
(Anggapa aja berdebat pake bahasa SUNDA ya, debat sunda mah mantap kalo pake emosi. Binatang kebun binatang bisa pada lepas semua, maklum pengalaman. Saya ga pernah marah, tapi kalo marah udah ga tertahan. Bisa kaya orang kesurupan, ngereog๐คฃ)
...----------------...
BRAK
Arumi yang baru saja hendak merebahkan tubuhnya, setelah sebelumnya ia membersihkan tubuh terlebih dahulu. Terkejut, sehingga ia mengurungkan niatnya.
"Kamu apa-apaan sih Ri? Emang ga bisa ya, masuk baik-baik. Kenapa harus banting pintu segala, ga punya sopan santun kamu. Masuk kamar orang, bukannya ketuk pintu." ucap Arumi emosi, tubuhnya terasa sangat lelah sekali hari ini. Tambah lagi, ia telah melihat hal di luar nurul manusia di Villa.
"Kamu yang apa-apaan!!! Jadi beberapa hari ini kamu ga ada, setelah pulang sekolah itu karena kamu ke Villa a Reksa?" balas Ria marah
"Kalo iya, emang kenapa? Itu permintaan abah dan juga persetujuan orang-orang di Villa, kenapa jadi kamu yang marah-marah?" tanya Arumi, walau sebenarnya ia tau alasan Ria marah-marah.
"Mestinya kamu nolak, itu kan pekerjaan aku. Harusnya aku yang ada di Villa a Reksa, buat melayani para tamu di sana." ucap Ria dengan nada semakin tinggi
"Hah? Pekerjaan kamu? Sejak kapan? Bukankah selama ini, kamu ke sana itu tanpa ijin abah. Main nyelonong ke Villa, cuma demi deketin cucu pemilik Villa. Pengen apa? Pengen kaya cepet? Dengan cara mendekatkan diri dengan orang kaya, rendah sekali cara kamu. Kalo ingin kaya, ya kerja. Bukannya malah menurunkan harga diri kamu sebagai perempuan, malu kamu harusnya." jawab Arumi yang mulai ikut terpancing emosi, namun masih menjaga nada suaranya.
"AAAAHHH... B*COT, GA USAH BANYAK CERAMAH KAMU. GARA-GARA KAMU, AKU JADI GA BISA GAET ORANG-ORANG KOTA ITU" teriak Ria
"Astaghfirullah, istighfar kamu Ria" bukan Arumi yang berucap, namun abah ceper yang keluar karena mendengar keributan di kamar putrinya.
Bukannya menurut, Ria malah menatap tajam pada abah Ceper.
"Mang Ceper kenapa malah suruh Arumi yang bantuin di villa, KENAPA GA RIA!! ARUMI BISA APA, SELAIN MENAWARKAN TUBUHNYA SAMA PARA PENGUNJUNG!"
PLAK
Ambu yang sudah menahan kesal sejak lama pun akhirnya mengangkat tangan, apalagi di tambah putrinya yang di rendahkan seperti itu.
"JAGA UCAPAN KAMU, JANGAN PERNAH BERANI MENGHINA PUTRIKU. JANGAN KAMU PIKIR BIBI DIAM, KARENA BIBI TIDAK TAU KELAKUAN KAMU SELAMA INI. BIBI TIAP MALAM MELIHAT KAMU KELUAR DAN JANJIAN DENGAN SI ASEP DI LUAR SANA, SIANG KAMU KELUAR JUGA NYAMPERIN SI ASEP KE VILLA TEMPAT DIA JAGA. PEREMPUAN MACAM APA ITU, HAH?!" bentak Salma dengan dada naik turun, karena rasa marah yang membludak.
DEG
Ceper yang tidak tau, terkejut mendengar penuturan dari sang istri. Begitu juga dengan Arumi, ia hanya sekedar tau bila ambu nya pernah memergoki Ria duduk bersama Asep di pos satpam. Ceper menatap tajam pada keponakannya, ia benar-benar merasa gagal menjaga keponakannya.
"Kenapa ambu baru bilang sekarang? Apa benar yang di katakan bibimu, hah? Jawab Ria!" tanya Ceper dengan tatapan kecewa
"Apa yang kamu lakukan jam segitu keluar rumah, datang menghampiri laki-laki. Tadi, kamu bilang apa sama putri mang? MENAWARKAN DIRI? Apa tidak terbalik? Bukankah kamu yang melakukan hal itu pada si Asep?" tanya Ceper
"Ng nggak mang, ng nggak gitu...:"
"LALU APA YANG DILAKUKAN KAMU MALAM-MALAM KELUAR, BERDUAAN DENGAN SI ASEP? JANGAN KIRA, KALO MAMANG DIAM. MAMANG BISA DI BODOHI RIA!!!" bentak ceper, Ria terkejut. Tubuhnya bergetar, ia takut dengan kemarahan sang paman.
Bukan hanya Ria yang terkejut, Salma dan Arumi juga tak kalah terkejut. Pasalnya selama ini, Ceper belum pernah sekali pun meninggikan suaranya. Belum pernah mereka melihat Ceper marah, semarah ini. Ceper adalah sosok yang penyabar dan juga penyayang, mereka tak percaya bila Ceper bisa seperti ini.
Ingat!!! Orang sabar bukanlah orang yang tidak memiliki rasa marah, tetapi ia adalah yang kuat mengendalikan rasa amarahnya.
BERHATI-HATILAH!! Jangan pernah meremehkan 3 hal, yaitu MARAHNYA ORANG SABAR, MURKANYA ORANG YANG SENANG BERCANDA, DAN KECEWANYA ORANG YANG SETIA.
"Malam-malam ketemuan, berduaan. Kamu pikir, mamang bakalan percaya kalo kalian cuma main monopoli. MIKIR KAMU RIA! KAMU..."
Belum selesai Ceper berbicara, mereka bertiga langsung terdiam karena...
HUwek
Huwek
Ria langsung berlari ke arah kamar mandi, yang letaknya ada di dekat dapur. Salma dan Ceper saling tatap, mereka langsung bergegas menghampiri Ria yang kini tengah muntah-muntah di dalam sana.
"Bah..." ucap Salma dengan suara bergetar, Arumi tidak bodoh. Dia paham apa yang terjadi pada Ria, apa kalian juga sependapat?
"Sudah telat berapa hari kamu?" tanya Salma, Ria belum paham dengan pertanyaan sang bibi. Namun, tak lama ia pun terkejut karena mengerti dengan arah pertanyaan Salma. Tubuhnya mulai bergetar, benar... ia sudah tidak mendapatkan tamu bulanan selama...
"JAWAB RIA" bentak Salma
"2 bulan" reflek Ria menjawab, karena terkejut dengan bentakan istri dari pamannya. Salma dan Arumi langsung menutup mulut mereka, dengan kedua telapak tangan mereka karena terkejut.
DEG
PLAK
Lagi dan lagi Ria mendapatkan tamparan, namun bukan dari Salma. Kini tamparan itu melayang dari tangan sang paman, kecewa, marah, sakit hati menjadi satu. Keponakannya yang ia jaga, malah merusak dirinya sendiri. Tubuh Arumi bergetar, karena kali pertama melihat sang bapak menggunakan kekerasan.
Tes
Air mata Ria pun menetes, saking sakit dan terkejutnya. Terkejut karena ternyata ia sudah telat datang bulan selama itu, bagaimana bisa ia tak menyadarinya?
"Kamu benar-benar sudah mengecewakan mamang, Ria. Ya Allah, Astaghfirullah... " Ceper segera tersadar, ia pun langsung menarik paksa Ria keluar dari rumah.
"Mau dibawa kemana abah?" tanya Salma dan Arumi terkejut
"Mang, ampun mang. Mau di bawa kemana Ria mang? hiks... ampun mang" ucap Ria ketakutan, ia masih mencoba menahan tubuhnya agar tidak tertarik keluar.
"Kita ke rumah si Asep, malam ini juga kamu harus menikah dengannya. Kamu benar-benar sudah mempermalukan keluarga emang, kamu mencoreng nama baik emang." jawab Ceper, Ria menggelengkan kepalanya.
"Nggak mang, Ria nggak mau. Ria maunya nikah sama orang kota, Ria ga..."
"RIA" bentak Ceper, dia benar-benar tidak habis pikir dengan yang di pikirkan ponakannya tersebut.
"Pria mana yang mau dengan wanita, yang tidak bisa menjaga kehormatannya? Sebejat-bejatnya pria, dia pasti mencari wanita baik-baik untuk di jadikan istri dan ibu untuk anak-anaknya. Ini adalah hasil yang kamu tanam, setelah menabur kesalahan Ria. Ikut paman, cepat jalan." ucap Ceper, Ria pun akhirnya pasrah dan mengikuti langkah sang mamang.
Arumi dan Salma yang melihatnya, merasa iba. Sekesal dan semarah apapun, mereka tetap merasa tidak tega melihat Ria yang di seret paksa oleh abah Ceper. Akhirnya, mau tidak mau. Mereka tetap mengikuti abah ceper dan Ria, menuju rumah Asep.
BRAK
BRAK
BRAK
"ASEP, KELUAR KAMU!!!" teriak Ceper, para tetangga pun akhirnya keluar
"Bah, sabar bah. Para tetangga jadi pada keluar, mereka bisa tau masalah ini." ucap Salma
"Biarkan saja, biarkan mereka menjadi saksi sekalian. Kita harus segera menikahkan mereka berdua, ini aib dan juga dosa besar. ASEP"
Ceklek
"Bah, a ada apa...
BUAGH
Ceper langsung menghajar Asep, hingga ia tersungkur di lantai. Ambu, Arumi, Ria dan para tetangga terkejut. Karena mereka juga belum pernah melihat Ceper, semurka ini. Dimata mereka, ceper merupakan orang yang ramah dan senang bercanda.
"Cep, sabar Cep. Obrolin baik-baik, jangan main hakim sendiri. Malah nanti kamu yang rugi jadinya." ucap seorang tetangga, yang juga teman Ceper. Ia dan temannya yang lain, menahan tubuh Ceper yang hendak kembali menghajar Asep.
...****************...
...Happy Reading all๐๐๐๐...