
Setelah memberikan ruang untuk Ita menangis, anggota keluarga yang lain pun membiarkan Ita beristirahat. Karena saat lelah menangis di dalam pelukan Alice, Ita tertidur saking lelahnya. Lelah menangis dan lelah menahan tekanan, serta rasa takut tak bisa menyelamatkan keluarga yang muncul dalam firasatnya.
"Lalu, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Afwa
"Masalahnya Ita belum memberikan ciri-ciri keluarga tersebut, kita tidak bisa melakukan apapun saat ini. Sampai Ita bangun dan memberikan kita detailnya." jawab Rendra
"Ayah benar, tapi bila boleh menyimpulkan. Ita sempat bilang, bila ia seperti mengenal pria yang menjadi kepala keluarga. Memiliki 4 anak, 3 perempuan dan 1 laki-laki yang masih batita. Bila kita telaah lagi lebih teliti, Ita tidak pernah keluar rumah bila tidak bersama double twin. Itu artinya, antara kita juga mengenalnya atau dia sering melihatnya di tempat yang sama." ucap Afwi
Mereka semua terdiam, mereka memikirkan kenalan yang sekiranya memiliki 4 anak dan memiliki batita laki-laki.
"Aaahhhh.... Buntu, aku tidak terpikirkan siapapun." Ucap Za sembari mengacak rambutnya kesal
"Tunggu, aku merasa ingat sesuatu." Ucap Al
Semua orang langsung menatap Al, di ruang keluarga ini hanya ada para lelaki yesss.
"Apa yang kamu ingat?" tanya Rendra
"Apa opa ingat, saat keluarga kita semua pergi ke villa. Di villa sebelah ada yang mengisi satu keluarga, pria itu memperkenalkan semua keluarganya. Tiga anak perempuan dan 1 anak lelaki dan anak lelakinya masih berusia 1 tahun saat itu. Apa itu mungkin?" jawab Al
"Kamu benar, bukankah kita sempat berfoto bersama? Apa ada yang menyimpan fotonya?" tanya Afwi
"Kalau tidak salah Kay masih menyimpannya di ponsel." jawab Afwa
"Coba mintakan fotonya" titah Rendra, Afwa menghubungi Kay dan meminta Kay untuk mengirimkan foto tersebut.
Ting
Ting
Ting
Ada 3 foto yang di kirimkan oleh Kay, Afwa pun membukanya.
"Benar, ini dia. Coba ayah lihat" Rendra menerima ponsel tersebut
"Hmm... kita akan tanyakan ini pada Ita, semoga benar mereka." ucap Rendra
"Waktu kita tidak banyak" ucap Za
"Kita akan kembali membicarakan ini setelah makan malam." ucap Afwa, mereka semua setuju dan membubarkan diri.
.
.
"Mengerikan, cerita teh Ita sangat menakutkan." ucap Dena
'Kamu benar, aku mendengarnya saja sudah sangat merinding. Apalagi melihatnya' balas Mei-Mei
"Pantas saja oma melarang ku melihatnya, huft." ucap Kira
"Benar, teh Ita saja sampai drop karena melihatnya. Ahh... aku tidak bisa membayangkan bila aku yang melihatnya, bisa-bisa aku gila." ucap Dena menggelengkan kepalanya
"Padahal tanpa liat itu saja, lu sudah gila ya Den. Ck ck ck" celetuk Maya
"Lu kalo ngomong suka bener, gue ga suka. Jangan suka buka aib lah, nanti ada dokter yang denger. Terus gue di bawa lagi ke sana bangsal." balas Dena dengan wajah tengilnya, tawa Mei-Mei, Maya dan Kira pun pecah
Mereka berbicara ngaler ngidul, entah apa saja yang mereka bicarakan.
.
.
"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Alice
"Bubu, apa aku tertidur lama?" tanya Ita balik
"Lumayan, sudah jam 5. Kamu belum Ashar, hmm?" Ita yang terkejut mendengarnya, langsung lompat dari kasur.
"Jangan berlari sayang, nanti kamu terpeleset." teriak Alice memperingatkan
"Bisa ceroboh juga ternyata, aku kira dia gadis yang sangat sempurna. Ita juga kan manusia biasa, untuk Syahid yang mendapatkannya. hehehe" Alice terkekeh, seraya menggelengkan kepalanya
.
Makan malam tiba, meja makan yang sangat panjang terisi penuh. Semua keluarga berkumpul, Za dan Iren juga ikut menginap.
Seperti biasa, makan malam akan ramai bila 10 kembara kembar nakal sudah berkumpul. Celotehan, jailnya, dan perdebatan menghiasi makan malam tersebut.
"Ayah, apa benal kalo laki-laki boleh punya banyak pacal?" tanya Anin
Para orang dewasa yang mendengar pertanyaan Anin, membulatkan kedua bola matanya
"Sayang, siapa yang bilang seperti itu?" tanya Sherina
"Astaghfirullah, kalian masih kecil. Belum boleh seperti itu ya, belum waktunya." ucap Yumi
"Iya obu"
Al memijat pelipisnya, anak gadisnya kenapa harus paham arti pacaran. Di rumah ini memang menikah muda semua, tapi mereka paham arti dari pasangan saja saat mereka telah remaja.
"Anin tidak boleh bertanya seperti itu lagi ya, sebaiknya jauhi Leon" ucap Adikirana dengan lemah lembut, putri dari pasangan Flo dan Rio ini memang lebih dewasa di banding yang lainnya. Sifatnya menurun dari sang ibu
"Baik Rana, Anin tidak akan bertanya lagi seperti ini." Iren dan yang lainnya tersenyum
"Aby, tumben kamu tidak berceloteh hari ini? Kenapa? Sakit?" tanya Sri heran, pasalnya anak Al dan Sherina yang satu ini paling aktif. Namun tidak untuk hari ini, ia terlihat lebih pendiam.
"Tidak apa-apa oma, hanya sedang puasa berbicara." jawab Aby
"Hah?" serempak semua orang dewasa di sana menatap Aby
"Puasa berbicara?" tanya Za heran
"Seorang Aby, putra dari seorang Al dan Sherina puasa bicara?" ucap Kira mencebik
"Impossible, pasti ada sesuatu" ucap Sri tak percaya, lebih ke semua orang tidak percaya. Sungguh tak ada yang percaya, dengan apa yang mereka dengar dari bibir mungil Aby
"Memang apa masalahnya bila Aby tidak ingin berbicara?" tanya Aby seraya menyandarkan punggungnya, di sandaran kursi.
"Pasti ada yang mengganggu pikiranmu kan?" tanya Maya
"Paling patah hati" celetuk Dena, membuat wajah Aby langsung berubah
"Jadi benar?" tanya Sherina sang ibu tak percaya, Al semakin pusing di buatnya
"Kamu masih anak-anak sayang" tegur Kay
"Aby hanya menyukainya oma, tapi dia lebih suka berdekatan dengan Arjuna. Menyebalkan sekali"
"Jangan bilang kamu suka dengan Rika" tebak Amira, wajah Aby langsung memerah
"Apa yang kamu lihat dari anak nakal itu?" tanya Candra
"Jangan asal bicara, Rika tidak nakal." sela Aby kesal
"Kalau tidak naka, dia tidak akan merebut pensil milik Anin dan mendorong Kirana" ucap Haidar
"APA?"
"Kenapa kamu tidak bilang sayang?" tanya Sherina pada Anin
"Kamu dorong balik dia kan, sayang?" ucap Sri mengompori, Afwi menatap tajam sang istri.
"Hehehe... biar ga di bully beib, harus bisa melawan." ucap Sri terkekeh
"Tapi tidak seperti itu caranya, sayang" tegur Afwi
"Anin tidak bilang, kalena nanti juga di belikan lagi kan yang baru bunda." jawab Anin
"Tapi, itu perbuatan tidak baik sayang. Tetap harus di tegur, bila tak ada yang menegur. Dia akan terbiasa melakukan hal buruk seperti itu, mengambil yang bukan miliknya." ucap Sherina lembut, ANin mengangguk paham
"Kalau Kirana kenapa tidak bilang sayang?" tanya Yumi
"Untuk apa Rana bilang obu, nanti juga akan ada yang membalasnya. Bukankah kita tidak boleh membalas kejahatan orang obu?"
"Itu memang benar, tapi bila di biarkan. Nanti temanmu akan semakin semena-mena, pada yang lain." ucap Yumi menasihati
"Baiklah, nanti Kirana akan bilang pada bu guru bila Rika seperti itu lagi. Iya kan Anin?" Anin mengangguk setuju
"Apa kamu akan tetap menyukai temanmu yang bernama Rika itu?" tanya Za pada Aby
"Tidak, aku tidak akan menyukai wanita seperti itu. Cih, untung aku belum mengatakan suka padanya." jawab Aby
Yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya, kenapa anak-anak kecil ini sudah ribut masalah seperti ini?
Perkembangan jaman sekarang, benar-benar menakutkan
...****************...
Kuys, tetap semangat melewati hari. Dan semangat juga buat kasih vote, gift, komen dan like nyaπ₯°π₯°
Sepertinya besok, aku bakalan telat update. Baik yang Naina atau yang Zandra, karena sibuk pindah rumah say.
.........Happy Reading
all
πππ.........