Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Ria dan Asep



"Sudah kuduga" ucap Maya, seraya melirik pada Kira. Begitu pun dengan Kira yang melirik Maya, sedangkan Arumi hanya menatap datar Ria dan Asep seperti biasanya.


"Mau pada kemana?" tanya Ria SKSD, Maya dan Kira memutar malas bola matanya tanpa mau menjawab.


"Mereka siapa Rum?" tanya Ria


"Orang yang nempatin villa a Reksa" jawab Arumi singkat


"Ko kamu bisa kenalan sama mereka? Kenapa ga ajak-ajak aku? Mereka pasti dari kota, kenalin aku Ria. Sepupunya Arumi" ucap Ria, seraya mengulurkan tangan kanannya pada Maya dan Kira. Namun sayang, mereka berdua hanya diam.


"Cih, sombong" gumam Ria kesal, seraya menurunkan kembali tangannya. Bukan sombong, tapi Maya dan Kira tau. Mana yang tulus dan mana yang bulus.


Sedangkan Arumi diam, pura-pura tidak melihat keberadaan pria yang bersama Ria. Dia benar-benar merasa sangat risih, dengan tatapan Asep sejak dulu. Tatapannya, seolah tengah menelanjangi dan ingin menelan dirinya.


"Jaga lu punya mata" bentak Maya, Asep terkejut dan mengalihkan tatapannya pada Maya dan Kira. Emang dasar b*jingan, ia melihat Maya dan Kira dengan tatapan mesum.


"Menjijikan" desis Kira, Ria pun menoleh dan mengerutkan dahinya.


"Ngapain a Asep di sini?" tanya Ria


"Aku hanya ingin menyapa Arumi dan kedua temannya" jawab Asep dengan suara di buat sensual


Bukannya tersepona, Arumi, Maya dan Kira malah merasa merinding di sekujur tubuhnya.


"Tinggalkan mereka, ayo Rum. Waktu kita tidak banyak" ucap Maya seraya menarik tangan Arumi, Kira pun segera mengikuti dari belakang. Namun, baru selangkah Kira berjalan. Dengan kurang ajarnya, Asep langsung memegang pergelangan tangan Kira.


DEG


Kira pun refleks menepis tangan tersebut dengan kasar.


"DASAR LELAKI B*JAT" maki Kira, saat tadi ia melihat bayangan-bayangan masa lalu Asep.


Asep tersentak kaget dengan makian wanita di depannya, begitu juga dengan Ria. Maya dan Arumi menghentikan langkahnya, mereka berbalik dan melihat Kira kini tengah memasang wajah marah dan juga.... jijik. Aku jijik mas๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


"Cih, kalian berdua sama-sama menjijikkan. Yang cowok tukang nidurin cewek, mana ga cuma satu lagi. Sedangkan yang cewek, mau aja di ajak berhubungan di luar batas." ucap Kira seraya menunjuk wajah Asep dan Ria. Kira pun menggosokkan tangan yang di pegang Asep ke bajunya, seolah kotor.


Mendadak wajah kedua orang itu, berubah panik dan pias.


"Ja jangan asal bicara kamu." ucap Asep tidak terima, namun ia cukup takut dengan ucapan Kira. Sedangkan Maya kembali menarik tangan Arumi, untuk melanjutkan langkah mereka menuju rumah ustad. Maya yakin, Kira bisa mengurus kedua curut itu. Kalo pria itu macam-macam, tunangannya tidak akan tinggal diam.


Baru saja, Maya berpikir demikian, Axel turun dari van dan menghampiri Kira.


"Ada apa sayang?" tanya Axel, Ria dan Asep serempak menoleh. Ria membulatkan kedua bola matanya, saking terkagum-kagum dengan paras Axel yang tampan.


"Pria ini kurang ajar kak, dia pegang-pegang tanganku. Hiiii.... jijik" jawab Kira dengan menatap tajam Ria, ia tidak suka tatapan Ria pada tunangannya.


Axel yang mendengar jawaban Kira, langsung menatap tajam pada Asep. Ia tak terima tunangannya ada yang menyentuh, selain dia dan juag keluarganya. Axel sendiri saja, selalu berusaha menjaga batasan.


"MATA LO, MAU GUE COLOK HAH?!" bentak Kira pada Ria, Ria langsung menundukkan kepalanya.


'S*al, bisa-bisanya ada cowok seganteng ini di vila a reksa dan aku ga tau.' ucap Ria dalam hati


"Berani kamu menyentuh tangan tunanganku, punya nyawa berapa hah?!" ucap Axel dengan penuh tekanan


GLEK


Dengan susah payah, Asep menelan salivanya.


"PERGI, SEBELUM GUE REMUKIN TANGAN LO!" ucap Axel dengan tatapan yang masih garang, Asep pun tak mau celaka. Ia langsung lari terbirit, meninggalkan Ria dan yang lainnya.


"Lo juga, pergi sana. Atau mau gue bongkar keboborokan lo, yang suka tidur ma laki-laki tadi." ucap Kira dan berbisik di kalimat akhir


tok tok


"Assalamu'alaikum" salam Arumi


"Wa'alaikum salam, loh... neng Rum. Ada apa neng?" jawab seorang wanita, yang mungkin seusia dengan ambu Arumi. Arumi dan Maya mencium punggung tangan wanita itu, wanita itu pun mempersilahkan masuk.


"Abi ustad ada umi?" tanya Arumi


"Ada, sebentar... biar umi panggil dulu ya." jawab wanita itu seraya melangkahkan kakinya menuju kamar, tak lama beliau pun kembali bersama seorang pria.


"Assalamu'alaikum" salam pria itu


"Wa'alaikum salam" jawab Arumi dan Maya serentak, mereka pun mencium punggung tangan abi Ustad pria tersebut


DEG


Saat bersalaman dengan Maya, pria itu merasakan aura yang berbeda.


"Kamu di beri kelebihan oleh Allah, pergunakan dengan baik nak." ucap pria itu tersenyum, melihat mata teduh dan senyuman tulus. maya pun ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Jadi, ada keperluan apa kalian?" tanya pria itu, mereka kini duduk lesehan. Karena memang rumah pak Ustad tidak memiliki sofa


Arumi menoleh dan menatap Maya, Maya yang paham pun langsung membuka pembicaraan. Ia mulai menceritakan kejadian, dari awal hingga apa yang terjadi saat di villa.


"Itulah, alasan kenapa kita memang seharusnya menjaga lisan, tingkah laku dan juga menerapkan tata krama. Jin yang menempati gedung tersebut, mungkin merasa terganggu dan juga tersinggung. Ya sudah, abi akan bantu sebisa abi. Ayo!" Maya mengangguk, mereka bertiga pun berdiri dari duduknya


"Umi di rumah ya, jaga anak-anak. Abi mau membantu neng Maya dan teman-temannya, waktu kita tidak banyak." ucap pak ustad, wanita yang di panggil umi pun menganggukkan kepalanya.


"Hati-hati abi, do'a umi menyertaimu dan yang lainnya." jawab umi


"Kalau begitu kami pamit umi, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"


Di luar, ternyata Kira dan Axel sudah kembali masuk ke dalam mobil.


"Kalo gitu, aku langsung pulang ya teh. Kalian hati-hati" ucap Arumi


"Mau aku antar?" tanya Maya


"Tidak usah, lagian deket ko. Tuh rumah abah" jawab Arumi seraya menunjuk rumah yang berjarak 3 rumah dari tempat mereka berdiri.


"Ya udah, aku liatin kamu dari sini sampe kamu masuk ke dalam rumah." ucap Maya pada akhirnya, Arumi mengangguk. Setelah berpamitan, Arumi pergi meninggalkan Maya dan pak Ustad.


"Mari abi" ajak Maya, setelah matanya melihat Arumi masuk ke dalam rumah yang di tunjuk Arumi.


ceklek


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" jawab yang di dalam van serentak, karena tidak mau membuang waktu lagi. Mereka pun berbincang, dengan mobil yang melaju ke arah BMC..


"Ternyata, bukan hanya neng Maya yang di berikan kelebihan. MasyaAllah, sebuah keberuntungan abi bisa bertemu dengan anak-anak luar biasa seperti kalian." ucap abi, setelah selesai membahas apa yang akan di lakukan di sana. Abi ustad, hanya membawa se buah tasbih yang terbuat dari kayu stigi. Beliau melilitkan tasbih tersebut pada lengannya, karena panjang.


Kalian masih ingat kan khasiat kayu stigi, kalau ga salah ada di 'BUKAN ANAK-ANAK BIASA'. Kalo gak salah itu juga...


...****************...


...Happy Reading all๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž...