Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Nurma 2



"Kamu akan tetap disini, sampai kita menikah" bisik Sanjaya tepat di samping telinga Nurma, membuat tubuh gadis itu merinding bukan main.


Ingin sekali Kira membantu Nurma melepaskan jambakan itu, namun sayang disini ia hanya berperan untuk melihat masa lalu Nurma. Kira menangis, melihat Nurma yang kesakitan.


"AAAAAAAA" teriak Kira, antara kesal dan juga marah.


Sanjaya menarik Nurma dengan kasar dan melepaskan jambakan itu dengan sekaligus dan di banting secara kasar, sehingga tubuh Nurma terjerembab ke lantai. Sanjaya melangkahkan kakinya, mendekati Nurma yang sedang susah payah untuk bangun. Tubuhnya terasa sakit, karena punggungnya yang terbentur ranjang besi.


BUGH


"AKH"


BUGH


"AARRGGHHHTT"


BUGH


Sanjaya yang marah, menendang perut Nurma berkali-kali. Sampai Nurma tak bisa menahan rasa sakitnya dan tak sadarkan diri, Kira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menggelengkan kepalanya.


"JAHAT.. KAMU JAHAT" teriak Kira


Saat ia sadar, Nurma tidak lagi bergerak. Ia menghentikan aksinya, ia berjongkok dan menggoyang tubuh Nurma.


"S*AL, kenapa dia pingsan segala" Sanjaya mengangkat tubuh Nurma kembali dan membaringkannya di atas ranjang dengan perlahan, ia pun duduk di samping Nurma.


Sanjaya mengusap wajah Nurma dan merapihkan rambut, yang menutupi wajah Nurma.


"Kamu benar-benar cantik, aku menyukaimu. Seharusnya kamu merasa beruntung di sukai aku, banyak perempuan yang ingin denganku. Tapi aku menolak mereka, yang aku inginkan hanya kamu. Istriku saja kalah cantik denganmu, aku bisa menceraikannya demi kamu sayang." ucap Sanjaya, ia mencium kening Nurma sebelum akhirnya ia pergi


SYUUUUTTTT


"HIks... hiks... dasar pria b*jingan, jahat..." Kira yang sudah kembali lagi ke tubuhnya pun, menangis sesenggukan. Ia menutup wajah, dengan kedua telapak tangannya.


Sahin langsung mendekatinya dan langsung memeluk tubuh Kira, Kira membalas pelukan tersebut.


"Pria itu jahat Hin, ia menganiaya Nurma sampai tak sadarkan diri. Rambutnya di jambak, tubuhnya di banting dan di tendang tanpa ampun. Dia jahat Hin, sangat jahat. Hiks... hiks... " Sahin yang mendengarnya benar-benar merasa emosi, salah satu tangannya mengepal.


'Aku akan menyuruh anak buah Zandra yang menyamar, untuk memberikan hukuman pada pria itu di sel.' ucap Sahin dalam hati


"Sudah, Nurma sudah aman sekarang. InsyaAllah dia baik-baik saja, do'akan agar ia lekas sadarkan diri." ucap Sahin


Sahin menuntun Kira keluar dari ruang ICU, Kira yang masih menangis dalam pelukan Sahin. Mengejutkan semua orang yang menunggu di depan ruang ICU, Ita dan Maya langsung bangun dari duduknya dan mendekati Kira.


Kira yang melihat Ita, langsung berhambur ke pelukannya. Ita mengusap punggung Kira, agar Kira lebih tenang. Begitu juga dengan Maya, ia memeluk saudarinya dan mencium puncak kepala Kira.


Yang kini di rumah sakit, memang hanya ada double twin, Ita, dan keluarga Nurma.


"Tidak apa-apa bu? Nanti kami akan menjelaskannya, tapi biarkan saudari saya merasa lebih tenang terlebih dahulu." jawab Sahin, Nirmala dan yang lainnya mengangguk paham. Walau hati mereka diliputi rasa cemas dan bertanya-tanya kenapa Kira menangis, begitu keluar dari ruangan Nurma.


.


.


"Bagaimana? Sudah lebih baik?" tanya Ita, setelah memberikan Kira waktu selama setengah jam. Maya memberikan minum pada Kira, Kira menerimanya dan menghabiskan air tersebut.


"Iya teh" jawab Kira dengan suara seraknya


"Apa kamu sudah bisa menceritakan, apa yang kamu lihat tadi?" tanya Syahid, Kira terdiam dan melihat ke sekeliling. Lebih tepatnya, ia menatap kedua orang tua Nurma. Kira kembali meneteskan air matanya, rasanya sakit bila kembali mengingat kejahatan pria itu.


"Pria itu, sudah beberapa hari selalu menguntit Nurma. Ia meminta Nurma untuk menjadi istri simpanannya, namun Nurma menolak. Karena ia tidak suka dan tidak ingin mengecewakan keluarganya, terutama pak Mun." ucap Kira dengan suara bergetar, tangannya sesekali menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


Ita dan Maya memeluk Kira dari kanan dan kirinya, terasa tubuh Kira yang bergetar.


"Pria itu mencari waktu yang tepat, untuk menculik Nurma. Ia tidak terima dengan penolakan Nurma, karena ia sudah terobsesi padanya. Nurma pun di culik dan di masukkan ke dalam koper, ia membawanya ke kontrakan tempat ia menyekap Nurma. Di sana, Nurma mencoba melarikan diri. Tetapi, pria itu... pria itu menjambak rambut Nurma dan membanting tubuhnya, la lalu.. pria itu juga... pria itu menendang perut Nurma berkali-kali, sampai Nurma tidak sadarkan diri. HIks"


DEG


Jantung Nirmala, seperti berhenti saat itu juga. Begitu juga pak Mun, Bumi dan Rima, air mata mereka menetes, kemarahan terpampang jelas di wajah Bumi dan pak Mun. Ita dan Maya ikut menangis, pasti Nurma saat itu ketakutan dan juga kesakitan. Bagaimana bisa, ada pria sejahat itu?


Kenapa kasus yang mereka temukan, bersangkutan dengan pria-pria psikopat, pria tidak waras semua. Tentu saja, bila waras tak mungkin menjadi penjahat.


Bumi memukul dinding berkali-kali, ia benar-benar ingin menghajar pria itu.


"AAAAARGGGGHHHT.... BR*NGSEK" teriak Bumi, Rima langsung memeluk tubuh Bumi. Bumi tersadar dan membalas pelukan adiknya, Rima menangis dalam pelukan Bumi. Mata Bumi memerah, karena menahan tangis dan juga amarah. Pak Mun terduduk lemas di bangku, putri pertamanya mendapatkan perlakuan kasar dari orang lain. Sedangkan dirinya selama ini, selalu menjaga sang putri layaknya sebongkah berlian.


Walau hidup mereka di bilang jauh dari kata mampu, namun mereka hidup dengan berkecukupan. Mendapatkan putra-putri pintar dan juga soleh/solehah, merupakan rejeki luar biasa membahagiakan. Pak Mun tak pernah merasa pusing dengan biaya pendidikan, karena ketiga anaknya selalu mendapatkan beasiswa.


Ia hanya mencari nafkah untuk tambahan saja, uang jajan, uang makan dan juga pakaian walau tidak mahal. Keluarga mereka selama ini sangat bahagia, tanpa harus mendapatkan materi yang berlebih. Mereka juga masih bisa berbagi pada tetangga, yang memang membutuhkan uluran tangan mereka.


Tapi ternyata, Allah masih ingin memberikan ujian pada keluarganya. Melalui putrinya, Allah masih menguji iman dan ketaqwaan pak Mun dan keluarga.


"Bum, jangan seperti ini. Kasian ayah dan ibumu, mereka butuh kamu yang kuat." ucap Syahid, Bumi meneteskan air matanya. Rima yang masih menangis dalam pelukan Bumi, tak melihat sang kakak meneteskan air matanya.


"Kamu tenang saja, pria itu tidak akan aman di sel. Anak buah keluargaku, akan memberikan pelajaran padanya. Lebih dari yang telah ia lakukan pada kakakmu, percayalah pada kami. Sebaiknya, sekarang kamu do'akan agar kakakmu lekas sadarkan diri. Keluargamu membutuhkan mu, jangan lemah." lanjut Sahin


Bumi menatap Syahid dan Sahin, mereka berdua menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Bumi pun tersenyum melihat nya, ya... keluarganya membutuhkan dirinya. Ia sangat beruntung di pertemukan dengan seniornya, entah apa yang sudah di lakukan kedua orang tuanya. Sehingga bisa mendapatkan keberuntungan ini, keluarga Zandra yang menanggung semuaaaa fasilitas rumah sakit.


'Alhamdulillah, terima kasih ya Allah' gumam Bumi dalam hati, ia pun mendekati kedua orang tuanya sembari memeluk sang adik. Bumi menghibur kedua orang tuanya dan meminta sang ibu berhenti menangis. Begitu juga dengan twin princess dan Ita, yang memberikan dukungan pada keluarga Nurma.


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...