Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Flashback Lia 2



"Dengar kamar ini kedap suara, aku sudah merencanakan lama hal ini. Mau kamu berteriak sampai suara kamu habis pun, tak ada orang yang akan datang menolong mu. Hahahaha...."


"Kenapa kamu melakukan ini padaku?" tanya Lia sesenggukan


"Kenapa? Kamu tanya kenapa? Kamu sudah merendahkan harga diriku, karena telah menolak pernyataan cintaku LIAAAAAA" jawab pria itu dengan berteriak di akhir ucapannya, Lia menggelengkan kepalanya.


"Lalu aku harus bagaimana? Kamu adalah teman bang Axel, kamu sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. Aku tidak punya perasaan lebih padamu, aku hanya menyayangimu seperti aku menyayangi bang Axel." ucap Lia dengan suara bergetar, melihat wajah teman abangnya yang menakutkan saat ini. Benar-benar membuat Lia ingin segera melarikan diri dari sini, mata Lia mencoba mencari celah untuk kabur.


Kira pun ikut tegang menyaksikan hal ini, ia takut hal yang ada di pikirannya benar-benar akan terjadi pada Lia. Kira merasa kesal, sangat kesal karena tidak bisa melakukan apapun.


Pria itu semakin dekat dan kini malah ia sudah ada di tas tubuh Lia, Lia membulatkan kedua bola matanya. Pria itu mengungkung tubuh Lia, Lia memberontak dan terus memohon untuk di lepaskan pada pria itu.


"Tapi aku melihatmu sebagai seorang wanita, bukan adik. Bila dengan jalan ini aku bisa mendapatkan mu, maka aku akan melakukannya." ucap pria itu, ia memaksa mencium Lia. Lia terus memalingkan wajahnya dan mendorong tubuh pria tersebut. Tangan pria itu bergr*lya menj*mah tubuh Lia, teriakan ketakutan Lia semakin keras. Baju Lia pun sampai tersingkap ke atas, sehingga memudahkan pria itu mema*nkan aset milik Lia. Tangisannya semakin pecah, ia semakin merasa jijik dengan apa yang sedang terjadi padanya.


Kira menggelengkan kepalanya, ia terus berteriak memohon untuk melepaskan Lia. Namun apa yang ia lakukan tentunya percuma, karena ia hanya sedang melihat kilasan balik. Kira menangis, kenapa Lia harus mengalami hal menjijikan ini?


"LEPPPAAASSSSSS LEPASKAN AKU" teriak Lia histeris


"LEPASKAN DIA BR*NGSEK" teriak Kira


Lia terus menggerakkan tubuhnya, yang pada akhirnya Lia menendang aset milik pria itu. Sampai terdengar teriakan pria itu, tubuh pria itu langsung terjatuh di samping Lia karena menahan rasa sakit yang teramat sangat. Dengan keadaan berantakan, Lia bangun dan turun dari ranjang. Ia melihat ada jendela, untung tidak terkunci. Lia mengambil tasnya yang tergeletak di lantai dan segera melarikan diri dari rumah terk*tuk itu.


Kira menjatuhkan tubuhnya ke lantai, antara lega dan merasakan jijik luar biasa pada tubuhnya. Padahal bukan dia yang mengalami, tetapi Kira merasakan merinding bukan main pada tubuhnya. Lega, karena kehormatan Lia masih terjaga. Kira menangis meraung di sana, ia terus menggosok kedua lengannya. Entah kenapa, ia juga tidak tau. Rasanya benar-benar menjijikan, apalagi dengan Lia yang mengalaminya. Pantas saja ia depresi, pastinya Lia mendapatkan trauma berkepanjangan. Pasti Lia merasa bila dirinya kotor, sehingga berusaha melakukan aksi b*nuh diri sampai 2x.


SYUUUUTTTT


"HUWAAAAAA..... AAAAA" Saat Kira kembali pada tubuhnya, ia menangis dan mengejutkan semua orang yang ada di sana. Sahin yang ada di sampingnya langsung memeluk dan mencoba menenangkan Kira, begitu juga dengan Syahid dan Maya. Sudah di pastikan Kira telah melihat hal yang menyakiti hatinya, Kira masih menggosok kedua lengannya dan tak lama ia tak sadarkan diri. Lia menatap nanar pada Kira yang kini tengah di gendong oleh Sahin, menuju ruangan lain. Di ikuti oleh Maya, baru kali ini ia melihat adiknya se histeris ini.


"Apa yang sudah kamu lihat sebenarnya, Ra?" gumam Syahid , ia pun menatap Lia. Namun Lia yang masih menatap kepergian Kira, tak menyadari dengan yang ada di sampingnya.


Tak lama datanglah rombongan Ita dan yang lainnya, Ami langsung berjalan dengan tergesa mendekati sang suami.


"Bagaimana yah?" tanya Ami kembali meneteskan air matanya. Chris menggelengkan kepalanya


"Dokter masih menangani putri kita bun, do'akan yang terbaik untuknya." jawab Chris, Ami hanya mengangguk


Ita pun mendekati Syahid dan menanyakan Kira dan Maya. Syahid menjawab bila Kira, Maya dan Sahin ada di ruangan lain. Syahid juga mengatakan bila Kira tak sadarkan diri, tentu saja langsung membuat Ita cemas. Ita pamit menyusul Kira, di susul Dena. Sedangkan Rio dan Dira memilih untuk ikut menunggu di depan UGD, bergabung bersama keluarga Lia.


'Ada apa sebenarnya?' gumam Axel dalam hati. Syahid yang mendengarnya pun, menghembuskan nafasnya pelan. Syahid berjalan mendekati kedua orang tua Lia, malas sebenarnya ia harus berbicara panjang lebar. Namun, keadaan memaksanya untuk menjelaskan apa yang baru saja terjadi pada adiknya. Ia tidak mau, bila nanti adiknya di kira orang gila.


"Om, tante" panggil Syahid, kedua orang itu yang tengah larut dalam kesedihan, langsung menatap Syahid.


"Perkenalkan saya Syahid, salah satu teman Lia." ucap Syahid seraya mengulurkan tangannya, kedua orang tua Lia pun membalas uluran tangan itu. Syahid yang menghormati orang tua, ia mencium punggung kedua orang tersebut. Chris dan Ami merasa takjub dengan sopan santun dari pria di depannya ini, mereka tersenyum tipis.


"Saya dan yang lainnya datang kemari, karena adik saya merasa telah terjadi sesuatu pada Lia." ucap Syahid, ketiga orang itu mengerutkan dahinya


"Maksud nak Syahid bagaimana?" tanya Chris, Syahid bingung bagaimana cara menjelaskannya.


"Mmm.. sebelumnya, apa om dan tante juga abang percaya dengan seseorang yang memiliki kemampuan di luar nalar? Indigo? " tanya Syahid, Rio dan Dira cukup ikut terkejut dengan jawaban Syahid. Mereka memasang kedua telinga mereka untuk mendengar, Rio memang pernah dengar bila twin prince dan twin princess mempunyai kemampuan yang orang tidka punya.


"Kemampuan di luar nalar? Indigo? Semacam melihat roh halus maksudmu." ucap Axel


"Salah satunya seperti itu." jawab Syahid


"Kami, maksudnya saya dan keluarga saya mempunyai kelebihan tersebut dan bahkan lebih dari itu." jawab Syahid lagi


Chris terdiam sebentar, rasanya ia pernah mendengar bila 1 keluarga pengusaha ada yang memiliki kemampuan tersebut. Saat ia ingat siapa, ia pun membulatkan kedua bola matanya. Chris bangun dari duduknya, dan kini berdiri di hadapan Syahid.


"Apa kamu merupakan salah satu anggota keluarga Zandra?" tanya Chris, Syahid mengangguk


"Ya Allah, sebuah kehormatan untuk saya bisa bertemu langsung dengan salah satu dari kalian semua. Terimakasih sudah datang menengok putri saya." ucap Chris, Syahid hanya mengangguk.


"Lalu apa yang sudah kalian lihat? Maaf bila saya terkesan tidak sopan." tanya Chris dan ia menundukkan sedikit kepalanya, membuat Syahid merasa tidak nyaman.


"Adik saya yang barusan berteriak histeris, ia mempunyai kemampuan dapat melihat kilasan masa lalu seseorang atau sesuatu yang akan terjadi pada objek atau orang yang ia sentuh." jawab Syahid


DEG


...****************...


...Happy Reading all๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž...