Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Batu Delima



"Kalian bisa merasakannya bukan" tanya Yumi, saat ia masuk ke dalam kamar Raka


'Ya, benar-benar ilmu hitam yang sangat kuat' jawab aa


'Kita harus segera menemukan benda itu, untuk menghabisi pemiliknya.' titah dede


Yumi, aa dan dede berpencar di kamar tersebut, mereka mengobrak abrik kamar Raka. Sampai dimana mereka melihat ada seperti kabut hitam yang keluar dari dalam lemari bagian bawah, mereka bertiga saling tatap. Yumi melangkah mendekati lemari dan perlahan membukanya....


WUSHHH


Angin berhembus dari dalam lemari, Yumi langsung memundurkan kepalanya ke belakang. Benda itu masih tertutup oleh pakaian, namun kabut hitam yang mengelilingi benda itu semakin tebal. Yumi menutup mata dan melafalkan ayat-ayat suci Al qur'an, dengan perlahan Yumi mengangkat baju tersebut.


'Jangan di sentuh, biar benda itu jadi urusan kami di dunia sana.' ucap Aa, Yumi mengangguk dan mundur. Ia memberikan tempat pada aa dan dede untuk mengambil benda tersebut, entah seperti apa dan bagaimana caranya benda itu hilang dari pandangan Yumi.


'Kami akan segera kembali ke tempat kami, untuk memusnahkan benda tersebut. Dan urusan dukun itu, kamu tak perlu ambil pusing. Biar kami yang bereskan dia.' pamit dede


Yumi hanya mengangguk dan kedua sosok itu pun, menghilang dari pandangan Yumi.


"Alhamdulillah selesai juga" ucap Yumi seraya mengangkat kedua tangannya, melakukan peregangan pada tubuhnya. Bersamaan dengan suara ambulance yang datang, berbondong-bondong tetangga Raka menghampiri. Mereka semua penasaran dengan apa yang terjadi, karena memang terdengar kegaduhan. Namun mereka terlalu takut untuk mendekat, apalagi saat mengintip Yumi dan Alice yang melawan banaspati.


Ya... hanya benda itu yang terlihat oleh mereka, mereka semakin yakin bila keluarga Raka terkena guna-guna. Karena ternyata bukan hanya Ica yang melihat sosok itu, para tetangga Raka juga ada yang melihatnya.


Raka yang masih tak sadarkan diri, langsung di bawa masuk ke ambulance. Begitu juga dengan ibu Raka, yang terlihat lemah di bawa masuk ke ambulance yang satunya. Ayah Raka dan juga tantenya ikut ke rumah sakit, dengan mendampingi Raka dan ibunda Raka.


"Apakah semua selesai?' tanya Dena


Sahin, Maya dan Kira mengangguk. Alice sudah kembali pergi dengan membawa adik Raka dan juga Yumi, Ica hendak kembali ke rumahnya dengan segala keterkejutan yang ia rasakan.


Banyak yang bertanya pada Ica, karena Ica yang keluar dari rumah Raka. Namun Ica hanya diam, ia segera berlalu ke rumahnya. Begitu juga dengan Sahin, Maya, Kira, Dena, Rio, Dika dan Miko. Mereka segera keluar dari rumah tersebut dan masuk ke dalam mobil yang mereka tumpangi tadi. Sahin tentunya tak lupa menghubungi agen kebersihan, untuk datang besok dan membersihkan rumah Raka.


Bisik-bisik tetangga pun tak terelakan.


'Sudah aku bilang, keluarga ini terkena guna-guna.'


'Udah beberapa hari, saya liat Raka pucet. Kaya ga ada selera buat jalanin hidup'


'Saya juga liat, ada sesosok makhluk hitam di kamar Raka.'


'Kalian ada yang lihat tadi, ada dua wanita yang bertarung melawan bola api.'


'Banaspati'


'Iya itu'


'Astaghfirullah'


.


.


Hari pun berganti


"Bagaimana kondisi teman kalian dan keluarganya?" tanya Yumi, sedangkan Alice sedang asyik bermain dengan adik dari Raka. Terdengar tawa dari mulut kecilnya, saat Alice menggelitik perut anak tersebut.


Power Ranger kemana? Mereka ikut kelas PAUD, entah apa yang mereka cari. Karena keturunan pintar dan juga rumahnya sudah di lengkapi dengan fasilitas lebih baik di banding sekolah PAUD.


Kalau Anin bilangnya 'Kalena kita duga butuh teman dali lual, bocan denan olan-olan yan ada di lumah.'


"Kabar terakhir belum sadarkan diri, sepertinya ia masih asyik dengan tidurnya. Karena selama 5 malam, ia tidak tidur sama sekali." jawab Sahin


Yumi mengangguk paham, jangankan 5 malam. Kadang kalau begadang satu malam saja, tidak bisa di ganti dengan tidur satu harian penuh.


"Bagaimana kabar teh Ita, oma?" tanya Maya


"Sudah lebih baik, sudah mulai menerima kemampuan yang ia miliki. Walau terkadang, rasa bersalah karena tidak bisa menolong kedua teman sekelasnya, selalu mengganggu dirinya." jawab Yumi seraya menghembuskan nafas mereka.


Kemana Maya dan Kira? Mereka memilih untuk kembali memejamkan mata mereka kembali, setelah shalat subuh.


Kenapa mereka tidak sekolah? Mereka mengambil ijin, karena tenaga mereka yang sudah terkuras habis karena kejadian semalam.


"Sedang jogging, Syahid mencoba membantu mengalihkan pikiran Ita dengan membuatnya banyak bergerak." jawab Alice


"Bubu, temana kaka-kaka yan lainna?" tanya Rama adik Raka


"Kakak yang lainnya pergi sekolah" jawab Alice


"Tetolah tepelti kaka Laka?" tanya Rama


"Tuh tau, kalo sekolah emang ngapain aja sih?" tanya Alice


"Napain ya?" Rama mengerutkan dahinya, seolah tengah berpikir dengan memegang kepalanya.


"Belajal tama jajan tan?" Alice, Yumi dan Sahin tertawa mendengar jawaban polos Rama


"Rama mau sekolah nggak?" tanya Sahin


"Inda kakak, Lama inda nau setolah. Lama nau di lumah ada, tenenin mbu" jawabnya, mereka menggelengkan kepalanya


"Nggak apa-apa, nggak usah di paksa. Nanti juga ada waktunya, dimana Rama meminta sendiri untuk berangkat sekolah." ucap Yumi


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"


"Sudah selesai jogging nya sayang" tanya Yumi pada Ita dan Syahid yang baru saja pulang.


"Sudah oma, Ita ke kamar dulu ya oma. Badan Ita bau keringet, nanti Syahid ga mau sama Ita lagi gimana?" Alice pun tertawa


"Kalau cuma gara-gara kamu nggak mau mandi, terus anak bubu berubah haluan. Tenang, bubu masih banyak kenalan anak laki-laki yang pasti mau sama kamu Ta." ucap Alice si sela tawanya.


"BUBU" ucap Syahid sedikit tinggi, karena tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh sang ibu.


"Canda bang, posesif banget." ucap Alice


"Emang yayah ga posesif?" tanya Syahid balik, seraya berjalan ke arah kamarnya.


"Dih... Parahlah" jawab Alice kembali tertawa


"Bubu tenapa tetawa tulus? Memanna apana yan lutu?" tanya Rama bingung


"Yang lucu itu Rama, Rama lucu kaya badut" jawab Alice


"badut yan idunna melah, pulutna dudut?" ALice mengangguk cepat


"Tapi idunna Lama inda melah bubu, pulut Lama duda inda gundut bubu." Rama menolak si sebut seperti badut


"Ihhh... ya jangan atuh. Nanti kaya om-om senang, kalo perutnya gendut" pecahlah tawa Sahin


Terkadang Sahin dan Syahid bingung, bagaimana mungkin ayahnya yang pendiam bisa menemukan ibunya yang konyol.


"Oya oma, apa semalam oma menemukan benda yang di pungut oleh Raka?" tanya Sahin


"Ya, tetapi oma tidak tau apa yang ia temukan. Karena aa dan dede melarang oma memegangnya, mereka langsung membawa benda itu ke alam mereka." jawab Yumi


"Tapi benda itu mengeluarkan asap hitam pekat berkabut, seperti bayangan. Oma yakin, benda itulah yang di pungut oleh temanmu itu." lanjut Oma


"Apa sebenarnya yang di temukan oleh Raka? Ingin bertanya, anak nya saja belum bangun." ucap Sahin


"Sebuah batu delima, warna merahnya yang menarik. Membuat Raka sangat tertarik untuk membawanya pulang dan menyimpan benda tersebut di rumah, tanpa ia tau bila benda itu adalah awal bencana untuknya." jawab Kira


...****************...


...Happy Reading all๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž...


...kuys, tetap semangat melewati hari. Dan semangat juga buat kasih vote, gift, komen dan like nya๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...