Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Perombakan Struktur Hotel



"Kenapa rumah itu di sebut RUMAH HANTU DARMO mbak?" tanya Ita


" Menurut cerita dari orang-orang sekitar, konon rumah mewah sangat luas itu dihuni oleh satu keluarga. Keluarga itu diduga melakukan pesugihan. Suatu ketika, seluruh anggota keluarga itu meninggal, dan penyebab kematian mereka terasa ganjil." jawab Asti


"Suatu hari keluarga tersebut berhenti memberikan tumbal berupa nyawa manusia dan menggantinya dengan nyawa binatang. Keputusan itu ternyata berujung petaka bagi keluarga kaya raya itu." lanjut Romi


"Ada satu hari, dimana saat keluarga itu melakukan perjalanan dengan kapal laut, mereka mengalami kecelakaan. Kapal yang mereka tumpangi tenggelam secara misterius. Bahkan kabarnya, kapal tersebut belum ditemukan sampai sekarang. Kabar mereka menaiki kapal, ada yang bilang bila mereka berlibur dan ada juga yang bilang bila mereka berniat melarikan diri karena masalah tumbal yang mereka tukar tersebut. Sementara itu, ada dua orang anggota keluarga yang tidak ikut serta dalam perjalanan laut itu. Keduanya sempat tinggal beberapa waktu di rumah mewah tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia." ucap Asti lagi


"Tetapi, ternyata dua orang yang di tinggal di rumah tersebut adalah seorang nenek yang bekerja di rumah mewah tersebut dan juga seorang bayi perempuan. Bila menurut cerita, bayi tersebut tidaklah tewas. Konon, saat bayi itu sudah tumbuh dewasa, ia dikabarkan rutin datang ke rumah tersebut setiap malam Jumat Kliwon. Perempuan itu tidak pernah turun dari mobilnya. Ia hanya meminta petugas keamanan menabur bunga di kawasan rumah mewah tersebut. Beberapa orang meyakini bahwa perempuan itu merupakan sang pewaris rumah." lanjutnya


"Innalillahi wa inna illaihi raji'un" ucap mereka serentak


"Apa setelah kejadian itu, rumah tersebut benar-benar tak ada yang menempatinya lagi?" tanya Kira


"Rumah mewah itu sempat disewa oleh sebuah keluarga. Suatu hari, sekelompok penjahat merampok dan membunuh seluruh anggota keluarga itu dengan sadis. Pembunuhan itu disebut-sebut sebagai sebuah kutukan bagi siapapun yang mendiami Rumah Hantu Darmo, sehingga tak ada lagi yang mau menempati rumha tersebut." jawab Romi


"Pada tahun 1997, rumah mewah yang sangat luas dan tak ada penghuninya itu ludes terbakar. Hanya tersisa puing-puing sisa kebakaran." lanjut Asti



Adzan Ashar pun berkumandang, mereka menghentikan pembicaraan dan akan lanjut dengan shalat Ashar terlenih dahulu. Rendra dan Afwa akan tetap melanjutkan pertemuan yang sudah terjadwal, sedangkan Syahid, Sahin, Maya, Kira, Ita dan Dena akan membantu pak Sugeng bertemu dengan ke empat murid yang kembali pulang.


...----------------...


Di ballroom


Rendra dan Afwa memilih untuk ikut duduk lesehan dengan yang lainnya, Romi yang duduk di sebelah Afwa. Asti yang duduk di sebelah Romi, dan di sebelah Asti ada Gea.


Urutan duduk sesuai permintaan Rendra, sedangkan di samping Rendra tak ada yang mengisi. Gayatri yang melihat hal tersebut, mengepalkan kedua tangannya di atas paha. Penyakit hatinya, benar-benar menguasai dirinya.


Karena kejadian yang di mulai mimpi buruk Ita, Rendra dan Afwa lupa membicarakan pemecatan Gayatri.


"Ehem... Assalamu'alaikum, selamat sore, salam sejahtera bagi kita semua." salam Pembuka Rendra


"Wa'alaikum salam" jawab mereka


"Selamat sore"


Tentu saja hal tersebut menjadi berita luar biasa menggembirakan untuk para pegawai hotel, terutama untuk mereka yang menjadi seorang tulang punggung keluarganya. Gemuruh tepuk tangan dan juga sorakan penuh syukur memenuhi ballroom.


"Dan masalah keterlambatan kerja, sudah jelas tertulis di dalm buku peraturan. Bahwa bagi siapa saja yang terlambat kerja selama 3 hari berturut-turut, hanya akan mendapatkan punishment berupa SP dan tentunya premi hadir kalian akan hilang di hari tersebut. Ingat premi hadir di hari tersebut, bukan selama satu bulan full. Dan apabila keterlambatan atau ketidak hadiran masih terulang setelah mendapatkan SP 1 dan 2, maka perusahaan akan mengeluarkan kalian di SP 3." lanjut Afwa


"Dan pada kesempatan ini, saya, putra saya dan juga cucu saya telah berembug dan memutuskan akan merombak ulang struktur organisasi pada hotel ini. Untuk saat ini, saya menunjuk pak Romi untuk menjadi GM baru di hotel ini. Assistent manager, saya meminta nona Sulastri menjabatnya." ucap Rendra


Asti dan Romi yang sejak tadi menunduk menyimak, langsung menegakkan kepalanya karena terkejut. Bahkan mereka saling pandang damn kembali menatap Rendra dan Afwa.


"Saya percaya kalian bisa mengemban tugas yang saya berikan pada kalian, saya sangat berharap bila kalian bisa amanah dan bertanggung jawab tentunya dalam menduduki jabatan yang telah kami berikan." ucap Rendra


"Terimakasih tuan besar, terimakasih tuan muda. InsyaAllah kami akan amanah dengan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kami, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memajukan hotel ini." ucap Romi, mata Asti berkaca-kaca. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang sudah ia dapatkan hari ini, bermimpi pun ia tak berani.


"Bagian Accounting, saya minta nona Gea yang menempatinya." lanjut Afwa, seperti reaksi Romi dan Asti. Gea pun terkejut bukan main, bagaimana bisa dari resepsionis menjadi bagian accounting.


"Saya sudah melihat CV mu, saya yakin kamu bisa. Percayalah pada dirimu sendiri, dan sama seperti pesanku pada Romi dan Asti. Tolong amanah dan juga bertanggung jawab lah pada jabatanmu. Jangan kalian menjadi sombong dna juga semena-mena dengan apa yang sudah kalian dapatkan. Rangkul para bawahanmu, jangan pernah berbuat tidak adil pada mereka." ucap Rendra


"Siap tuan, terimakasih atas kepercayaannya pada saya." ucap Gea meneteskan air matanya.


"Untuk jabatan-jabatan lainnya, saya percayakan pada pak Romi untuk kembali merombak atau mengganti apabila memang menurut anda tidak sesuai." ucap Afwa


Semua orang kembali bertepuk tangan dan setuju dengan keputusan Rendra juga Afwa, tentu saja mereka juga tau bagaimana keseharian ketiga orang yang sudah di pilih oleh pemilik hotel.


Di antara semua orang yang tengah merasakan uforia, ada satu orang yang menahan kesal, marah dan benci bukan main. Siapa lagi kalo bukan Gayatri, ia mengeraskan gigi geraham dan semakin mengeratkan genggaman telapak tangannya. Sampai kukunya pun menancap pada telapak tangan miliknya, saking hatinya yang merasa iri dengki.


"Saya juga mendengar adanya Pekerjaan Haram yang di lakukan salah satu pegawai di sini, walau memang tidak di lakukan di hotel ini. Namun, hal tersebut tetap bisa mencoreng nama baik hotel ini. ...


...****************...


Nah loh...


......Happy Reading


all๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž