
"Baik om, saya janji." ucap Zefran dan Axel, terlihat bila mereka menghembuskan nafas lega. Begitu juga dengan Maya dan Kira, anggota keluarga yang lainnya tersenyum.
Ternyata twin princess sudah besar, sungguh tak terasa.
"Jadi mulai sekarang, berhenti memanggil nyonya, om ataupun tante. Panggil kami, seperti kekasih kalian memanggil kami." ucap Yumi, wajah Maya dan Kira langsung memerah. Kekasih??π
"Mm.. ba baik Oma" jawab mereka
"Ya sudah, ayo kita makan siang terlebih dahulu. Kita sudah menundanya 1 jam, ayo sayang." ucap Yumi, ia pun menarik pelan Rendra. Yumi sangat paham dengan apa yang sedang di rasakan suaminya, kakek mana yang bisa melihat bahagia cucunya kini berpindah pada pria lain?
Tapi, ya sudahlah ya. Namanya juga hidup, lambat laun para wanita di keluarga Zandra tentunya akan mengikuti para suami. Harus di sebut anugerah atau bukan karena pasangan dari Flo dan Fre merupakan pria-pria sebatang kara, sehingga membuat mereka tak harus keluar dari rumah utama.
Sedangkan Alice dan Abi sudah kembali ke rumahnya, sejak 2 tahun lalu. Tetapi Syahid dan Sahin, lebih memilih tinggal di sini.
Sedangkan di waktu yang sama, di saat Axel dan Zefran di sidang.
Dena, tengah anteng bermain bersama kembara kembar sepuluh. Dena yang memang menyukai anak-anak, sangat menikmati perannya yang sedang menjadi salah satu pemain dengan boneka milik para anak perempuan dari si kembar. Anin, Anisa. Amira, Kirana dan Kalila, di sana Dena kebagian memegang boneka beruang.
"Onty Dena, kenapa obu marah-marah?" tanya Kalila
"Oya? Kenapa Kalila bisa bilang kalau obu sedang marah-marah?" tanya Dena balik
"Tadi obu bicalana denan suala telas oty" jawab Anin, Dena tersenyum
"Tadi obu bukan marah, mungkin tadi om yang di depan tidak mendengar ucapan obu. Jadi obu mengulang ucapannya dengan suara agak keras, agar terdengar oleh om nya." ucap Dena, mereka pun mengangguk paham.
Sahin yang menemani para bocah pria, mendengar jawaban Dena yang memberikan penjelasan pada keponakannya dengan sabar pun tersenyum. Sejak tadi, ia mendengar banyaknya pertanyaan yang di layangkan pada Dena. Namun Dena selalu menjawabnya dengan tersenyum dan tak ada nada kesal sama sekali.
"Kenapa om senyum-senyum? Om suka ya sama onty Dena?" tanya Yas usil
"Ck, jangan sok tau kamu bocil." jawab Sahin, benar-benar perusak suasana
.
.
Tak terasa kini twin prince, twin princess, Ita dan Dena, sudah menginjak kelas XII alias kelas 3 SMA. Hubungan mereka dengan pasangan masing-masing pun semakin erat, pertengkaran kecil tentunya ada. Namun, mereka bisa menyelesaikannya dengan baik.
Axel yang kini semester 6, semakin banyak tugas dan juga memulai magang di salah satu perusahaan milik Zandra. Awalnya ia menolak, karena tidak mau di sebut nepotisme. Namun Afwa meyakinkan, bila tak ada yang tau mengenai masalah hubungan dirinya dengan Kira.
Karena bujukan Kira, akhirnya ia pun menerima tawaran tersebut. Axel di tempatkan menjadi asisten Afwi, banyak yang iri sebenarnya. Namun, karena nilai IP Axel yang tinggi. Bisa membungkam mulut-mulut julid anggota magang lainnya, juga karyawan si kembar yang sangat menginginkan posisi itu tentunya.
Lain di Axel, lain juga dengan Zefran. Bila Axel mendapatkan nilai plus dari cara ia mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia ambil, maka lain dengan Zefran.
Zefran yang usianya memang lumayan jauh dengan Maya, memperlihatkan sifat dan sikapnya yang dewasa. Zefran yang sangat sabar menghadapi sifat dan juga sikap Maya yang ke kekanak-kanakan, Zefran yang selalu mengalah dan memperlakukan Maya seperti berlian yang takut pecah. Yumi, Kay dan Rendra yang melihatnya, benar-benar menyukai Zefran.
Tak pernah mereka melihat Zefran yang kesal atau pun marah, bahkan terkadang mereka lebih membela Zefran di bandingkan Maya. Apabila mereka sedang salah paham, karena memang kesalahan lebih banyak pada Maya. Maya yang cemburuan dan selalu menyimpulkan apa-apa tanpa bertanya, membuat hubungan mereka seringkali terjadi pertengkaran. Lebih tepatnya, Maya yang seringkali marah pada Zefran. Dan Zefran selalu sabar menunggu sampai Maya kembali pada mood baik, lalu menjelaskannya dengan pelan.
Setelahnya, Maya pasti menangis dan meminta maaf pada Zefran. Ia tau, bila ia terlalu posesif pada Zefran. Namun, itu semua karena ia sangat mencintai Zefran. Dan ia sadar, bila yang pertama kali mengejar-ngejar adalah dirinya. Makanya Maya sangat takut bila ke depannya Zefran akan menyukai wanita yang lebih dewasa darinya, apalagi di tempat restoran milik Zefran sangat banyak yang menyukainya. Seandainya Maya adalah laki-laki di keluarga Zandra, sudah pasti Maya akan bersifat seperti laki-laki Zandra. Yaitu memaksa dan langsung menikahi, betul apa betul?
Zefran tak keberatan dengan sifat posesif Maya, justru ia sangat menyukainya. Justru itu merupakan suatu anugerah untuknya, karena Maya dengan tegas melawan wanita-wanita tak tau diri itu.
Pernah sewaktu-waktu ada wanita yang sengaja datang ke restoran, untuk mencari Zefran. Wanita itu memang sudah sangat lama menyukai Zefran, mungkin sejak mereka masih ada di bangku kuliah dulu. Namun, Zefran tak sekalipun menganggapnya ada. Karena ia memang tidak menyukai wanita itu, menurutnya wanita itu terlalu kasar dan juga agresif. Maya juga agresif, tapi berbeda dengan ke agresifan wanita itu. Agresif yang menjijikkan menurut Zefran, benar-benar seperti wanita murahan.
Bahkan pernah terang-terangan mengajak Zefran, untuk tidur. Dan wanita itu juga, selalu melakukan kekerasan pada wanita yang ketahuan menyukai Zefran. Ia tak segan-segan melukai wanita itu...
HIiii....
FLASHBACK
Saat itu, wanita itu memaksa Zefran untuk menerimanya. Bila Zefran kekeh menolak, maka ia akan b*nuh diri di hadapan Zefran saat itu juga. Di saat Zefran sedang bingung, muncul Maya dengan wajah memerah menahan amarah.
"Tante kalo mau b*nuh diri, ya b*nuh diri aja. Udah tau laki gue ga mau sama tante juga, maaasssiiiihhh aja maksa. Harga diri tante ada dimana? Laki nolak itu, artinya dia ga ada hati sama tante." ucap Maya yang baru saja datang, namun ia sempat melihat drama yang di mainkan wanita itu.
"APA LO MANGGIL GUE TANTE? SIAPA LO? TERSERAH GUE DONG MAU B*NUH DIRI DIMANA? URUSANNYA SAMA LO APA, HAH?!" bentak wanita itu
Zefran ingin sekali merobek mulut wanita itu, yang sudah berani membentak kekasihnya. Namun kode dari Maya, menghentikan gerakannya. Zefran menahan amarahnya, dengan mengepalkan kedua tangannya. Dia tak peduli lawannya wanita atau bukan, berani mengusik kesayangannya. Maka ia pun bisa berbuat kasar padanya.
"Jelas urusan gue dong tan, laki-laki yang tante kejar-kejar itu tunangan gue. Wajar dong kalo saya ga terima, gue punya hak ya asal lo tau." jawab Maya dengan melipat kedua tangannya di atas perutnya, membuat wanita itu membulatkan kedua matanya.
DEG
Jantung Zefran langsung berdetak lebih cepat dari biasanya, perutnya bagaikan penuh dengan kembang api. Mendengar Maya mengatakan bila dirinya, adalah tunangannya. HEI, TUNANGAN GUYS!!! Ia menundukkan wajahnya, untuk menutupi senyum dan juga semburat merah pada wajahnya.
"A apa?
...****************...
...Happy Reading allπππ...