Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Akhir dari Raka dan Renata



"Mereka, anak-anak itu ingin menemui mu. Mereka bilang, bila ada keperluan denganmu. Cih, memang mereka siapa bisa menemuimu dengan sembarangan." ucap Renata , Raka mengangkat salah satu bibirnya sombong


"Siapa kalian? Aku ini orang sibuk di sini, jangan buat keributan. Sebaiknya kalian segera pergi, bukankah teman-teman satu sekolahan kalian sudah pergi?" usir Raka angkuh


prok prrok prok


Maya dan Kira beertepuk tangan


"Wah wah wah, ternyata bukan hanya Resepsionisnya yang rusak attitude. Ternyata manager nya pun, sama rusaknya." ucap Kira, seraya melangkah mendekati Raka dan Renata.


PLAK


Semua orang terkejut bukan main, karena tamparan yang tiba-tiba. Membuat kelima orang itu tak ada persiapan apapun, mereka langsung merasa panas melihat apa yang di lakukan pria itu pada Kira. Bukan hanya lima, Rendra yang melihatnya dari panggilan vidio tersebut langsung berdiri dari duduknya. Saat mereka berlima hendak menyerang Raka, Kira mengangkat tangannya. Agar mereka berhenti, mata Kira sudah sangat merah.


Terlihat jelas Syahid, Sahin, Maya dan Ita mengepalkan kedua tangan mereka, karena menahan gejolak amarah.


Kornea mata Kira pun ikut berubah menjadi merah pekat, marah.... ya, saat ini ia sangat marah. Seumur hidupnya, tak pernah ada yang berani melakukan kekerasan fisik padanya. Dan pria di hadapannya, sudah berani menampar dirinya.


Keluarganya tak pernah sekalipun menampar atau melakukan tindakan keras seperti ini, lalu dia siapa???


Suasana di sana langsung berubah, menjadi lebih dingin dan mencekam.


Tanpa aba-aba, Kira mengangkat kepalan tangannya dan


BUAK


Kira menonjok wajah pria yang menjabat sebagai General Manager, di hotel milik keluarganya tersebut. Bukan hanya menonjok biasa, bahkan Kira menggunakan kekuatannya. Sehingga membuat Raka terpental ke belakang, Renata berteriak.


Hal tersebut, tentu saja menjadi tontonan. Walau tidak ramai, namun tentu saja ada pengunjung, Office Boy dan juga Office Girl yang lalu lalang. Mereka bahkan menghentikan langkah dan kegiatan mereka, untuk menyaksikan hal tersebut.


'*Mampus lu'


'Akhirnya, ada juga yang berani sama pasangan gila itu.'


'Terlalu sombong, angkuh dan suka semena-mena, sehingga ada tangan lain yang membalas sakit hati kita.'


'Kamu benar, mereka selalu menyalahgunakan kekuasaan. Padahal hotel ini bukan milik mereka, tapi lagaknya kaya penguasa.'


'Tapi, ngomong-ngomong. Siapa anak-anak itu?'


'Entahlah, siapapun mereka. Aku sangat berterimakasih*.'


Bisik-bisik para pegawai yang muak dengan tingkah mereka.


"AKU MEWAKILI PEMILIK HOTEL INI, MEMECAT KALIAN BERDUA" ucap Kira dengan lantangnya, twin prince, Maya, Ita dan Dena tersenyum puas.


DEG


Renata langsung berlari menghampiri Raka dan membantunya untuk bangun, ia cukup terkejut dengan kondisi Raka. Karena selain ujung bibirnya yang pecah dan berdarah, ada beberapa gigi yang terlepas dari tempatnya. Dan darah yang cukup banyak, yang keluar dari mulutnya.


Ingin bicara, namun Raka merasakan sakit yang teramat sangat di mulutnya.


"Memang kalian siapa, bisa dengan seenaknya memecat kami?" tanya Renata dengan marah, seolah mewakili Raka.


Sahin maju ke mendekati mereka, ia memperlihatkan layar ponselnya. Di sana terpampang wajah Rendra yang memerah, karena marah bukan main.


"AKU MEMECAT KALIAN DENGAN TIDAK HORMAT" teriak Rendra, suaranya terdengar sangat keras.


Deg


"Tu tuan besar, apa kesalahan kami?" tanya Renata dengan bodohnya


"Cih, berani-beraninya kalian merendahkan dan menampar cucuku. Aku juga sudah melihat, bagaimana kamu memperlakukan para tamu. Beginikah cara kalian memperlakukan tamu? Dengan melihat kelas dan status.." jawab Rendra dengan suara penuh penekanan


"A apa? Cu cucu?" ucap Renata tergagap dengan menatap Kira, juga yang lainnya.


Mereka menatap Renata dan Raka dengan pandangan mengejek, Gea yang mendengarnya hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia terkejut, sangat sangat terkejut. Tak menyangka bila mereka berenam adalah cucu dari pemilik hotel ini, untung ia tidak macam-macam.


Begitu juga dengan pegawai lainnya, mereka mendengar apa yang di ucapkan pemilik Hotel.


'Waahh... pantas saja, mereka berani. Ternyata mereka adalah pewaris tahta.'


'Aku sangat sangat bersyukur, akhirnya pasangan mesum itu keluar juga dari hotel ini.'


'Kamu benar, daripada kita juga kena imbas dari perbuatan mereka.'


"Bereskan barang-barang kalian, dan angkat kaki kalian dari hotel milikku." titah Rendra


"Tapi tu..." Rendra langsung menyudahi panggilan tersebut, emosinya benar-benar sedang tidak baik-bak saja saat ini. Bahkan ia berpikir untuk menyusul ke Surabaya, ia ingin melihat langsung bagaimana strukur dan cara kerja di sana. Rupanya ia kecolongan, tak menyangka ada yang menyalahgunakan kekuasaannya.


"Cepat, angkat kaki dari hotel ini. Sebelum aku, menyeret kalian keluar dengan cara tidak hormat." ucap Sahin


Renata membantu Raka berjalan, dengan memapahnya. Mereka berjalan ke arah belakang, dan hendak membereskan barang-barang mereka. Namun ternyata, Gea dan Romi yang menjabat sebagai Assistant General Manager. Sudah lebih dulu membereskan barang-barang mereka berdua ke dalam box, tanpa ada yang memerintah. Mereka pun memberikan box yang berisi barang-barang Renata dan Raka, dengan senyuman puas mereka menyerahkan box terebut.


"Akhirnya Tuhan membuka semua keburukan kalian berdua, dan membayar secara tunai rasa sakit hati kami." ucap Romi


"Ya, semoga kalian bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik di luar sana." sambung Gea


Raka dan Renata, tanpa banyak bicara langsung pergi dari hotel tersebut.


Sorak sorai dan tepuk tangan, para pegawai memenuhi lobby. Double twin, benar-benar tak menyangka. Bila ternyata keputusan memecat kedua orang tersebut, merupakan angin segara bagi yang lain.


"Terimakasih, kami benar-benar mengucapkan banyak terimakasih tuan dan nona muda." ucap Romi


"Jangan seperti ini, kami hanya melakukan apa yang sudah seharusnya." jawab Kira


"Apa kalian sebahagia itu?" tanya Ita heran


"Ya , kami sangat senang. Mereka selalu berlaku semena-mena, bahkan tanpa segan memotong gaji kami. Saya pernah terlambat 5 menit, Raka bisa langsung memotong gajiku 200r ibu." ucap salah satu OB


"Selain di potong, bahkan mereka juga menambah jam kerja kami dengan seenaknya." timpal yang lain


Mereka berenam menggelengkan kepalanya, sangat tidak di sangka. Kedatangan mereka ternyata memang sudah bagian rencana dari sang Pencipta, untuk memberikan keadilan di tempat ini.


"Kalo begitu, biar nanti saya akan mengecek ulang gaji kalian semua. Insya Allah, kami dari pihak keluarga besar akan menggantikan uang yang sudah di ambil secara paksa oleh mereka. Dan kak... " ucap Syahid


"Romi tuan muda" jawab Romi


"Saya minta rekapan data tentang semua gaji karyawan di hotel ini, selama dia mulai melakukan kecurangan. Dan.." ucapan Syahid terpotong, karena ada notifikasi pesan masuk


'Opa dan ayah Afwa sedang di bandara. Kami akan ke Surabaya sekarang juga, opa minta kumpulkan semua pegawai tanpa terkecuali setelah Ashar di ballroom. Dan minta tolong pada bagian kebersihan, untuk menggelar karpet di sana. Kita akan adakan rapat dengan semua pihak, dan minta pada Assistant GM untuk mengumpulkan data keuangan selama GM itu menjabat.' Syahid mengangguk


Syahid pun menyampaikan pesan sang opa pada semua orang yang berkumpul di sana, dan meminta mereka untuk menyampaikan pada temannya yang lain agar setelah Ashar berkumpul di Ballroom.


Mereka mengangguk paham dan berpencar untuk melakukan tugas masing-masing. Kalian nanya kenapa haris gelar karpet?


Rendra akan bermusyawarah dengan cara duduk sejajar di bawah,s elain karena karyawannya yang banyak. Rendra yakin, banyak yang merasa tak enak untuk duduk di atas kursi.


Jadi lebih nyaman berembug, dengan cara seperti itu.


"Ah, kak Romi" panggil Maya


"Iya nona muda" jawabnya


"Kami ingin meminta ijin, untuk membawa mbak Sulastri agar bisa menjadi tour guide kami. Bisakan?" pinta Kira


"Bisa nona, saya akan menyampaikan pesan ini padanya. Nona dan yang lain bisa menunggu di lobby" ucap Romi, mereka berenam pun mengangguk


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...