
"AYO" ucap Al
Mereka melangkahkan kakinya, mendekati ruangan yang mereka tebak adalah dimana tempat kedua siswi yang dimaksud tengah terkurung.
"Hiks hiks... ampun nek, ampun. Kami mau pulang nek, lepaskan kami." terdengar suara tangisan memohon dari kamar tersebut
"Saya mau pulang nek, maafkan kami yang sudah mengganggu ketenangan nenek. hiks" terdengar lagi suara yang lain
BRUAK
"KYAAAAAA" teriakan pun terdengar di ruangan tersebut, setelah terdengar suara debuman sebuah benda yang di banting.
Al, Ar dan Za segera melangkah mendekat. Namun, seperti biasa langkahnya di hadang oleh sekumpulan yang ikut menjadi penunggu di rumah tersebut.
'Apa yang akan kalian lakukan?' tanya salah satu penunggu yang berwujud kuntilini
"Menurutmu, apa yang akan kami lakukan bila ada makhluk lain tak sejenis dengan kalian di sini?" tanya Ar balik
'Sebaiknya kalian segera pergi dari rumah ini, sebelum nenek penunggu rumah ini menyadari keberadaan kalian.' jawab sosok berwujud gendruwo
Mereka di sini hanya ingin menempati, bukan untuk mengganggu manusia. Apalagi mereka juga bisa merasakan, bila lawan mereka bukan manusia biasa.
"Memang apa yang akan di lakukan?" tanya Za
'Ia akan menghabisi kalian, 2 gadis di dalam pun sudah di siksa sejak siang tadi. Entah bagaimana caranya, dia bisa melukai kedua gadis itu. Hanya saja yang aku dengar, bila dia akan menjadikan 2 gadis itu budaknya.' jawab si kuntilini
"Kami ingin membawa kedua gadis itu, banyak yang mencarinya." ucap Al
'Kami tidak akan ikut campur, namun bila kami ikut melawan kalian. Jangan salahkan kami, itu semua bukan kemauan kami. Karena sejak kami masuk ke rumah ini, saat itu juga kami menjadi budaknya. Walau kami menolak, tapi tubuh kami tak bisa melawannya.' ucap genderuwo
Al, Ar dan Za mengangguk paham. Kedua makhluk itu pun pergi menghilang, meninggalkan mereka bertiga.
BRAK
Belum Al, Ar dan Za melangkah, pintu itupun terbuka dengan kasar. Mereka bertiga bisa melihat ada dua gadis yang kini tengah terbaring lemah, namun masih sadarkan diri.
"Tolong" ucap Ambar lirih
Al, Ar dan Za langsung waspada, saat mereka merasakan ada sosok hitam keluar dari ruang tersebut.
'Hihihihi... kalian bernyali besar ternyata datang kemari, aku menyukainya. Kalian bisa menjadi santapanku selanjutnya, atau menemaniku untuk tinggal di rumah ini.' ucap sosok itu, sampai saat ini. Sosok itu masih dalam wujud kepulan asap, namun memiliki mata yang merah.
"Memangnya kalo kita menemani kamu di sini, apa yang akan kita lakukan? Main bekel atau main gundu?" tanya Za
Sosok itu langsung menatap tajam Za, terlihat sosok itu mengibas terarah pada Za. Namun dengan mudah Al, menangkis serangan tersebut.
'Hebat juga kamu.' ucap sosok itu menggeram
"Lepaskan mereka, sebelum kami melakukan hal yang bisa merugikan dirimu." ucap Al dengan suara datar
'Cih, memang apa yang bisa kalian lakukan untuk melawanku bocah tengik.?' tanya sosok itu menantang
"Lepaskan mereka" ucap Al lagi
'Apa yang aku dapatkan, bila aku melepaskan mereka? Apa kalian akan menggantikan posisi mereka?' tanya sosok itu
"Bila kamu melepaskan mereka, maka kamu akan tetap berada di tempat ini dan kami tidak akan membinasakan dirimu." jawab Ar
'Hahahahahaha' tawanya begitu menggelegar, para burung yang bertengger di atas rumah langsung bertebaran. Begitu juga dengan Romi dan pak Sugeng yang terkejut di luar
"Su-suara apa itu pak?" tanya Romi
"Entahlah, semoga mereka semua baik-baik saja di dalam sana." jawab pak Sugeng, Romi mengangguk setuju.
Kembali ke dalam
'Apa yang kalian punya, sehingga bisa membinasakan aku?' tanya makhluk itu
BRAK
Tanpa menjawab, Al mengibaskan tangannya ke salah satu kursi tua di ruang tersebut. Hingga kursi itu pun mental ke belakang dan hancur membentur tembok, sosok itu akhirnya memperlihatkan wujudnya. Ia tersenyum menyeringai, seolah senang karena akan mendapatkan mainan baru. Tanpa ia ketahui, justru dianyalah yang akan binasa oleh ketiga keturunan Zandra tersebut.
'Hihihihi... aku menyukainya, kekuatan kalian sangat harum. Itu bisa menjadi santapanku selanjutnya, setelah mereka.' Sosok yang berwujud seorang nenek, dengan menggunakan kebaya kuning lusuh dan juga sebuah jarik berwarna hitam.
Menegakkan tubuhnya dan terlihat melakukan peregangan, tubuh yang tadi terlihat bungkuk kini tidak lagi. Ia memutar leher kepalanya
KREKEK KREKEK
Terdengar ngilu suara itu, sosok itu kini menatap Al, Ar dan Za dengan tatapan tajam dan mulut yang mengeluarkan darah kental berwarna hitam pekat.
"Huek... menjijikkan." ucap Za
'Sebaiknya kalian jangan membuang waktu, jiwa kedua gadis itu lambat laun akan terhisap olehnya. Waktu kalian tidak banyak.' terdengar suara aa
Rambut roh nenek itu, terangkat ke atas. Saat ia menunjukkan giginya, terlihat berwarna coklat karena mungkin semasa hidupnya suka menyirih.
Al, Ar dan Za berdiri berjajar, mereka menutup mata mereka. Dari tubuh mereka, perlahan mengeluarkan cahaya putih, biru dan hijau. Tentu saja hal itu mengejutkan roh penasaran yang menjadi tumbal pemilik rumah. Ia tak menyangka bila ternyata, ketiga pria yang ia anggap bocah ini ternyata memiliki kekuatan yang sangat besar.
Ketiga pemuda itu membuka mata mereka, terlihat lensa mata mereka pun berubah. Karena saking terkejutnya, sosok itu tidak menyadari bila ia sudah di kelilingi oleh sebuah perisai yang berbentuk kubus. Al, Ar dan Za merentangkan kedua tangannya ke depan, perlahan mereka mengepalkan tangan mereka. Dan di saat yang sama pula, maka perisai yang mengurung sosok itu ikut mengecil sesuai dengan gerakan telapak tangan mereka bertiga.
'TIDAK TIDAK... APA YANG KALIAN LAKUKAN? LEPASKAN AKU BR*NGSEK!!' teriak roh tersebut
"Kami sudah memperingatimu sejak awal, lepaskan kedua gadis itu baik-baik. Maka keberadaanmu di rumah ini pun akan tetap ada." ucap Al dengan menatapnya datar
'LEPASKAN AKU!! AKU HANYA INGIN MEMBALASKAN DENDAMKU PADA MEREKA YANG MENJADIKAN AKU TUMBAL!!' teriaknya lagi
"Lalu apa urusannya dengan kedua gadis itu?" tanya Ar
'Aku ingin mereka menggantikan aku di rumah ini, dan aku bisa pergi dari rumah ini untuk menghabisi mereka. Harus ada nyawa baru, di rumah ini yang menggantikan ku. ' ucapnya mulai melembut
"Mereka siapa yang kamu maksud? Bila yang kamu maksud adalah pemilik dari rumah ini, maka kamu tidak perlu cape-cape. Karena mereka telah mati di telan oleh air laut." ucap Za
'TIDAK, ITU TIDAK BENAR!! ITU TIDAK BOLEH TERJADI, AKU TIDAK TERIMA.' teriaknya lagi
'Ah.. anak itu, dia masih hidup. Keturunan terakhir dari rumah ini masih ada, aku ingin membalaskan dendamku padanya!' ucap roh itu lagi
"Saranku, sebaiknya hilangkan dendammu nek. Karena dendam yang kamu milikilah, yang membuatmu tertahan di sini." ucap Al
"Karena bagaimanapun cara mati seseorang, ia akan masuk ke alam kubur lalu di datangi malaikat. Dan menjalani siksa kubur atau mendapatkan nikmat kubur sembari menunggu dibangkitkan setelah hari kiamat." lanjutnya lagi
.
.
Ini dari apa yang aku baca ya guys, kalo salah monggo komen.
...Happy Reading all๐๐...