
"Sebelumnya maaf, demi keamanan kalian. Ponsel kalian semua akan kami sita, kalian hanya boleh menggunakan alat elektronik yang ada di apartemen. TAK ADA MEDSOS, KALIAN BENAR-BENAR TIDAK BOLEH MEMBUKA APAPUN." ucap Rendra lagi memperingatkan
Glek
'Apa opa Rendra bisa mendengar isi hatiku? Kenapa bisa tau, bila tadinya aku mau menghubungi Ega?' ucap Meisa dalam hati
"Meisa, apa kamu dengar?" tanya Yumi
"E eh.. de dengar oma" jawab Meisa tergagap, sedangkan Meriam tidak merasa keberatan sama sekali.
"Mm.. maaf oma, opa. Apa di sana ada buku bacaan, seperti novel dan komik? Meriam tidak keberatan, bila tidak boleh memegang ponsel. Tapi Meriam tidak bisa, bila tidak ada buku." tanya putri kedua Salma, Salma langsung menatap Meriam.
Ia benar-benar merasa tidak enak, sudah di lindungi masih banyak permintaan.
"Maafkan putri saya nyonya" ucap Salma, Yumi tersenyum
"Panggil bunda.. " titah Yumi
"I iya bunda, maafkan putriku yang tidak sopan ini." ucap Salma dengan wajah merasa bersalah.
Yumi malah tertawa, mendengar ucapan Salma.
"Tidak apa-apa, kamu tenang saja. Buku apa yang kamu mau, katakan saja. Biar nanti anak buah Zandra yang mengirimnya ke sana, oma justru lebih suka dengan anak yg lebih banyak memegang buku daripada ponsel." jawab Yumi, Meriam tersenyum senang
"Terimakasih oma" Yumi menganggukkan kepalanya
"Kalau begitu, kalian bisa pergi sekarang. Di luar sudah ada mobil yang akan mengantar kalian, dan di sana juga kalian akan mendapatkan penjagaan." ucap Rendra
"Sebelumnya maaf, apa alasan kalian melarang kami menggunakan ponsel kami?" tanya Meisa yang masih penasaran
"Kamu yakin siap mendengar jawabannya?" tanya Rendra
Ragu, namun penasaran. Meisa akhirnya menganggukkan kepalanya pelan, Rendra dan Yumi saling tatap dan menghembuskan nafas pelan.
"Apa kamu percaya, bila kami mengatakan bahwa pelaku yang akan menghabisi keluarga kalian ada hubungannya dengan kekasihmu?" tanya Yumi
Deg
"A apa? Me menghabis keluarga kami? Ada apa sebenarnya ini?" tanya Meisa kaget dan juga bingung, begitu juga dengan Meriam.
"Dan bagaimana mungkin Ega kekasihku, bisa ada hubungannya dengan ini semua?" tanyanya lagi
"Alasan kami mengamankan kalian, karena salah satu anggota keluarga kami. Melihat bahwa besok keluarga mu akan habis di bantai oleh seseorang, dan setelah kami mencari tau semuanya. Ternyata pelakunya adalah salah satu anggota keluarga Aldo, yaitu pamannya yang ada di Inggris. Ia menggunakan pria yang menjadi kekasihmu, sebagai jalannya. Kekasihmu adalah anak dari selingkuhan paman ayahmu, karena kamu dan keluarga mu tidak mengenalnya." jawab Rendra
"Ti tidak mungkin, itu mana mungkin opa. Kekasihku tidak mungkin mendekati aku, dengan tujuan untuk menghabisi keluarga ku." elak Meisa sembari
menggelengkan kepalanya
"Tapi faktanya membuktikan semua itu benar, apa kamu butuh bukti?" tanya Yumi
Meisa terdiam, air matanya menetes. Ia tak percaya bila Ega, seperti apa yang di katakan Rendra dan Yumi. Tapi, tak ada kebohongan yang terpancar.
"Sayang, kita menurut saja dan semuanya pasti akan terungkap." ucap Salma menenangkan sang putri, jujur ia sendiri terkejut.
Bagaimana mungkin paman dari suaminya dalang dari semua ini? Karena selama ia kenal dengannya, pria itu dikenal sangat baik dan juga selalu membantu keluarga nya.
"Asal kamu tau Sal, justru orang yang tidak kita sangka-sangka lebih besar kesempatan untuk berkhianat. Apalagi, semuanya karena harta" Ucap Yumi, Salma menoleh dan menatap Yumi dengan mata berkaca-kaca.
"Aku.. Aku hanya tidak bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya suamiku bunda, karena pamannya yang selama ini ia jadikan sandaran setelah kedua orang tuanya tiada. Tapi.. Kenyataannya, itu semua adalah hanya topeng belaka." Ucap Salma
"Bersabarlah, jadikan ini sebagai pelajaran untuk keluarga kalian. Jangan mempercayai sembarang orang, dan aku juga tidak memaksa kalian harus percaya pada kami. Aku melakukan ini semua, hanya demi cucu menantuku. Bila seandainya aku tidak bisa menyelamatkan kalian, maka ia akan semakin merasa bersalah. Karena saat kejadian kebakaran beberapa waktu lalu, kami tidak paham dengan firasat yang ia rasakan." Ucap Yumi
Ya, mereka tidak berharap keluarga Aldo percaya dengan apa yang akan mereka lakukan. Mereka melakukan ini, karena takut kondisi Ita akan benar-benar kembali drop. Bila seandainya, mereka tidak berhasil menyelamatkan keluarga tersebut.
"Assalamu'alaikum" Salam double twin, Ita dan Dena yang baru saja sampai
"Alhamdulillah, aman terkendali oma" Jawab Dena seraya ikut mencium punggung tangan Yumi, seperti yang lainnya.
"Syukurlah"
"O oma, bukankah mereka...
"Ya, merekalah orangnya" jawab Yumi, Ita pun bernafas lega
"Syukurlah, tolong menurut apa kata oma. Demi keselamatan kalian semua, aku tidak ingin kalian seperti apa yang sudah aku lihat." ucap Ita dengan tatapan memohon, seraya memegang tangan Meisa.
Meisa yang melihat ada ketakutan di mata Ita, mengangguk. Ita tersenyum dan memeluk Meisa
"Terimakasih"
"Sudah, sebaiknya kalian masuk kamar dan bersihkan tubuh kalian." titah Yumi
"Baik oma" jawab mereka semua
'Tan, apa kedua perempuan itu tunangan twin prince' bisik Meriam
'Ya, mereka cantik bukan?' jawab Sri ikut berbisik, Meriam mengangguk setuju
"Ya mereka cantik, apalah aku yang hanya remahan nasi yang nempel di pinggiran bibir." celetuk Meriam pelan, Sri pun langsung tertawa mendengar ocehan Meriam.
"Kamu cantik, hanya bukan jodoh mereka saja." ucap Kay
"Tante benar, tapi semoga jodohku adalah ketos di sekolah." jawab Meriam
"AAMIIN" jawab Sri dan Kay
"Kamu menyukai merk sendal?" tanya Meriam, yang hatinya sudah lebih ikhlas menerima bila kekasihnya adalah salah satu pion dari kakeknya yang di Inggris. Lagian mereka baru berhubungan selama 3 bulan, tak ada yang perlu ia tangisi. Tadi ia hanya terkejut saja, dan... sedikit sakit hati๐คฃ
"Merk sendal?" tanya Meriam, Meisa mengangguk dengan waja polosnya.
"Iya, Ando itu merk sendal kan?" tanya Meisa, yang membuat wajah Meriam kesal seketika
"Ck" Salma dan yang lainnya tertawa mendengar perdebatan dua gadis tersebut.
.
.
Sedang di sisi lain, pria yang menjadi paman Aldo sedang memaki-maki Ega. Karena Ega mengatakan mundur, ia tak mau menyakiti gadis yang tulus menyayanginya.
"Dasar b*doh, kamu memang seperti ibumu. Tidak bisa di andalkan, hanya bisa menghabiskan uangku saja. S*ALAN" maki pria itu lewat sambungan telepon
Salah satu tangan Ega mengepal, ia selama ini selalu diam menahan amarahnya. Pria yang mengaku ayah kandungnya, hanya bisa memaki dan menghina dirinya juga sang ibu.
Tak ingin berkata kesal, Ega mengakhiri sambungan tersebut. Ia pun melemparkan ponsel miliknya ke sembarang arah di sofa, marah, kesal, menyesal bergabung menjadi satu.
"Maafkan aku, bukan mauku melakukan hal itu. Aku akan berhenti mendekati mu, aku akan berusaha menjauhi mu." ucap Ega seraya mengusap kasar wajahnya
.
"Anak s*alan, beraninya mematikan panggilan dariku. Aku akan menghabisi keluarga Aldo secepatnya, dan akan aku ambil alih semua asetnya." ucap pria tersebut
...****************...
......Happy Reading
all๐๐๐๐......