
"Assaalmu'alaikum" salam teman-teman Syahid dan yang lain.
"Wa'alaikum salam" jawab mereka berenam serentak
"Kalian udah datang, ayo duduk." ucap Ita tersenyum
Syahid sengaja meminta pada pegawai bunda Kay, untuk menggabungkan meja. Agar mereka semua bisa bermusyawarah dengan mudah, mereka juga sengaja mengambil tempat di rooftop. Agar lebih leluasa dalam tukar pikiran dan di dukung dengan suasana yang terbuka.
Setiap kelas hanya terisi 24 siswa, jadi tidak terlalu banyak.
"Gimana? Udah datang semua?" tanya Dena
Yang lain langsung melihat kiri kanannya , untuk mengecek siapa yang belum datang.
"Kayanya Lia belum datang deh." jawab salah seorang siswi, anggap aja si A
"O iya bener, perasaan udah 3 hari loh kita ga liat dia di kelas." jawab B
"Bener juga. Dir, lu kan yang deket sama dia. Kemana dia? Ko kita ga ada kabar tentangnya, kalo sakit kan bisa kita tengok." ucap ketua kelas
Dira yang tadi sedang melihat ke arah jalan, langsung mengalihkan pandangannya pada teman sekelasnya. Terlihat sekali bila ia sangat bingung untuk menjawab, dan hal itu terdengar oleh Syahid dan Sahin.
"Ya sudah nanti saja kita bahas masalah dia, sekarang kita bahas dulu masalah untuk minggu depan." ucap Syahid, mereka semua mengiyakan ucapan Syahid.
"Jadi gimana? Kelas kita akan mengadakan apa? Saran dari Dena adalah membuat Rumah Hantu, apa ada saran lainnya? Sampaikan saja apa yang ada di pikiran kalian, aku akan menampung semuanya. Setelahnya baru kita adakan pengambilan suara terbanyak." tanya Ita
"Saran gue, kalo kelas kita adain kafe-kafean gitu gimana? Tapi makanannya ga terlalu wah, biar terjangkau sama semuanya. Ga usah yang terlalu susah, biar yang cewek-cewek bisa gantian buat di dapurnya." saran D
"Ide bagus tuh..." ucap E
"Contoh makanannya kaya gimana?" tanya A
"Yang asinnya kaya Kebab, Martabak telor, Corn dog, Rice bowl. Terus yang manisnya kaya roti bakar, salad buah, slice cake. Minumannya juga yang gampang aja lah, yang tinggal tuang. Kaya jus, pake buav*ta atau c*untry ch*ice apa ajalah, yang tinggal tambah es aja kita." jawab D, yang lain mengangguk
"NOT BAD" ucap mereka serempak
"Boleh juga, aku tampung ya. Ada lagi?" ucap Ita, seraya kembali bertanya. Ia menuliskan saran dari Dena dan juga si D itu, di buku catatan miliknya.
Namun, karena kedatangan beberapa pelayan yang membawakan makanan dan minuman yang sudah di pesan oleh Ita. Mereka berhenti sebentar, sampai semuanya sudah tertata rapi di atas meja.
"Mmm... gimana kalo kita juga galang dana sekalian?" tanya B, setelah pelayan pergi
"Maksudnya gimana tuh?" tanya Kira
"Kita semua di rumah pasti punya dong barang yang udah ga kepake, tapi masih sangat layak untuk di pakai. Kita kumpulin, dan kita jual dengan harga wajar. Terus, uang yang udah kekumpul, bisa kita berikan pada beberapa panti yang memang membutuhkan." jawab B
Ita sangat antusias mendengar hal tersebut, ia menegakkan tubuhnya dan tersenyum.
"Boleh banget tuh, aku setuju." ucapnya, Syahid mengusap kepala Ita. Sontak saja langsung mendapatkan sorakan dari teman-teman
nya
"Wuuuuu..... panas panas" A
"Aerrrr.... Aeeerrr" teriak B
Mereka pun tertawa, Ita yang dapet perlakuan manis. Tapi para murid cewe lain yang meng Salting. π€£π€£
"Gimana yang lain? Apa ada saran lain?" tanya Syahid, mengembalikan ke pembahasan awal.
"Kita mah ngikut aja dah, pokonya apa pun keputusannya. Kita semua kudu turun, jangan mau enaknya aja." jawab E dan di angguki yang lainnya.
"Ok, karena di sini ada 2 saran. Rumah hantu dan kafe galang dana, kita bakal lakuin voting oke." ucap Ita, Dena mengangkat tangan.
"Kalo gue lebih setuju kafe galang dana sih teh, itu lebih bermanfaat." ucap Dena
"SETUJU" ucap semua orang
"Jadi, mulai besok kita kumpulin barang-barang yang ga kepake ya. Inget, yang masih bagus dan layak pake." ucap Ita, yang langsung di angguki teman sekelasnya.
"Di kumpulin di siapa nih?" tanya C
"Bawa aja ke sekolah, kita simpen di kelas. Tata aja di pojokan yang rapih.." jawab Maya
"Apa ga ganggu nanti pas kita masuk ke kelas?" tanya B
Mereka terdiam sebentar, tengah berpikir apa yang harus di lakukan.
"Sekalian kita mulai buat konsep kafe aja, kita cicil barang apa aja yang kita butuhin buat di tata di kelas. Konsepnya mau kaya gimana? Kita juga mesti pembagian tugas nih." ucap L
"Iya, ada bagian dapur, waiters, kasir kan?" tanya J
"Gue rasa, kalo buat bagian waiters kudu yang punya wajah yang menjual cuy." saran A
Semua orang langsung menatap twin prince, twin princess, Ita dan Dena.
"Gimana?" tanya Ita menahan senyumnya
Syahid dan Sahin mengerutkan dahinya, kenapa harus kita?
"Karena mereka merasa kalian yang paling menjual, di antara kita semua." ucap Maya, yang paham isi pikiran saudaranya
"Gue mau" ucap Kira semangat, kayanya seru deh.
Ita menatap wajah Syahid dengan penuh harap, melihat wajah sang kekasih yang imut. Akhirnya Syahid mengangguk setuju, tentu saja Sahin juga harus setuju.
"SIIIIIIPPPPP" ucap teman sekelas
"Jadi waiters twin prince, twin princess, aku ma Dena ya. Masih kurang 2 orang lagi nih, soalnya pasti kita bagi 2 shift." ucap Ita
"Si A sama K aja" celetuk B, yang di sebutkan saling tatap dan mengangguk
"Kasir? 2 orang juga." tanya Ita
"ketua kelas sama bendahara" ucap J
"Setuju" jawab mereka
"Jadi sisanya di dapur ya, alat makannya kita pakai yang sekali buang apa gimana? Kali aja ada yang mau makan di tempat." tanya Dena
"Biar ga nyampah, mending yang di cuci aja woy. Berarti ada yang bagian cuci piring." jawab E
"Gampang lah, pokonya kita bisa bagi tugas. Harus mau dan ga ada penolakan, jangan yang lain cape, tapi ntar ada yang pengen enaknya doang." jawab ketua kelas
"OKE"
"Menunya apa aja nih?" tanya Ita
"Kaya yang di sebutin sama si D aja" jawab sekertaris kelas
"Berarti yang masalah rice bowl sama slice cake itu harus udah bikin dari rumah, siapa yang buat?" tanya Ita
Mereka semua serempak menatap Dena.
"Kenapa?" tanya Dena bingung
"Kita minta tolong sama nyokap lo aja Den, kue buatan beliau kan enak." jawab A
"Iya bener, lu kan dulu pernah bawain buat twin princess dan twin prince. Bikin aja beberapa loyang, aneka rasa." sambung D
Dena terdiam, karena masalah keluarganya tidak ada yang tau selain keluarga Zandra. Ita langsung menyela obrolan mereka dan mengajukan dirinya, kebetulan ia memang suka memasak. Dan tambah lagi ada oma Yumi dan bunda Kay, yang bisa di mintai bantuan.
"Biar aku aja, nanti aku bikin Red velvet, black forest, green tea, coklat, strawberry sama lemon. Nanti aku juga bikin strawberry shortcake sama japanese cheesecake, masing-masing satu 2 loyang cukup kan?" ucap Ita
"Wuhuuuuu... " sorak teman-teman sekelasnya, mereka tau bagaimana enaknya masakan Ita. Hanya saja tadi tak berani meminta pada Ita, karena takut pada Syahid.
Mereka memukul meja dan bersorak.
"Cukup banget teh, berarti nanti kita juga siapin showcase ya. Biar cake nya tetep dingin, Aseeeeekkk" ucap bendahara, merek semua menjadi lebih nyaman memanggil Ita dengan sebutan teh karena sering mendengar double twin memanggilnya seperti itu.
"Gampang itu, di rumah gue ada. Masalah Rice bowl? Jangan teh Ita semua dong, takut keteteran nantinya. " ucap K
"Ya udah biarin gue aja, nanti gue minta tolong sama mama di catering nya." jawab sekertaris, mamanya memang mempunyai usaha Catering. Jadi kalo hanya untuk menu Rice bowl, bisa di aturlah.
Akhirnya mereka pun selesai membahas dan melanjutkan dengan perbincangan ringan, sembari sesekali bercanda dan juga makan hidangan yang ada.
Double twin juga, tidak sekaku dulu sekarang.
...****************...
...Happy Reading allπππ...