Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Ita dan Dena dalam bahaya



Lain di Afwa, lain juga di Syahid dan Sahin. Mereka baku hantam dengan makhluk-makhluk ghaib tersebut, yang membuat mereka bersemangat adalah mereka berdua tidak perlu merasa takut melukai. Mereka dengan semangat 45, menghabisi makhluk-makhluk tersebut.


Bukan hanya menjadi kesenangan mereka, mereka bahkan bertaruh siapa yang paling banyak memusnahkan makhluk tersebut.


"Bagaimana? Aku sudah 20." ucap Sahin


"Cih, aku 22. Masih menang banyakkan aku dek." jawab Syahid tersenyum mengejek


Sahin yang tak terima, ia kembali ke mode serius dan menyerang makhluk besar yang ada di hadapannya.


BUAGH


CRASH


AAAARRRGGGGHHHT


SWUSSHH


Pukulan dam juga sabetan dari senjata yang terbuat dari tenaga dalamnya, memusnahkan satu per satu makhluk tersebut.


Tanpa mereka sadari, ternyata mbah Musi juga mengirim beberapa makhluk ke kamar Dena. Gayatri yang di penuhi nafsu dendam, ia sangat ingin menghabisi para wanita yang berada di dekat Syahid dan Sahin. Karena itu, Gayatri meminta mbah Musi untuk membawa salah satu dari mereka. Lebih bagus bila sampai keempatnya juga, maka ia akan puas saat menghabisi keempat gadis itu.


Dengan bayaran, Gayatri rela menjadi budak S*x seumur hidupnya untuk Musi. Mendengar tawaran menggiurkan, tentu saja Musi mengiyakan permintaan Gayatri. Dia pikir, apalagi bila keempat gadis itu ia dapatkan. Maka ia juga akan menjadikan Ita dan yang lainnya pemu*s n*fsu untuknya, atau ia jadikan tumbal penyempurna ilmu h*tamnya.


Kini, di kamar keempat gadis itu. Di datangi beberapa makhluk ghaib yang bertubuh besar dan berbulu, makhluk itu hadir dalam bentuk asap dan kini berdiri menjulang tinggi di kamar tersebut.


Ita yang memang tidak bisa melihat, namun bisa merasakannya. Langsung waspada, ia menatap ke sekeliling dan menyipitkan matanya. Berharap bisa melihat mereka yang tak kasat mata, Maya dan Kira yang sempat ketiduran tersentak kaget saat merasakan aura hitam pekat di dekatnya.


DEG


"SIAPA KALIAN?" teriak Kira, saat ia melihat ada sekitar enam makhluk besar tersebut memenuhi kamarnya.


Makhluk itu hanya diam, walau pun Kira dan Maya memiliki kemampuan untuk melawan makhluk-makhluk itu. Menghadapi enam makhluk besar seperti ini, nyalinya pun menciut. Tubuhnya bergetar, melihat betapa besarnya makhluk di hadapan mereka.


Keenam makhluk itu tertarik pada Dena, karena mereka mencium bau darah padanya. Dua makhluk di antara keenam makhluk itu, mendekati Dena yang sedang terlelap. Anehnya, ia benar-benar tidak merasa terganggu sama sekali.


"Apa yang kalian lihat?" tanya Ita panik, ia juga merasakan sesak di kamar ini. Ia merasa ada satu kekuatan, yang menekan dirinya.


Melihat ada yang mendekati Dena, Maya pun menggunakan kekuatannya untuk melawan. Ia menghentakkan tangannya pada makhluk yang sudah berdiri, tepat di samping Dena.


BUGH


Makhluk itu mundur beberapa langkah, karena kekuatan Maya mengenai bahu kanannya. Ia langsung menatap tajam Maya, hanya dengan gerakan matanya. Maya pun terpental jauh ke belakang, sehingga membuat Ita segera berlari dan menahan tubuh Maya, agar tidak terbentur meja yang ada di belakangnya.


BRUAAAKK


"AAGHT" teriak Ita, karena punggungnya terbentur sisi meja tersebut.


"TETEH" teriak Kira, yang sejak tadi diam karena merasakan gemetar sekujur tubuhnya. Ia terkejut, saat mendengar suara keras berdebum dan juga teriakan Ita. Ita pun langsung tak sadarkan diri, karena rasa sakit yang teramat sangat di punggunggnya.


Entah kekuatan darimana, tubuh Kira mengeluarkan cahaya hijau kebiruan. Lensa matanya pun berubah warna, menjadi keemasan.


"AAAAAAAGGGHHHT" teriak Kira, dan keluarlah gelombang besar yang bertitik dari tubuh Kira dan menyebar ke segala arah. Karena terkena gelombang amukan dari Kira, bukan hanya keenam makhluk itu yang merasakan efeknya. Namun, kaca dari pintu balkon kamarnya pun pecah.


PRAAANG


Sehingga mengalihkan konsentrasi Afwa, Syahid dan Sahin.


"MAYA, KIRA, ITA" teriak mereka bertiga


Musi yang sudah kelelahan melawan Afwa, merasa ini waktunya untuk melarikan diri. Dirinya yang sudah kehabisan tenaga dan juga mengeluarkan banyak darah dari mulut juga telinganya, karena hentakan tenaga dalam Afwa. Menghilang begitu saja, berbarengan dengan keluarnya asap hitam dari kamar keempat gadis.


Dengan teleport, mereka bertiga pun langsung ke kamar Ita dan yang lain. Mereka terkejut begitu melihat kamar yang sudah tak berbentuk, di sini benar-benar sudah seperti kapal pecah.


"MAYA!"


teriak mereka bertiga, saat melihat keduanya terkulai lemas tak sadarkan diri. Pintu pun terbuka dengan paksa...


BRUAK


Masuk Rendra yang baru saja sampai di lantai kamar tersebut, seperti reaksi ketiga pria tadi. Rendra juga terkejut bukann main, saat melihat kondisi kamar ini.


Rendra segera mengangkat tubuh Maya, Afwa mengangkat tubuh Kira.


"Dimana teh Ita dan Dena?" tanya Sahin panik, saat matanya berkeliling mencari keberadaan mereka berdua.


Mendengar pertanyaan itu, tentu saja membuat Syahid tersentak kaget. Begitu juga dengan Rendra dan Afwa, mata mereka ikut menelisik ke segala arah. Namun, nihil. Kedua gadis itu TAK ADA, Syahid menggelengkan kepalanya tak terima.


"TEH ITAA" teriaknya


"Jangan bilang bila asap hitam yang keluar dari jendela tadi, yang membawa mereka." ucap Sahin, ia mengeratkan kedua telapak tangannya


Beraninya makhluk-makhluk itu membawa gadisnya!!!


Tunggu, gadisnya? Siapa? Dena?


Ya, kini Sahin mengakuinya. Bila ia sudah jatuh hati pada gadis pecicilan itu, ia merasa teramat sangat marah. Saat mengetahui gadisnya, di bawa pergi.


BRUAK


Sahin menghentakkan tangannya ke sembarang arah, dan mengenai kursi yang ada di samping kanannya.


Rendra dan Afwa terkejut dan menyadarkan mereka.


"Sebaiknya kita segera bawa Maya dan Kira, kita ungsikan mereka terlebih dahulu." ucap Rendra


Afwa mengangguk setuju, Romi yang tadi ikut masuk saat Rendra mendobrak pintu. Hanya bisa diam menyaksikan semua ini, ia juga terkejut saat melihat Sahin yang bisa menghancurkan kursi tadi tanpa menyentuh.


"ROMI" bentak Rendra, sehingga menyadarkan dirinya yang sedang melamun.


"I iya tuan besar, kita ke kamar sebelah saja." ucap Romi, kebetulan kamar yang berada di sebelah Maya tengah kosong.


Romi yang membawa kartu akses, bisa masuk ke kamar mana saja. Langsung membukakn pintunya, Rendra dan Afwa pun merebahkan twin princess.


SPALSh


"Apa yang terjadi? Maya, Kira!!" teriak Yumi yang baru saja hadir, dengan teleport. Bukan hanya Yumi, di sana pun ada Alice, Afwi, Al Ar dan Za. Tentu saja, hal itu membuat Romi semakin terkejut. Ia masih terdiam mematung, karena belum bisa mencerna dengan apa yang sedang terjadi dan ia saksikan ini.


Yumi dan Alice langsung melangkah tergesa mendekati Maya dan Kira, mereka menyalurkan kekuatan dalamnya. Lambat laun Maya dan Kira, membuka kedua matanya. Mereka tersentak kaget saat bangun, karena mereka ingat bila Ita dan Dena dibawa oleh keenam makhluk itu.


"TEH ITA"


"DENA"


Teriak mereka, mereka melihat ke sekeliling.


"Oma, bubu, pipi, abang." panggil Maya


"Teh Ita dan Dena dalam bahaya, mereka berdua di bawa oleh makhluk-makhluk itu." ucap Kira cepat, tangannya bergetar hebat. Begitu juga dengan Maya, mereka masih mengingat bagaimana sosok besar yang mereka lihat tadi.


...****************...


Haduh, gimana nih??


JANGAN LUPA SENGGOLANNYA FAMILY๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


......HAPPY READING


ALL๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž......