Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Petunjuk



Ita masuk ke dalam kamar, matanya menelisik ke sekitar. Begitu juga yang lain, kamar Nurma sangat rapih. Dan di kamarnya juga tidak terlalu banyak barang, seperti anak gadis pada umumnya. Ia semakin maju ke dalam kamar, matanya seperti mencari sesuatu. Lalu, ia mengingat-ingat yang di ucapkan Nurma.


'Di kamarku ada buku diary kecil berwarna biru, ada di dalam salah satu buku mengenai anatomi tubuh. Di situ, kalian bisa tau siapa yang membuat aku jadi seperti ini.'


Ita melangkahkan kakinya ke arah meja belajar, ia mengangkat satu per satu buku yang bertumpuk di atas meja belajar.


"Apa yang kamu cari?" tanya Syahid


"Buku tentang Anatomi tubuh" jawab Ita, tanpa menatap Syahid karena fokus dengan buku-buku yang ada di atas meja.


Maya dan Kira medekati ranjang Nurma, di bagian atas kepala ranjang ada rak buku kecil yang terpasang di dinding.


"Apa kami boleh naik ke atas sini?" tanya Kira meminta ijin, Bumi mengangguk. Mereka berdua mengeluarkan satu per satu, buku yang ada di rak tersebut. Memang tidak besar, tapi ternyata isinya cukup banyak.


"Apa kami boleh membuka lemari?" tanya Agatha dan Lia, Bumi kembali menganggukkan kepalanya. Mereka berdua memeriksa isi lemari tersebut, mungkin di bawah baju atau di mana lah.


Baik Ita, Maya dan Kira tidak menenmukan buku yang di maksud, begitu juga dengan Lia dan Agatha. Mereka menghembuskan nafas pelan dan menggelengkan kepalanya, kenapa Nurma tidak detail memberitahukan Ita?


Namun saat Ita melihat ke atas lemari, ia menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas.


"Itu apa yang ada di atas lemari, sebuah kotak bukan?" tanya Ita


Pandangan semua orang langsung teralihkan ke atas sana.


"Sepertinya iya" Bumi melangkahkan kakinya mendekati lemari, tubuhnya yang tinggi memudahkan ia mengambil kotak tersebut. Kotak yang cukup besar, memungkinkan buku yang di maksud oleh Nurma dimasukkkan ke dalam kotak tersebut.


"Coba buka Bum" pinta Ita


Tanpa di suruh 2 kali, Bumi segera membukanya. Dan buku yang dimaksud Ita memang ada di sana, dan ada beberapa barang milik Nurma yang Bumi tau, juga ada di sana.


"Boleh aku mengambil buku ini?" tanya Ita, Bumi mengangguk. Ita segera mengambil buku tersebut, dan memang terasa ada buku kecil di dalamnya.


Ita segera membuka buku tersebut dan mengambil buku kecil tersebut. Karena sebelumnya Nurma sudah mengijinkan, Ita duduk di lantai dan membuka buku tersebut.


Lembar demi lembar ia membacanya, di awal-awal halaman tak ada yang aneh. Isinya tentang curhatan biasa, mengenai hari-hari yang di lalui Nurma. Kebahagiaannya ada di dalam keluarga ini, kebahagiaan saat ia bisa masuk ke kampus dengan jalur beasiswa. Di buku kecil itu juga tertulis, bila tidak malu mempunyai bapak yang berjualan seblak di depan kampusnya. Justru, ia sangat bangga pada bapaknya. Yang sudah sangat bekerja keras demi dia dan juga adik-adiknya, tanpa kenal lelah. Di buku itu, selalu tertulis mengenai beberapa hari yang ia lalui di kampus. Dan... di lembar berikutnya, barulah Ita mulai merasakan kecurigaan Nurma.


02 Oktober 2023


Akhir-akhir ini, aku selalu merasa sedang di awasi. Setiap kali berjalan pulang, aku selalu merasa ada yang mengikutiku. Semoga hanya perasaanku saja..


03 Oktober 2023


Aku masih merasakan hal yang sama, aku yakin kalau sedang di ikuti seseorang. Apa aku harus bilang sama bapak? Tapi, nanti aku malah ganggu bapak jualan.


05 Oktober 2023


Ternyata memang benar, pria itu yang beberapa hari ini mengawasi dan juga mengikuti ku. Ya Allah, bagaimana ini? Kenapa pria itu terus mengikutiku? Bukankah aku sudah menolaknya? Aku benar-benar risih dengan orang itu, ia pernah memintaku untuk menjadi simpanannya. Dengan di iming-imingi aku hidup mewah, aku minta apapun akan ia turuti. Tentu saja aku menolaknya mentah-mentah, dia pikir aku apaan?


Ita membulatkan kedua bola matanya, bagaimana bisa ada orang yang terus mengikuti Nurma. Padahal sudah jelas-jelas Nurma menolaknya, dia pikir semua wanita mau di jadikan bayi gula. Ita kembali membuka buku lembar selanjutnya...


06 Oktober 2023


AAAAAAAAAAA.... aku muak, aku akan mengatakannya sepulang kuliah. Bila aku benar-benar merasa terganggu, dengan apa yang ia lakukan padaku beberapa hari ini. Padahal dia ini salah satu aparat negara, apa dia tidak mempunyai pekerjaan? Kerjaannya hanya mengikutiku saja beberapa hari ini, dasar aneh!!!


07 Oktober 2023


Aku sudah mengatakannya kemarin, si bajingan Sanjaya itu benar-benar menjijikkan. Tatapannya seperti akan menelanjangiku, benar-benar muak aku lihat wajahnya. Bagaimana bisa, manusia yang otaknya kriminal seperti itu. Bisa di terima sebagai salah satu anggota kepolisian, pasti lewat jalur belakang.


Semoga ia benar-benar berhenti mengejar dan mengikutiku, sebenarnya aku takut. Firasataku tidak baik, tapi aku harus ke rumah Nadia untuk kerja kelompok.


Bila seandainya terjadi sesuatu padaku, bagi siapa saja yang membaca ini. Pelakunya pasti pria itu, SANJAYA. Dia seorang anggota polisi, dia yang selalu menguntit kemana aku pergi.


DEG


Ita menyudahi bacaannya, ia menutup buku tersebut. Air matanya mengalir bukan karena sedih, tapi saking merindingnya dengan apa yang di lakukan pria yang di maksud oleh Nurma.


"Sayang?" panggil Syahid


"Kita harus ke kantor polisi, seseorang bernama Sanjaya mengetahui sesuatu. Nurma sangat yakin, bila terjadi sesuatu padanya. Pasti ia adalah pelakunya, pria itu sudah menguntit Nurma beberapa hari ini." ucap Ita


Rahang Bumi mnegeras, kedua tangannya mengepal erat.


"Mau kemana kamu?" tanya Zef, seraya menangkap pergelangan tangan Bumi.


"Aku akan ke kantor polisi, akan aku seret dia." jawab Bumi dengan suara tertahan, karena saking emosinya.


"Kita tidak bisa sembarangan datang menemuinya, lalu menyeret dia. Yang ada kita hanya akan membuat masalah baru, kita tidak ada bukti." ucap Axel


"Bukankah tulisan kakakku sudah menjadi bukti?" ucap Bumi marah


"Hanya ini tidak akan menajdi jaminan, ini tidak bisa di jadikan bukti kuat." ucap Sahin


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Jenazah Nurma harus segera di temukan, bukankah sudah 7 hari tak ada kabar mengenainya." ucap Dena


"Entah kenapa, aku merasa dia masih hidup. Hanya saja, ia tengah kritis. Pria itu pasti tengah menyekapnya di suatu tempat, dan ia menggunakan kemampuannya untuk melepaskan roh dari tubuhnya. Dengan menggunakan kekuatan terakhirnya, ia sempat memegang pergelangan tanganku sebelum ia menghilang. Aku bisa merasakannya, ia masih hidup. Namun, waktu kita tidak banyak." ucap Ita


Semua orang terdiam dan menghalihkan perhatiannya pada Ita, mereka menatap Ita bingung. Apa, tadi Ita bilang menggunakan kemampuannya?


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...