saja.


AAAAAGGGGHHHHTTT


Syahid tak bisa mengontrol kekuatannya, seperti yang terjadi pada Kira. Namun, ini 5 kali lebih dahsyat kekuatannya, gelombang yang keluar pun membuat para binatang di hutan itu terkejut berlarian. Begitupun dengan burung-burung yang langsung berterbangan tak tentu arah, pohon pun ada beberapa yang tumbang.


Tak lama, datang Sahin. Ia terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia tak menyangka bila abangnya, mempunyai kekuatan sebesar ini.


"Bagaimana bisa?" tanya Sahin


'Segel pengikat Syahid terbuka karena angkara murka, kita harus bisa menghentikannya. Bila tidak, bukan hanya dia yang akan terkuras habis tenaganya. Bisa-bisa kekuatan alam di sini, akan ia serap habis.' jawab Aa


DEG


Dan tanpa mereka sadari, rumah yang menjadi tempat bersembunyi Musi dan Gayatri ada di hutan itu. Mereka pun merasakan getaran dan juga hentakan dari kekuatan Syahid.


"UHUK" Musi kembali terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, sedangkan Gayatri merasakan bila susuk di tubuhnya langsung terlepas begitu saja. Lambat lan tubuhnya pun berubah, kulit yang berubah menjadi keriput, wajah yang menghitam.


Dengan kondisi bergetar, Gayatri mengangkat kedua tangannya. Dia membolak balikkan tangannya yang ikut bergetar, ia tak terima dengan apa yang sedang terjadi di hadapannya. Perubahan drastis pada tubuhnya, kedua matanya membola.


"Mbah.. a apa ini? Kenapa dengan tubuhku, apa yang terjadi?" tanya Gayatri dengan suara yang bergetar juga


Musi yang tadinya fokus pada rasa sakit, yang ia rasakan. Mengalihkan tatapannya, namun tangannya masih memegang dadanya yang sakit, bahkan semakin sakit.


Jangankan Gayatri, ia pun terkejut dengan perubahan pada tubuh perempuan itu. Bagaimana bisa, perubahan pada bentuk tubuh Gayatri begitu cepat? Jangan-jangan rasa sakit di tubuhnya juga, penyebabnya sama dengan apa yang terjadi pada Gayatri.


Ia langsung menatap tubuh Ita, yang kini tengah tak sadarkan diri. Bersebelahan dengan Dena, yang sama-sama tak sadarkan diri. Musi bersusah payah untuk bangun, ia berniat akan melakukan ritual itu sekarang. Ia menatap lapar tubuh Ita, karena perut mulusnya terlihat. Akibat baju yang di pakainya, sedikit tersingkap ke atas.


Saat Musi, mencoba untuk mengerahkan kekuatannya yang tinggal sedikit lagi. Agar bisa mengangkat tubuh Ita, dan ia bawa masuk ke dalam kamar. Saat itu juga Syahid dapat merasakannya, ia menoleh dengan tatapan tajam yang masih memiliki lensa berwarna merah. Seperti pemeran utama film FLASH, Syahid menghilang dengan cepat. Sehingga mengejutkan aa dan dede, juga Sahin yang tengah berbicara.


'Gawat, kejar dia' ucap dede sedikit berteriak


Aa dan dede kembali merubah wujudnya menjadi singa dan harimau, ia juga mencoba mengejar Syahid. Sedangkan Sahin hanya bisa menyusul saat Syahid sudah berada di tempat tujuannya, sehingga ia tau kemana tujuan sang abang.


BRUAK


Bukan pintu yang hancur, namun salah satu dinding rumah itu yang hancur. Hal itu mengejutkan Musi dan Gayatri, mereka berdua membulatkan kedua bola matanya. Musi tak menyangka bocah ingusan itu sampai ke sini, dan parahnya lagi aura yang mengelilingi bocah itu sangat menakutkan. Jujur, kali ini ia bisa merasakan tekanan yang sangat hebat akibat kekuatan yang keluar dari sekeliling tubuh Syahid.


Ia memerintahkan semua peliharaannya, untuk menyerang Syahid. Namun, hanya dengan kibasan. Ke enam makhluk yang sempat menyerang Maya dan Kira, juga makhluk yang sama membawa Ita dan Dena. Langsung musnah tak berbekas, mereka menjadi abu karena terkena cahaya yang keluar dari tubuh Syahid.


Aa dan dede telah tiba di sana, ia mencoba berbicara pada Syahid agar mengontrol amarahnya. Namun, karena Syahid melihat Ita yang tak sadarkan diri dan juga kondisi bajunya yang tersingkap. Membuat Syahid semakin murka, ia langsung mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan tangan tersebut pada Musi.


BUGH


BRUAK


BUAGH


Syahid menoleh ke arah sebelah kanannya, ia yakin bila wanita yang berubah wujud jadi tua adalah Gayatri. Syahid mengangkat tangannya dan mengarahkan tangan tersebut pada Gayatri, tubuh Gayatri


terangkat.


"Aakkhh" Gayatri memegang lehernya, rasanya sesak dan sakit. Ia tertolong karena Syahid, merasakan ada gerakan pada Musi. Tangan Syahid pun langsung turun, sehingga tubuh Gayatri pun terjatuh ke lantai. Ia terbatuk, tubuhnya benar-benar terasa sangat lemah.


Saat Syahid hendak kembali menyerang Musi, aa dan dede menahannnya. Mereka benar-benar takut, bila Syahid akan kalah dengan amarahnya dan menyebabkan dirinya melupakan siapa dirinya.


Aa menotok titik di tengkuk dan juga punggung atas Syahid, sehingga membuat Syahid terkejut dan tak lama tubuhnya terkulai lemas. Ya, Syahid tak sadarkan diri. Begitu juga dengan Musi, sepertinya bukan hanya tenaga dalamnya yang hilang. Tubuhnya sudah di pastikan, akan lumpuh seumur hidup.


Sahin pun akhirnya sampai di rumah gubuk tersebut, ia terkejut saat melihat keadaan seorang wanita yang tengan menjerit histeris. Karena tubuhnya yang semakin mengkerut, seolah ada sesuatu yang menyerap energinya. Sampai kulit wanita itu menempel dengan tulangnya, bola matanya pun melotot hampir keluar.


Lama-lama suara teriakannya hilang dan ia menghembuskan nafas terakhirnya, dengan kondisi lidah menjulur keluar dari mulutnya.


"Innalillahi wa innailaihi rajiun" ucap Sahin ngeri, ia menoleh ke sisi lain. Di sana ia bisa melihat Ita dan Dena yang masih tak sadarkan diri, Sahin menghembuskan nafasnya lega. Karena apa yang di katakan aa dan dede, tidak sampai terjadi.


'Sahin bantu aku membawa abangmu, biar kami yang membawa mereka.' titah aa


Sahin yang mendengar suara langsung mengalihkan kembali tatapannya, ia tertegun sebentar melihat abangnya yang sedang tak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi a?" tanya Sahin sembari mengambil alih memapah Syahid


'Kami harus mengehentikannya secara paksa, sebaiknya kita segera pergi dari sini.' jawab dede


"Bagaimana dengan mereka?" tanya Sahin menatap Gayatri dan Musi


'Tak ada yang


bisa kita lakukan, itu akibat dari kelakuannya sendiri. Biarkan Allah yang menghukum mereka, alam pun akan menolak keberadaan jasad mereka. ' jawab aa


'Tolong naikkan tubuh mereka ke atas punggung kami,' titah aa, seraya menatap


Ita dan Dena


Sahin mengangguk dan menaruh Syahid sebentar di lantai, ia memejamkan matanya sejenak untuk membenarkan baju Ita yang tersingkap sedikit. Lalu ia menaikan tubuh Ita dan Dena, ke atas punggung aa dan dede. Sahin kembali memapah tubuh Syahid, lalu berjalan mendekati aa dan dede.


Mereka kembali menggunakan teleport, untuk kembali ke hotel.


...****************...


Hahhhh.... bagaimana dengan Rumah Darmo??


Jangan lupa senggolannya


Like


Komen


Vote


Gift


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’ž...