
"Ita, ada yang ingin kami tanyakan padamu. Apa kamu siap untuk kembali membahas firasatmu? Karena waktu kita tidak banyak." tanya Rendra, bukan ia mendesak Ita. Tapi, waktu mereka benar-benar tinggal sedikit lagi.
Kini para orang dewasa sudah berkumpul kembali di ruang keluarga, kecuali twin princess, Mei-Mei dan Dena. Mereka di minta untuk menjaga kembara kembar nakal, di ruang bermain.
"Ya opa" jawab Ita
Afwa mengeluarkan ponselnya, ia masuk ke dalam galery dan menunjukkan foto tersebut pada Ita.
"Perhatikan foto itu, apa itu adalah keluarga yang kamu lihat?" titah Rendra, Ita menerima ponsel Afwa dan memperhatikan foto tersebut.
Ita sangat fokus melihat foto keluarga, yang berdiri berdampingan dengan keluarga besar Zandra.
DEG
Ita tertegun saat melihat foto, batita dan juga pria yang tengah menggendongnya. Pantas saja ia merasa pernah melihatnya, ternyata mereka pernah berlibur bersama.
Ita mengangkat kepalanya, matanya berkaca-kaca menatap orang-orang sekelilingnya.
"Bagaimana?" tanya Rendra, dengan lemah Ita menganggukkan kepalanya
"Ya, merekalah orangnya." jawab Ita pelan, Iren yang duduk di sebelah Ita pun langsung memeluknya dari samping.
"Alhamdulillah" ucap mereka serentak, mereka sudah menemukannya. Kini mereka tinggal merencanakan sesuatu dan mengamankan keluarga tersebut, tapi mereka tetap harus waspada dengan sang suami. Ita tidak melihat siapa pelakunya, ada kemungkinan bukan pelakunya adalah sang suami.
"Kalau begitu, besok kita akan memulai rencana kita." ucap Afwa
"Ya, biarkan masalah ini kami yang menyelesaikannya. Kalian fokus saja dengan ujian kalian, jangan memikirkan hal ini." titah Afwi pada Ita dan twin prince, mereka bertiga mengangguk. Kini Ita bisa bernafas lega, bila keluarga besar sudah turun tangan. Tak ada yang perlu di khawatirkan lagi olehnya, semua pasti akan teratasi dengan sangat baik.
.
.
Afwa dan Afwi yang sudah memiliki rencana, meminta para istrinya untuk bertamu ke rumah keluarga tersebut. Dan sekarang di sinilah mereka berdua, di kediaman tuan Aldo Brahmana.
"Mimpi apa aku semalam, rumah ini di datangi oleh kalian." ucap Salma, yang terkejut saat pembantunya mengatakan ada tamu.
"Ck, kamu ini memang kami siapa? Kebetulan kami sedang mensurvey tempat, untuk membuka cabang kafe Kay. Dan mengingat, bila rumahmu di sekitaran sini. Makanya kami mampir, untuk bersilaturahmi." jawab Sri, Kay menelisik ke sekitar. Apa yang di katakan oleh Ita, memang benar. Inilah rumah tersebut, karena memang tata letak foto yang di ceritakan Ita sama.
"Benarkah? Kamu akan membuka cabangmu dekat sini Kak?" tanya Salma, ia memang di minta untuk memanggil kakak saja.
"Masih rencana Sal, do'akan semuanya lancar." jawab Kay tersenyum
"Sal, ada yang ingin kami katakan padamu. Dimana anak dan suamimu?" ucap Sri, namun ia bertanya terlebih dahulu mengenai Aldo
"Dia, tentu saja kerja. Kak Sri ini bagaimana? Ini kan masih jam kerja, anakku yang sulung sedang ujian kelulusan, anak keduaku ada di kamar, anak ketiga ku sekolah dan anak bungsuku sedang tidur siang. Ada apa?" jawab Salma ,seraya bertanya
Anak pertama Salma satu angkatan dengan double twin, namun di sekolah yang berbeda. Anak keduanya kelas 1 SMA, sehingga kini ia sedang libur sekolah. Anak ketiganya, masih kelas 1 SMP dan si bungsu kini berusia 2 tahun.
"Baguslah, Sal... apa kamu percaya dengan orang yang memiliki indra keenam?" tanya Kay, ia akan menjelaskan secara gamblang pada Salma.
"Indra ke enam? Entahlah, aku tidak pernah berhubungan dengan orang-orang seperti itu. Jadi, gimana ya?" jawab Salma bingung
Kay yang paham, langsung menghubungi Alice. Kay meminta Alice untuk datang ke tempatnya berada, dengan menggunakan teleportasi.
PLOP
"Astaghfirullah, si siapa kamu? ba bagaimana bisa kamu? Tunggu, sepertinya aku mengenalmu" tanya Salma tergagap karena terkejut
Kay, Sri dan Alice hanta terdiam dengan wajah serius mereka.
"Jangan pingsan" teriak Sri, saat Salma hampir tak sadarkan diri. Sri pun berpindah posisi duduk, kini ia ada di samping Salma dan Alice duduk di samping Kay.
"Katakanlah" ucap Salma
"Sal, keluarga kami di berikan kemampuan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Seperti yang kamu lihat barusan, Alice memiliki kemampuan teleportasi. Kita lupakan dulu masalah kemampuan yang lainnya, anggota keluarga kami yang lain melihat keluargamu sedang dalam bahaya." ucap Kay menjelaskan
"Hah? Maksudmu?" tanya Salma terkejut
Sri, Kay dan Alice pun menceritakan apa yang Ita ceritakan semalam secara bergantian.
DEG
Nafas Salma terasa tidak beraturan, ia ingin tak percaya dengan apa yang di ceritakan ketiga orang yang ada bersamanya. Tapi, apa yang ia lihat pada Alice memaksanya untuk percaya.
"Ja jadi, kami harus bagaimana?" tanya Salma terbata
"Rencana kami adalah membawamu dan anak-anak ke tempat aman, selama beberapa hari ini. Apakah kamu mau? Masalah suamimu, biar suami kami yang mengurusnya. Pokonya rumah ini harus kosong, untuk beberapa hari ke depan." jawab Alice
"Tapi, kalo masalah pelakunya. Aku tidak percaya, bila itu adalah suamiku." ucap Salma
"Kami tau, kami juga kan masih menebak. Karena Ita tidak bisa melihat, siapa pelaku penembakan tersebut. Maka dari itu, kami hanya mengambil titik amannya. Yaitu, mengamankan kalian dan memisahkan kalian sementara waktu." jawab Sri
"Waktu kita tidak banyak, anak buah suamiku akan memasang perangkap di sini. Agar kami bisa menangkap pelakunya, tanpa ada korban jiwa. Bagaimana?" tanya Alice, Salma mengangguk cepat.
"Kalau begitu, sekarang kamu segera beritahukan anak-anak dan bereskan baju secukupnya. Kita akan pergi sekarang, kurasa mobil yang terparkir di sebrang adalah pelakunya." titah Kay
DEG
Lagi-lagi Salma di buat terkejut, jadi ada yang mengawasi keluarga mereka selama ini? Salma pun bergegas bangun dan berjalan tergesa menuju kamar anak-anaknya.
Putri keduanya sangat bingung dengan apa yang ibunya katakan, namun ia juga menuruti apa yang ibunya minta.
Biarkan Salma yang sedang sibuk, memasukkan pakaian dirinya dan anak-anak ke koper. Berbeda dengan Kay, Sri dan Alice. Kini mereka sedang berdiri di dekat jendela, memperhatikan keluar. Di sana memang ada mobil hitam, Kay melihatnya saat mereka tiba di sini.
"Ada kemungkinan, bukan tuan Aldo pelakunya. Tapi kita tetap harus waspada, biarkan itu menjadi urusan para suami." ucap Kay
"Assalamu'alaikum" salam seseorang dari luar, ternyata anak pertama Salma yang baru saja pulang.
"Wa'alaikum salam" jawab mereka bertiga
"Loh, tante kan yang waktu itu ketemu di villa?" Kay, Sri dan Alice tersenyum. Anak gadis itu pun mencium punggung tangan mereka bertiga
"Baru pulang nak? Bagaimana ujiannya?" tanya Sri
"Iya tan, Alhamdulillah Meisa bisa mengerjakannya." jawabnya
"Syukurlah"
"Sayang, kamu sudah pulang? Sekarang kamu ganti baju dan kita akan bersiap untuk pergi dari rumah ini sementara waktu." ucap Salma yang baru saja turun dengan membawa 2 koper, di susul anak keduanya yang sama-sama membawa 2 koper.
Meisa yang baru saja pulang, bingung melihat mama dan adiknya.
"Ada apa ini ma?"
...****************...
......Happy Reading
allπππ......