Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Part 88



"Benarkah? Jangan bermimpi terlalu tinggi, karena yang akan musnah adalah kalian" ucap Yumi yang baru saja muncul, dengan menatap tajam sosok tersebut.


"OMA" teriak Sahin, Maya dan Kira tersenyum lega.


'Cih, kalian pikir kalian siapa. SIAPA KAMU, BR*NGSEK?'


"Hei, bukan kamu tapi KALIAN. Karena dia tidak datang seorang diri." jawab Alice tersenyum, ia ada di belakang Yumi


"BUBU"


"Maaf, kami datang terlambat. Tenang, kalian bisa istirahat sekarang." ucap Alice tersenyum


Namun tak lama tatapannya berubah tajam, seraya menggerakkan tangannya dan mengarahkan tangan kanannya pada sosok tersebut.


BUGH


'AAAAAA' sosok itu langsung jatuh tengkurap, seolah ada beban berat yang menindih punggungnya.


"Melawan makhluk seperti kalian, itu mudah. Kalian bukanlah lawan yang sebanding untuk kami, melawan yang lebih kuat dari kalian saja, sudah pernah kami lakukan. " ucap Alice dengan suara dinginnya, bukan sombong. Tapi itu adalah kenyataannya..


Sahin, Kira dan Maya, kini bisa melepaskan rantai tersebut dan jatuh terduduk dengan nafas yang tidak beraturan


"Hah hah hah" lelah, sangat lelah yang teramat sangat lelah.


'Si a pa ka li an se be nar nya' ucap sosok itu, dengan suara tersendat. Karena ia tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


Kenapa mereka bisa mempunyai kekuatan lebih besar, dari anak-anak yang tadi?


"Mau tau aja, apa mau tau banget?" tanya Yumi melangkah mendekati sosok itu


'Jangan lemah, kami akan membantumu.' ucap Aa dan Dede yang baru saja tiba


Ke empat pria yang menahan Raka baru saja terkejut dengan kehadiran Yumi dan juga Alice, kini mereka harus kembali di kejutkan dengan sosok AA dan DEDE.


BRUGH


Miko yang sejak tadi menahan diri, akhirnya jatuh pingsan juga. Namun tidak dengan Dika, Rio dan ayah Raka. Terkejut? memang, tetapi mereka lebih terkagum-kagum dengan sosok aa dan dede. Sedangkan yang di luar perisai, mereka juga tak sadarkan diri karena kemunculan Yumi dan Alice. Kecuali Dena yang memang sudah tau, dan adik dari Raka yang masih balita tersebut.


Ingat, yang bisa melihat aa dan dede. Hanya mereka yang ada di dalam perisai.


"KELEEEEENNN" ucap adik Raka dengan tatapan mata yang berbinar.


Tanpa sadar, air mata Maya dan Kira terjatuh di pipi mereka. Sumpah demi apapun, mereka benar-benar merasa lega. Sejak tadi mereka, menahan ketakutan mereka untuk melawan sosok satu ini. Sosok kuat menurut mereka bertiga, karena mereka hampir saja menyerah melawannya.


Saat Yumi mendekat, sosok itu ingin sekali menengadahkan kepalanya. Tetapi, hal tersebut tidak bisa terealisasikan dengan baik. Karena Alice masih menahan tubuh itu, sehingga membuatnya tak berkutik sama sekali.


"Aku adalah orang yang akan memusnahkan mu" Yumi mengangkat tangan dan menaruhnya di atas kepala makhluk itu, Yumi menutup matanya dan membacakan beberapa surat di Al Qur'an.


'AAAAAAAAAAAAAAAAAAA PAANAAAA..... ssss' sosok itu pun terbakar habis dan menghilang.


"Alhamdulillah" ucap Sahin, Maya dan Kira


"Kalian hebat, bisa bertahan sampai sejauh ini. Terimakasih" ucap Yumi tersenyum bangga


'Kini kita harus menghabisi makhluk-makhluk yang ada di luar sana ' ucap AA, Yumi dan Alice pun mengangguk.


Mereka berempat langsung keluar, dengan cara teleportasi.


"Buseeeettt, mimpi apa gue kemaren malem cok. Bisa liat semua kehebatan ini, hari ini." ucap Dika


Rio hanya mengangguk setuju, speechless... itu yang kini ia rasakan.


'Wah wah wah, ternyata banyak juga.' ucap Dede


"Hem, sepertinya orang yang menggunakan mereka bukan dukun sembarangan." ucap Yumi


"Kita bagi-bagi ok, sudah lama aku tidak bertarung." ucap Alice


'Cih, ini semua akan habis dalam sekejap olehku.' ucap Aa sombong


"Ohhh... tidak bisa, kami juga ingin menghabisi mereka" ucap Yumi


"SEKARANG"


.


.


Sedangkan di tempat yang cukup jauh dari tempat Raka, ada seorang dukun yang terbatuk dan mengeluarkan darah. Ia memegang dadanya yang terasa sakit, bersamaan dengan musnahnya sosok yang merasuki Raka.


Di lain tempat, tepatnya di sebuah rumah mewah. Pemiliknya dan juga anggota keluarganya meregang nyawa, dengan cara tidak wajar. Tubuh yang tiba-tiba terbakar sampai gosong, bersamaan dengan rumah mewah tersebut. Untung saja rumah itu cukup jauh dari pemukiman warga, sehingga tidak sampai menyebar ke rumah para warga.


Namun, para warga tetap keluar rumah. Saat mereka melihat ada nyala api, yang begitu besar.


'Astaghfirullah'


'Innalillahi wa innalillahi rajiun'


'Cepat tolong mereka yang ada di dalam rumah tersebut' teriak salah satu warga


'panggil pemadam kebakaran' teriak yang lainnya, namun karena panik dan sibuk memadamkan secara manual. Membuat mereka semua, tak ada yang memanggil pemadam kebakaran.


Para warga gotong royong mengambil air, berusaha memadamkan api tersebut. Namun usaha mereka, seolah sia-sia. Karena semakin mereka berusaha memadamkannya, semakin besar pula kobaran api tersebut.


'YA ALLAH' teriak beberapa orang yang berusaha memadamkan api, mereka mundur saat api membesar.


Mereka meneriaki nama-nama penghuni rumah tersebut, tidak sampai satu jam. Api itu padam sendiri dan ******* habis bangunan tersebut, beserta isinya.


'Naudzubillahimndzalik, apa benar mereka kaya karena dengan cara salah?'


'Aku yakin, karena sudah banyak korban yang berjatuhan secara tidak wajar.'


'Ya Allah, Astaghfirullah'


"Innalillahi wa innalillahi rajiun, tak ada yang tersisa sama sekali. Semuanya terbakar habis bis bis'


'Jangan ada yang mendekati, tunggu polisi datang'


'Kenapa tidak ada pemadam kebakaran?'


'Apa kamu sudah menghubunginya?'


'Tidak, aku kira salah satu dari kalian.'


'Ya ampun, jadi tidak ada yang memanggilnya?' mereka semua menggelengkan kepalanya


'Ya sudah hubungi polisi, agar cepat di tindak lanjuti.' ucap pa rete, seraya menunjuk salah satu warganya.


.


.


Kembali ke rumah Raka, kondisi rumah Raka sudah tidak berbentuk. Karena semua barang hancur berantakan, tak ada kekuatan untuk merapikannya. Jangankan untuk merapihkan, melihatnya saja sudah malas luar biasa.


"Panggil Ambulance, kita akan cari benda yang di ambil oleh teman kalian" titah Yumi pada Dena, Dena mengangguk dan mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Yumi, aa dan dede naik ke atas, tepatnya ke kamar Raka.


"Kalian semua ikut ke rumah sakit saja, kecuali adik kecil. Kamu ikut bubu mau?" titah Alice pada anggota keluarga Raka yang kini sudah sadarkan diri, kecuali Raka.


Anak itu tersenyum dan mengangguk dengan cepat, ia benar-benar mengidolakan Alice dan juga Yumi. Alice tertawa kecil, saat anak itu melompat ke dalam pangkuan Alice.


"Ma maafkan putra saya nyonya" ucap ibu Raka lemah


"Tidak apa-apa, aku menyukainya. Dan maaf, aku harus membawa anak ini, karena tidak baik bila harus ikut ke rumah sakit. Kalian tenang saja, di sana kalian akan mendapatkan ruangan khusus keluarga Zandra. Dan saat kalian kembali nanti, rumah ini akan kembali seperti semula." jawab Alice tersenyum, Air mata ibunya Raka pun lolos pada akhirnya.


"Ya Allah, masih ada orang sebaik kalian. Terimakasih terimakasih, maaf kami sudah menyusahkan kalian sekeluarga. Kami tidak tau harus membalasnya dengan apa?" ucap ibunya Raka


"Kembali tersenyum dan banyak-banyak lah bersedekah pada sesama, itu sudah cukup." jawab Alice, membuat kedua orang tua dan tante Raka terisak. Perasaan haru dan penuh syukur memenuhi rongga dadanya, begitu juga dengan Rio, Dika, Miko dan Ica. Mereka menatap kagum pada Alice, menatap sampai tak berkedip.


...****************...


Maaf telat update fams...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...