Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Arwah Seorang Dokter



BAGH


Ceper langsung menghajar Asep, hingga ia tersungkur di lantai. Ambu, Arumi, Ria dan para tetangga terkejut. Karena mereka juga belum pernah melihat Ceper, semurka ini.


"Cep, sabar Cep. Obrolin baik-baik, jangan main hakim sendiri. Malah nanti kamu yang rugi jadinya." ucap seorang tetangga, yang juga teman Ceper. Ia dan temannya yang lain, menahan tubuh Ceper yang hendak kembali menghajar Asep.


Sudah di pastikan, bila tak ada warga lain. Asep bisa habis ditangan Ceper, beruntunglah kamu Sep karena aku bawa warga😮‍💨


________________


Kini mereka tengah duduk lesehan, di rumah Asep. Keluarga Ceper, Asep, pak RT dan juga beberapa tetangga yang lain. Mereka akhirnya ikut duduk bersama, untuk membicarakan masalah yang membuat Ceper semurka ini.


"Jadi, ada apa sebenarnya Cep? Kamu datang-datang main hajar anak orang, kamu kan tau. Kalo orang tua Asep ada di Garut, bicarakan baik-baik." ucap pak RT


"Saya sudah kadung emosi pak Rt, Asep benar-benar sudah mencoreng muka saya. Ria, ponakan saya dihamili olehnya."


DEG


"ASTAGHFIRULLAH" ucap semua orang yang menyaksikan


"Sep, bener kamu menghamili Ria?" tanya pak RT


"Nggak mungkin pak, itu bukan anak saya mungkin. Kamu tidur dengan siapa, ngakunya sama siapa?" jawab Asep mengelak, Ria yang mendapat jawaban Asep langsung menegakkan kepalanya dan menatap tajam pria yang baru saja mengelak


"Apa? Kamu bilang apa tadi? Setelah kamu ambil kep*rawanan aku, kamu bilang aku tidur dengan banyak lelaki? B*JINGAN KAMU ASEP!!" Ria bangun hendak menyambar tubuh Asep, namun segera di tahan oleh Ceper.


" Jangan kamu kira saya tidak tau Sep, kamu sering bawa masuk si Ria ke rumah ini dan juga di Villa. Ngapain kalo bukan main kuda-kudaan, main gapleh?" ucap tetangga yang usianya sama dengan Asep


GLEK


"Saya mau mereka berdua segera di nikahkan sekarang juga, ini benar-benar sudah mencoreng nama saya dan juga desa ini." ucap Ceper dengan suara lirih, kini pikirannya sudah mulai jernih.


"Setuju" ucap warga lain


"Nikahin pak RT, atau nggak arak keliling desa pak" teriak warga yang menyaksikan di luar, Asep menggelengkan kepalanya karena takut di arak.


"Baik, panggil penghulu. Apa kamu yang akan menjadi walinya Cep?" tanya pak Rt, abah Ceper mengangguk pelan. Ria kembali menangis, saat melihat pamannya meneteskan air mata. Rasa sesal baru ia rasakan saat ini, padahal pamannya kurang gimana menyayangi dirinya. Pamannya tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang, yang di berikan pada Arumi dan juga pada dirinya.


Ijab Qabul pun selesai di laksanakan, Ria sesenggukan. Sedangkan wajah Asep terlihat sangat kusut, apalagi mendapat ancaman dari Ceper. Bila sampai Asep menyakiti Ria dan masih bermain perempuan, maka di saat itu juga. Jangan salahkan Ceper, yang akan membuatnya cacat seumur hidup.


.


.



Sedangkan di gedung yang menjadi bekas Rumah Sakit, Bandung Medical Center.


Mereka semua barulah tiba, dan kini mereka semua tengah berdiri di depan gedung tersebut.


Bangunan BMC terlihat berbeda seperti gambar di internet yang di lihat oleh Reksa, proses renovasi hampir 80 persen saat itu dan kondisinya sekarang tidak begitu menyeramkan seperti yang dibayangkan. Sampai di depan lobi rumah sakit, mereka masih diam berdiri di sana. Double twin dan ustad abi, kini terdiam menatap pada pintu masuk rumah sakit tersebut. Mereka berlima melihat sosok dokter tinggi besar. Dokter tersebut mematung dengan wajahnya pucat.


Mereka akhirnya saling bertatap mata, kemudian dokter itu memperlihatkan telapak tangannya kepada double twin dan abi Ustad. Dari telapak tangan sosok tersebut, darah semua keluar dari sela sela tangannya. Itu mengalir, sampai menetes ke lantai. Dokter tersebut terus menatap mereka berlima, karena Reksa, Axel dan Zef tidak bisa melihat sosok tersebut.


'Kenapa kita masih diam di sini?' bisik Reksa


'Itu artinya ada sesuatu di depan sana, kita tunggu di ijinkan masuk. Jangan gegabah" jawab Zefran, Reksa mengangguk paham.


'Tolong saya' ucap sosok dokter tersebut, dilihatnya dokter tersebut sudah menurunkan tangan dan tidak meneteskan darah.


“Kami bisa bantu apa?” tanya abi ustad balik dan terjadilah komunikasi di antara mereka.


Arwah dokter tersebut bercerita, saat itu ia berusia sekitar 41-42 tahun. Kejadian berawal, saat Ia tengah melakukan operasi. Dokter lain tidak ada yang membantunya karena tidak sanggup untuk menangani kondisi pasien tersebut. Saat operasi berlangsung, dokter memegang perut pasien. Dari perut pasien, keluar darah hingga membasahi telapak tangannya. Darah yang sangat banyak mengotori baju putihnya sampai ke siku. Setelah berusaha menyelamatkannya, akhirnya pasien tersebut meninggal di tangan dokter tersebut. Pihak keluarga pasien, menduga telah terjadi malpraktik. Mereka akhirnya menuntut rumah sakit untuk bertanggung jawab. Dokter tersebut dipecat dan mendapatkan blacklist dari beberapa rumah sakit di Bandung saat itu.Arwah dokter tersebut menceritakan kepada mereka berlima, saat itu ia sempat depresi dan memilih untuk bunuh diri dengan meminum obat-obatan.


“Tolong saya…,” kata arwah dokter kembali berbisik.


“Iya, harus tolong bagaimana?,” kata Maya membalas.


Abi ustad menjelaskan orang yang bunuh diri tidak berada ‘di atas atau di bawah’. Kebanyakan yang bunuh diri tidak bisa ke ‘alam sana’. Abi ustad juga menjelaskan, bila kita akan kembali berkumpul saat di padang mahsyar. Setelah kita mendengar terompet sangkakala kedua, yang disebut hari kebangkitan. Karena tiupan yang pertama adalah hari kiamat. Kemudian terjadilah hari pengadilan Allah.


Sosok itu meneteskan air mata, bila boleh memutar waktu. Ia ingin sekali kembali ke waktu dimana ia melakukan perbuatan tersebut. Yang mana membuatnya tertahan di dunia, abi Ustad meminta maaf padanya karena tidak bisa membantu. Namun, sosok itu yang akan membantu mereka.


'Kedua orang yang kalian cari, ada di dalam. Aku tidak yakin mereka masih hidup, tapi aku akan membantu kalian.' ucap dokter tersebut


Sebenarnya, tanpa bantuan sosok itu pun. Twin prince bisa menghilangkan keberadaan mereka, karena itu salah satu kemampuan mereka berdua.


"Ingat, jangan sampai pikiran kalian kosong. Terus membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, bila sampai melihat atau merasakan sesuatu. ABAIKAN" ucap abi ustad pada Axel, Zef dan Reksa, Mereka mengangguk paham.


"Bismillah" mereka pun masuk ke dalam


Begitu masuk, auranya benar-benar berubah menjadi dingin. Suasana terasa mencekam, entah hanya perasaan atau memang benar. Axel, Reksa dan Zef, merasakan bila banyak mata menatap pada mereka.


'Teruslah berjalan, anggap mereka tidak ada.' ucap arwah dokter


Mereka semakin masuk ke dalam, dan sampailah di salah satu ruangan yang cukup menyeramkan. Dimana pintunya terlihat sudah berlumut dan berwarna hitam


"Apa kamu yakin, mereka ada di sini?" tanya Sahin


'Ya, dan maaf. Aku hanya bisa mengantar kalian sampai di sini.' arwah itu pun menghilang


"Kalian siap?"


...****************...


...Happy Reading all💞💞💞💞...