Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Pertarungan Melawan 'Mereka'



Peringatan!!!! Di part ini tertera gambar horornya....


"Kalian siap?" tanya abi ustad, mereka bertujuh mengangguk serempak.


Dengan membaca beberapa ayat suci, seraya tangan yang terlilit tasbih berada di depan mulutnya. Abi Ahmad menutup mata. lalu meniup tasbih tersebut. Abi ustad merentangkan ke depan, tangan yang baru saja ia tiup dan..


BRUAK


Pintu terbuka dengan kasar, bahkan bukan hanya terbuka. Pintu tersebut, lepas dari engsel dan terbanting jauh ke depan sana.


Saat pintu terbuka, angin langsung berhembus dengan sangat kencang ke arah wajah mereka. Jangan lupakan bau basah dan lembab, mengganggu penciuman mereka.


"Uhuk... rasanya sangat pengap dan basah." ucap Kira, seraya mengibaskan tangan depan hidungnya.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut, secara bergantian yang di awali Syahid masuk terlebih dahulu.


"Ingat, pikiran kalian jangan kosong." ucap abi ustad mengingatkan, mereka semua mengangguk


Saat mereka semakin melangkahkan kakinya, mereka terkejut. Karena di sana, mereka melihat ada kedua pria yang tergeletak tak sadarkan diri.


"Aku rasa mereka adalah temannya kak Rahmat, sebaiknya segera kita tolong mereka." ucap Sahin, para pria melangkahkan kakinya untuk mendekati kedua pria itu.


Namun, saat beberapa langkah lagi mereka sampai di dekat kedua pria itu. Tiba-tiba terdengar suara lengkingan yang sangat keras, membuat mereka menutup kedua telinga mereka dan memundurkan langkah mereka.


'AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA'


"Astaghfirullah" ucap mereka bersamaan


"Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, 'aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai'in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A'uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih."


Artinya: "Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya"


'AAAAAAAAAAAAAAA..... BERHENTI, HENTIKAN!!!' teriak suara tersebut, namun sosok itu masih tidak mau menampakkan wujudnya.


Axel, Zefran dan Reksa merasakan merinding bukan main pada sekujur tubuhnya. Angin kembali berhembus dengan kencangnya, hingga membuat suasana semakin mencekam. Ketiga pria yang berdiri di tengah, di antara diuble twin dan Abi ustad. Terus menggumamkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan hal itu, membuat sosok yang tidak menampakkan wujudnya semakin marah.


Bahkan kini, bukan hanya angin yang berhembus semakin kuat. Namun, di sekeliling mereka muncul banyaknya makhluk ghaib. Yang mungkin diam di rumah sakit ini, sebagai penunggu gedung yang sudah lama terbengkalai. Angin yang berhembus pun terhenti, bersamaan dengan munculnya para makhluk tersebut.







'BERANINYA KALIAN MASUK KE SINI' ucap salah satu sosok yang memiliki tubuh tinggi besar, memiliki dua tanduk di dahinya dan berwarna merah.


Sudah di pastikan, bila itu adalah jin yang paling kuat di antara sosok yang lainnya.


"Kami tidak akan datang kemari, bila seandainya kalian tidak menyekap kedua pria itu. Sebaiknya lepaskan mereka, sebelum kami memusnahkan kalian." jawab abi ustad dengan suara lembut, namun tegas.


'CIH... MEMANG KALIAN SIAPA, BERANINYA MENGATURKU. KALIAN MASUK KE SINI, ITU ARTINYA KALIAN MENYERAHKAN DIRI PADAKU.' ucap jin tersebut, abi ustad menggelengkan kepalanya perlahan. Ia tau sebesar apa kekuatan yang di miliki oleh keempat anak muda yang ada bersamanya, mudah bagi mereka untuk memusnahkan jin-jin yang berkumpul saat ini.


Hanya saja, mungkin mereka belum bisa mengendalikan kemapuan itu dengan benar.


"Sekali lagi aku katakan pada kalian, lepaskan mereka." ucap abi ustad, seraya melepaskan lilitan tasbih yang ada pada tangannya.


Abi Ustad mulutnya, mulai membacakan ayat kursi, fan beberapa surat lainnya.


'WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA...... HENTIKAN!!!!' teriak jin itu dengan suara menggelegar, bahkan terjadi retakan di beberapa tembok ruangan tersebut.


Double twin, mulai mengeluarkan cahaya dari dalam tubuh mereka masing-masing. Bahkan warna lensa mata mereka pun, kini berubah sesuai dengan warna aura yang keluar dari tubuh mereka.


Demi apapun, ketiga pria yang usianya lebih tua dari double twin. Karena posisi mereka yang berada di tengah-tengah keempat orang tersebut. Terkagum-kagum, dengan cahaya yang keluar dari tubuh double twin. Namun mereka juga mulai takut, dengan apa yang mereka lihat. Begitu banyaknya makhluk ghaib yang muncul di ruangan ini.


Begitu juga dengan abi ustad, ia terus menggumamkan MasyaAllah di dalam hatinya.


Double twin membuat perisai untuk melindungi mereka berdelapan


"Abi ustad, kita mulai menyerang sekarang juga." ucap Syahid dengan suara dingin, abi ustad tersentak kaget dengan aura yang di miliki olehnya.


"Ya" jawab abi ustad, ia semakin mengencangkan suaranya untuk membacakan ayat-ayat suci tersebut.


"Kak, jangan keluar dari perisai ini. Sampai kami memanggil kalian" titah Sahin, ketiga pria itu pun mengangguk paham.


Setidaknya, bila mereka tidak bisa membantu. Mereka harus mengerti, dengan tidak membuat fokus mereka terpecah antara melawan dan melindungi.


Dari cahaya yang double twin miliki, seperti biasanya. Mereka akan membuat cahaya tersebut, menjadi senjata yang mereka inginkan.


Mereka berlima maju dengan serentak, abi ustad dengan tasbih stigi nya. Ia mengibaskan tangannya, yang memegang tasbih tersebut. Para makhluk yang terkena kibasan tersebut berteriak dan terbakar.


Begitu juga dengan Syahid dengan katana nya, ia mengayunkan katana aura tersebut pada makhluk-makhluk yang menyerang dirinya. Sahin dengan kedua kodachi, di tangan kanan dan kirinya. Kira dengan tombak, ia menusukkan ujung tombak tersebut pada makhluk yang di sekitarnya. Maya dengan Kusarigama, ia yang sedang suka dengan alat tajam berasal dari okinawa. Memasang wajah psikopatnya, rasanya menyenangkan menggunakan senjata tersebut.



Namun, semakin mereka menghabisi makhluk-makhluk tersebut. Maka akan muncul lagi, dengan jumlah semakin banyak.


'Ini menyenangkan, namun aku mulai merasa lelah.' ucap Maya dalam hati, twin princess bisa berbicara melewati telepati hanya di saat seperti ini.


'Ya, kamu benar. Makhluk-makhluk ini seolah tidak ada habisnya.' jawab Kira


'Bertahanlah' ucap Syahid dan Sahin


Abi ustad merasa speechless saat ini, ia menyaksikan kehebatan ini dengan mata kepalanya sendiri.


'SUBHANALLAH, MASYAALLAH' gumamnya pelan, namun tangannya pun tak berhenti untuk melawan.


'Tapi kekuatanku terasa terkuras, Hid.' Maya


'Maya benar, semakin kita melawan mereka dengan kekuatan ini. Maka kekuatan kita juga, semakin terkuras habis.' Kira


Syahid berhenti, ia memejamkan matanya. Abi Ustad, Sahin, Maya dan Kira, terus bergerak melawan makhluk-makhluk itu dan melindungi Syahid.


'Akhirnya kalian memanggil kami juga' ucap sosok yang baru datang, dan hal itu membuat jin yang paling berkuasa terkejut.


'Kami kira, kalian bisa menyelesaikan hal ini sendiri.' sambung sosok lainnya


'Maaf mengganggu kalian, kami kira lawan kami tidak sebanyak ini. Rasanya tidak ada habisnya sama sekali, semakin di basmi, malah semakin bertambah jumlahnya.' jawab Syahid


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...