Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Wisata Surabaya



Di part ini, aku ngajak jalan-jalan di Surabaya dan sedikit mengenai museum Surabaya-Gedung Siola. Aku juga nyarinya di Gulu-Gulu, yang gak Suka skip aja.


Refreshing sedikit, sebelum melawan kebatilan.


Anjaaayyyy... siririrwit🤣🤣


_____________________


"Tidak juga, saya hanya sangat suka untuk datang ke sini. Setiap libur kerja, bila di rumah tak ada kegiatan. Saya lebih memilih untuk datang ke sini, sehingga saya hapal dengan seluk beluk museum ini." jawab Sulastri, mereka pun mengangguk paham.


"Jadi tahun berapa gedung ini berdiri mbak?" tanya Ita


"Gedung ex. SIOLA yang menjadi letak museum ini dibangun pada tahun 1877 ,oleh seorang pemodal berkebangsaan Inggris bernama Robert Laidlaw sebagai toko serba ada. Gedung ini sendiri merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dulunya bernama Whiteaway Laidlaw. Tetapi, tahun 1943 dimana masa pendudukan Jepang di Indonesia, para wirausahawan berkebangsaan Jepang mengambil alih gedung dan fungsinya diganti menjadi toko tas. Fungsi ini berakhir ketika Jepang mengakhiri pendudukan di Indonesia setelah menyerah kepada pihak Sekutu. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia hingga tahun 1960, gedung mulai difungsikan kembali oleh para wirausahawan Indonesia sebagai pusat perbelanjaan. Pemerintah Kota Surabaya melakukan perombakan gedung dan menetapkannya sebagai museum pada tahun 2015. Koleksi museum berbentuk arsip pemerintahan Kota Surabaya pada masa lalu, furnitur kuno, piano, dan trofi. Kepemilikan Museum Surabaya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Surabaya." jawab Sulastri menjelaskan


"Di tahun 1960, 5 orang pengusaha lokal mengambil alih dan merenovasi gedung ini. Mereka menamai gedung ini dengan nama SIOLA yang merupakan singkatan dari nama masing-masing mereka yaitu SOEMITRO, ING WIBISONO, ONG, LIEM dan ANG. " lanjut Asti


Ita mengangguk terpesona, keren sih ini.





Mereka masuk dan berkeliling untuk melihat koleksi barang seni dan barang antik. Selain melihat peninggalan tersebut, mereka juga di ajak Sulastri ke TAMAN GANTUNG yang ada di GEDUNG SIOLA tersebut. Mereka cukup terkesima melihat semua ini, beberapa kali Kira, Maya dan Dena mengambil gambar. Mereka banyak melakuakn selfi, tak lupa diam-diam mereka menagmbil foto Ita yang tengah fokus melihat ke sekitar taman. Ita yang memang sangat susah bila di ajak selfi, sehingga mem buat mereka harus diam-diam mengambilnya.



Begitu juga twin prince, mereka sama sulitnya dengan Ita.


Terdengar suara adzan dzuhur, Sulastri mengajak mereka untuk shalat ke mesjid Muhammad Cheng Ho.



"MasyaAllah, ini keren banget sih. Aku kira ini kelenteng atau pagoda loh. Tempat ibadahnya umat Budha, kern keren banget ini." ucap Kira


Sulastri tersenyum, jangankan mereka, dirinya juga kagum dengan bangunan ini.


"Bangunan ini di bangun pada Oktober tahun 2001 dan selesai 1 tahun kemudian. Mesjid ini didedikasikan untuk menghormati tokoh dari tanah Tiongkok, Cheng Hoo yang pernah datang ke Nusantara pada awal abad ke-15 M. Surabaya pada masa itu menjadi salah satu kota yang didatangi Cheng Hoo, yang kemudian lebih dikenal sebagai Laksamana Cheng Hoo dengan ribuan armada lautnya. Karena kedatangan beliau bukan bertujuan untuk ekspansi atau penaklukan, melainkan membawa titah dari Kaisar Tiongkok (Zhu Di) untuk membawa misi politik dan ekonomi. Sehingga kedatangan Cheng Hoo, mendapatkan sambutan positif dari beberapa penguasa yang ada di Nusantara pada saat itu. Seperti ketika beliau singgah di Kesultanan Samudra Pasai, beliau diterima dengan tangan terbuka oleh Sultan Zainal Abidin Bahian Syah. Apalagi beliau juga merupakan pemeluk Islam yang taat." jelas Sulastri singkat, sebenarnya masih banyak lagi cerita mengenai Cheng Hoo.


Mereka semakin kagum dengan bangunan mesjid tersebut, mereka masuk dan shalat berjamaah.


"Kemana lagi kita?" tanya Maya


"Bagaimana kalau kita ke TAMAN HIBURAN RAKYAT? Taman ini menjadi ikon Surabaya karena sejarahnya yang cukup menarik dan taman ini juga biasanya digunakan untum pertunjukan kesenian daerah." jawab Sulastri


"LET'S GOOOOO" teriak Dena dan Kira


"Nah ini dia, ayo masuk." Sulastri mengajak mereka



"Taman ini ada sejak tahun 1961, taman ini sempat terlupakan pada awal tahun 1990." jelas Sulsatri


"Kenapa?" tanya Kira


"Entahlah, tetapi belakangan ini THR ramai kembali dengan berbagai pertunjukan kesenian tradisional. Di taman ini juga, tempat berekspresi para seniman di Surabaya. Para seniman di Surabaya juga bisa menunjukkan bakat-bakat seninya, biasanya pertunjukan kesenian tradisional kerap ditampilkan seperti ludruk, wayang orang dan ketoprak. Di sini jugalah, terlahir nya para seniman berbakat. Tempat ini menjadi tempat grup kesenian Srimulat terbentuk."


"Srimulat? Srimulat itu yang ada Gogon nya itu kan? Sama Tesi yang cincinnya itu loh, guede-guede.." tanya Dena seraya memerankan dirinya sebagai Gogon, mereka pun tertawa renyah.


"Benar nona muda" jawab Asti tertawa


"Asmuni juga kan, yang menggunakan kumis kecilnya kaya aktor Charlie Chaplin. Tapi beliau menggunakan blangkon." lanjut Asti



Mereka mengangguk


"Lu ko bisa tau Den?" tanya Maya


"Dulu waktu masih kecil, mbah buyutku sering ngulang-ngulang nonton film Srimulat. Sampe bosan aku, kadang aku suka ikut peran ya itu mas Gogon itu." jawab Dena tertawa


"Kamu ini sebenarnya asli orang mana Den?" tanya Kira


"Aku juga ga tau, aku ga pernah banyak tanya. Karena hubungan ku dulu tidak sebaik sekarang kan dengan ayah." jawab Dena


"Ya udah yuk, kita kembali ke hotel aja. Opa dan ayah pasti sudah tiba sejak tadi." ucap Sahin


"Ayo mbak kita kembali ke hotel" ajak Ita, Sulastri mengiyakan.


.


.


Saat mereka tiba, di depan lobby sudah ada Rendra dan Afwa. Kira dan girang bukan main.


"Opaaaaa... ayaaaahhh..." teriak mereka berdua, mereka berlari dan memeluk Rendra juga Afwa


Ita, Dena, Sahin dan Syahid hanya menggelengkan kepala mereka. Sulastri ijin pamit untuk kembali ke belakang, Syahid menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana jalan-jalannya? Menyenangkan?" tanya Rendra


"Saaaaangat, kita banyak belajar dari mbak Asti. Ternyata ia pintar, banyak mengetahui sejarah tempat wisata di kota ini." jawab Kira semangat


"Mbak Asti?" tanya Rendra


"Dia salah satu guest room service di hotel ini." jawab Sahin, Rendra dan Afwa mengangguk


Mereka berjalan ke dalam hotel, Romi mengantar mereka ke Suite Room yang ada di hotel tersebut. Dengan celotehan Maya dan Kira, yang sahut bersahutan.


"Tapi opa, ada rekan mbak Asti yang iuuuhhh banget." ucap Maya, Romi mengehmbuskan nafasnya dengan kasar. Ia tau siapa yang dimaksud oleh nona mudanya.


Rendra dan Afwa mengerutkan dahinya, mereka jadi penasaran.


"Maksudnya?" tanya Afwa


"Dia bilang namanya Gayatri, dari auranya. Sangat terasa, bila ia memasang susuk di tubuhnya." jawab Syahid


DEG


Romi terkejut, ia memang tau bagaimana liarnya Gayatri. Tapi, ia tidak tau bila wanita itu menggunakan susuk.


"Apa kamu tau sesuatu Rom?" tanya Afwa yang merasakan keterkejutan dan mendengarkan isi hati Romi.


Ceklek


Romi membukakan pintu ruangan kamar Rendra dan Afwa, mereka masuk ke dalam. Kini para pria pun duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, sedangkan keempat gadis sudah terlelap di atas ranjang besar tersebut.


"Sebelumnya maaf tuan, saya tidak bisa memecat pegawai bernama Gayatri sebelumnya, Karena ia merupakan orang bawaan pak Raka." ucap Romi memulai pembicaraan


"Raka yang berani menampar cucuku tadi pagi?" tanya Rendra kembali marah


"Iya tuan besar, saya... ah, mungkin semua orang di sini sudah tau. Bila Gayatri juga menawarkan dirinya untuk para tamu yang terlihat berduit, namun bukan di hotel ini. Ia akan mengajaknya ke hotel lain, untuk melancarkan aksinya. Jujur, kami sangat risih dengan kelakuan Raka, Renata dan juga Gayatri ini." jawab Romi


...****************...


Semoga jalan-jalannya menyenangkan


...Happy Reading All 💞💞💞...