
"A apa? I itu ga benerkan Zef, lo ga mungkin tunangan sama bocah bar-bar kaya anak dia?" ucap wanita itu tergagap, karena saking terkejut menolak kenyataan yang di ucapkan Maya
Maya memutar malas bola matanya.
"Bocah bar-bar, enteng banget ngemengnya. Mendingan guelah, daripada tante gadis bukan perawan. Dih, masih aja ngejar-ngejar calon orang. Malu dong tan!" jawab Maya, wanita itu.. tidak terima dengan ucapan Maya. Langsung mengangkat tangan dan hendak menamparnya, namun belum juga sampe pipi Maya. Tangannya terhenti, karena di tahan oleh Zefran.
Terlihat jelas wajah Zefran memerah karena menahan amarah, sudah bukan karena malu karena di sebut tunangan.
"BERANI KAMU MENYENTUH TUNANGANKU, SEHELAI RAMBUT SAJA. MAKA AKU AKAN MENGHABISI MU SAAT ITU JUGA!!" ucap Zefran dengan penuh penekanan, lalu ia menghempaskan tangan wanita itu secara kasar. Sampai terdengar ringisan dari bibirnya yang penuh akan gincu, berwarna merah.
"Ja jadi bener, di dia tunangan kamu Zef?" Wanita itu semakin berang
"Gue ga terima di perlakukan kaya gini, gue bakal bikin perhitungan Zef. Gue akan minta papa, buat bikin bangkrut restoran milik kamu." ucap wanita itu dengan penuh percaya diri
"Cih, Sultan dari mana bapaknya tante? Bangsawan darimana hah? Sampe berani ngancam tunangan gue." ucap Maya, ia tak suka bila lawannya udah bawa-bawa orang tua. Dih, aduan. Dasar anak bapak ma emak lo, ya iyalah. Masa iya anak lu May...
"Lo ga tau gue kan?" tanya wanita itu dengan wajah sombongnya
"Ga tau dan ga mau tau sih sebenernya, tapi gue butuh nama keluarga lo." jawab Maya, wanita itu belum paham dengan maksud ucapan Maya.
"Kenalin, gue Raisa Rubyanto Atmadja. Putri dari seorang pemilik perusahaan batu bara, orang terkaya ke 15 dari 50 pengusaha kaya." ucapnya, membuat Maya tersenyum remeh
"Lo takutkan?" tanya Raisa dengan pongahnya.
'Yaelah, baru juga ke 15. Udah shombongnya sampe ke langit ke 7.' ucap Maya dalam hati
"Ya udah sono, bilangin sono ma bapak lo yang kaya itu. Gue tungguin, mau dimana? Di lapang, kolong jembatan, sawah, ladang? Sok buru, mau dimana." tantang Maya
"Cih, jangan sombong kamu. Tunggu saja!!!" Raisa mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang ayah.
"Halo daddy..." ucap Raisa dengan nada suara di buat manja dan tertindas
'Iuuuuhhhh, daddy dong. Kenapa ga adudu aja sekalian, nanti biar gue yang jadi bo boi boy nya. Cih' ucap Maya berbisik, namun terdengar oleh Zefran yang ada di belakangnya. Demi neneknya Tapasya, ia ingin sekali tertawa saat ini.
'....'
"Daddy, aku di tindas dan di bully di restoran xxx. Pokonya aku ga mau tau, bikin restoran ini bangkrut sekarang juga."
'....'
"Makasih daddy, Ica sayang banget sama daddy. Muahh!!" panggilan pun selesai
Hueekkk... Maya semakin merinding mendengarnya, dia juga manja ma emak babe nya. Tapi ga gitu juga kaleee..
"Nikmati masa kehancuranmu Zef, tapi... kalo kamu memohon dan meminta aku buat jadi kekasihmu. Aku akan meminta daddy buat batalin permintaan aku tadi, gimana?" tawar Raisa sembari mengangkat salah satu ujung bibirnya
"Masa? Affah iya, tan? Sekarang udah boleh giliran gue dong yang talipun ampun semapun, gue juga punya ko daddy kaya tante." tanya Maya
"Cih, punya apa lo?" ejek Raisa
"Gak punya apa-apa sih, cuma punya cinta buat babang Zefran. Ya bang ya!!" jawab Maya, Zefran hanya mengangguk saja.
Kini giliran Maya yang menghubungi sang opa, tidak pada Afwa sang ayah.
"Assalamu'alaikum opa"
'Wa'alaikum salam sayang, ada apa hmm? Tumben hubungi opa.'
"Opa, apa opa kenal dengan keluarga Atmadja? Putrinya bilang, kalo dia orang terkaya ke 15." tanya Maya, ia melirik tengil pada Raisa
'Tau dong, opa sudah bekerja sama dengannya selama 2 tahun terakhir ini. Dan opa juga hendak membicarakan mengenai, opa yang akan menyuntikan dana untuk pembukaan cabangnya di Papua. Kita mau tanda tangan kontrak sore nanti, Kenapa memang sayang?'
"Kalau Maya minta batalkan kerja sama itu gimana opa?" Rendra mengerutkan dahinya, di sebrang sana.
'Alasannya?'
"Putrinya sekarang sedang berdiri angkuh di depan Maya, ia memaksa kak Zef untuk menerimanya menjadi kekasih. Karena kak Zef menolak, wanita ini menghubungi papanya barusan dan meminta papanya untuk MEM BANG KRUT KAN restoran kak Zefran, opa!!" jawab Maya
'APA?! Enak saja, mau ambil calon cucu mantu opa. Baiklah, kamu jangan khawatir. Opa akan menghubungi Atmadja dan membatalkan rencana kerjasama ini.' ucap Rendra emosi, panggilan tersebut pun selesai
Rendra yang tak terima dengan aduan Maya sang cucu, tak terima dan langsung menghubungi ayah dari Raisa.
"Enak saja, main ancam-ancam cucu menantuku. Baru punya kekuasaan seperti itu saja, sudah berani menggertak cucu menantuku."
'Halo tuan...'
'A apa? Ba bagaimana mungkin? Apa yang terjadi tuan? Bukankah kita sudah setuju, bila sore ini akan tanda tangan kontrak.'
"Tanyakan saja pada putrimu itu, berani sekali dia berurusan dengan cucuku dan menyuruhmu membangkrutkan usaha calon cucu mantuku. Punya nyali sebesar apa kamu hah?!"
'Tu tuan, saya tidak tau bila restoran yang di maksud adalah milik dari calon cucu mantumu. Aku...'
"Kamu, baru di kasih kekuasaan seperti itu saja sudah berani menindas orang lain. Ingat bung, masih ada langit di atas langit. Jangan sombong dengan kekayaan yang kamu miliki, karena itu semua hanyalah titipan. Bila Allah sudah berkehendak, maka Allah juga akan mencabut semua kenikmatan yang kamu miliki. Memanjakan anak boleh saja, tapi jangan sampai merugikan orang lain." potong Rendra lagi
"Aku tidak mau tau, aku membatalkan rencana kerja sama kita. Untung belum tanda tangan kontrak." Rendra langsung memutuskan sambungan telepon tersebut
"Pantas saja aku merasa berat setiap kali ingin menandatangani kontrak ini, ternyata ini jawabannya." ucap Rendra
.
.
"Si*l si*l si*l... AAARRRGGGHHHTT" teriak Atmadja kesal, ia langsung menghubungi Raisa
.
"Halo dad, bagaimana? Apa daddy sudah mengirimkan orang daddy untuk membangkrutkan restoran ini?" tanya Raisa semangat, ia juga menatap remeh Maya
'DASAR ANAK TIDAK TAU DI UNTUNG KAMU HAH?!' bentak sang daddy
"Da daddy, ke kenapa..."
'APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN PADA PEWARIS KELUARGA ZANDRA, RAISAAAA' bentaknya lagi
"A aku ti... dak..." Maya tersenyum dan melambaikan tangan, saat Raisa menatap dirinya.
"Tidak mungkin..." gumam Raisa pelan
'GARA-GARA KAMU MEMBUAT ULAH, KINI DADDY HARUS KEHILANGAN KONTRAK MILYARAN' bentak sang daddy lagi, Raisa menggelengkan kepalanya.
'Tidak mungkin.... itu tidak mungkin, bagaimana bisa gadis ini adalah pewaris Zandra.' ucapnya dalam hati
BRUGH
Raisa pun jatuh terduduk di lantai, ia benar-benar shock dengan fakta yang baru saja ia dengar.
"Gimana kejutannya? Suka nggak? Baik-baik ya, perbaiki sifat mu yang sering merendahkan dan juga egois itu." ucap Maya mengibaskan rambut panjangnya, lalu menarik Zefran pergi dari sana
FLASHBACK OFF
Mereka berdua, Axel maupun Zefran memiliki kelebihan mereka masing-masing. Yang bisa membuat anggota keluarga Zandra menyukai dan semakin terbuka untuk menerima mereka, apalagi mereka berdua juga sangat sabar saat menghadapi kembara kembar 10.
.
.
"Cape banget ya kak?" tanya Kira, Axel tersenyum dan menggeleng.
"Namanya juga kerja, kakak menikmati pekerjaan ini kok." jawab Axel, Kira pun tersenyum
"Gimana sekolah?" tanya Zefran
"Gimana, gimana maksudnya? ya gak gimana-gimana, ya gitu weh sekolah mah. Belajar, masa iya di ajak ajep-ajep." celetuk Maya
"Abang juga tau yang, bukannya penerimaan murid baru. Pasti banyaklah, murid laki-laki yang suka sama kamu hmm?" Maya memutar malas bola matanya
...****************...
Gimana? Gimana?
Pasti kesel dong...
ππ
...Happy Reading allπππ
...