Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Salah Target



Hari pun berlalu berganti menjadi minggu, minggu pun berganti menjadi bulan. Tentunya mereka melewati euforia kelulusan masa-masa SMA, di tambah lagi teman-teman sekelas double twin yang ingin satu kampus. Alhamdulillah tercapai dengan jurusan mereka masing-masing.


Sesuai rencana, Ita mengambil program double degree. Sesuai dengan saran dari Syahid tunangannya, jurusan hukum dan jurusan kedokteran yang akan lanjut ke spesialis kejiwaan. Tujuan Ita mengambil kedua jurusan tersebut adalah karena selama ia masuk ke dalam keluarga Zandra, sudah baaanyak kasus, yang setiap kasusnya membutuhkan penanganan pihak hukum dan juga seorang psikiater. Termasuk dengan dirinya, yang berharap besar bisa mengendalikan diri dan menyikapi firasat yang ia terima di masa depan.


Rio, Ica, Ajeng, Dika, Bastian, Xelo, Lia dan Agatha pun lolos masuk universitas yang sama, dengan jurusan yang berbeda. Dena yang tadinya tidak mau kuliah, akhirnya meneruskan jenjang pendidikannya. Dena mengambil satu jurusan dengan Ita, yaitu kedokteran.


Kemana Dira, sahabat Lia? Dia harus berpindah kota, karena tugas sang ayah.


Dan sekarang adalah hari pertama mereka menjadi MABA. dan seperti saat di sekolah. Tentu saja double twin, Ita dan Dena menjadi pusat perhatian mahasiswa dan mahasiswi di kampus. Di belakang mereka, tentu ada ke delapan temannya saat di SMA. Mereka sudah biasa melihat tatapan memuja lawan jenis mereka, selama mereka tidak melewati batas. Maka double twin, tidak akan mengambil tindakan yang bisa merugikan mereka.


Kini mereka semua berkumpul di lapangan, untuk mendengarkan arahan dari rektor, dekan dan juga pembimbing jurusan mereka, tak lupa dengan senior di setiap jurusan.


Begitu sampai di lapangan, mereka ber tiga belas berpencar ke tempat mereka, sesuai dengan jurusan mereka masing-masing.


Setelah selesai, mereka bubar dan mengikuti kelompok mereka masing-masing. Seperti halnya di banyak novel, pasti akan ada senior yang merasa dirinya paling ber ber ber. Paham kan maksudnya? Pahamlah


Ada satu kelompok, yang berisikan 6 anggota. 2 laki-laki dan 4 perempuan, mereka di kenal sebagai orang-orang yang berkuasa dan paling tajir. Orang tua mereka merupakan donatur di universitas ini dan juga anak dari dekan. Tapi, Itu sebelum double twin masuk sebagai pelajar di kampus.


Enam orang yang memiliki sifat arrogant dan juga sombong, banyak yang menghindari mereka. Tidak mau berurusan dengan mereka, karena akan mengancam di DO dari kampus.


Double twin merupakan penerus dari pemilik universitas, tentu saja menjadi target kelompok tersebut. Mereka ingin, bila double twin masuk ke dalam kelompok mereka.


"Hai, boleh kami bergabung di sini?" tanya Helena Prabowo, sang ketua. Anak dari salah satu petinggi kampus. Ke empat belas orang itu hanya diam, tidak mau menjawab.


Double twin dan teman-temannya, kini sedang duduk berkumpul di kantin. Maya dan Kira melirik dengan tidak suka, Ita dan Dena memilih menghiraukan ke enam orang itu. karena melihat reaksi double twin yang tidak suka, itu artinya ke enam orang itu tidaklah baik.


"Kenalkan aku Regatha Hartawan, anak salah satu donatur di kampus ini." ucap salah satu anggota, namun mereka masih diam tak ada yang mau menjawab.


Helena dan Regatha yang merasa tidak di anggap, mulai merasa kesal. Syahid dan Sahin melirik sedikit ke arah kedua tangan gadis itu, yang kini mengepalkan kedua tangannya.


Dengan tanpa permisi, Helena mendorong tubuh Ita sampai hampir jatuh, kalau seandainya Kira tidak menahan tubuhnya. Lalu wanita itu pun, duduk di sampung Syahid. Terlihat dengan jelas, Syahid yang memerah wajahnya karena menahan amarah.


'Cari mati' Rio


'Berani banget bangunin singa tidur' Bastian


'Ponsel-ponsel, kita abadikan kemarahan tuan muda Zandra.' Ajeng


Ke sembilan teman orang itu bisik-bisik dan menggelengkan kepalanya, menyayangkan sikap wanita tersebut.


BRAK


"Eh copot copot" kaget Rio, sendok yang pegang pun terlempar entah kemana.


Syahid bangun dari duduknya dan menggebrak meja, mengejutkan semua pengunjung kantin. Semua orang yang makan di sana, terkejut bukan main. Karena saking kerasnya suara gebrakan itu, bahkan meja itu pun terbelah menjadi dua.


KYAAAA


Wanita yang tadi menggeser Ita berteriak, karena Syahid mencengkram pergelangan tangannya dan menarik wanita itu agar bangun. Syahid yang seolah gelap mata, mendorong wanita itu hampir terjengkang. Bila seandainya Damian, salah satu anggota kelompok itu tidak menahan tubuh Helena. Helena mengusap pergelangan tangannya yang sakit, sesekali ia meringis.


"BERANI SEKALI KAMU MENDORONG TUBUH TUNANGANKU, HAH?!" bentak Syahid, Ita langsung bangun dari duduknya. Ia pun segera melangkah mendekati sang kekasih hati, Ita segera menyentuh lengan Syahid dengan lembut.


"Sebentar saja" ucap Syahid pelan, Ita menghembuskan nafasnya pelan dan mengangkat tangan kanannya untuk mengusap punggung Syahid.


Ajeng yang merekam adegan tersebut, tentu saja terkejut bukan main. Di tambah pring yang berisi baso tahu miliknya, bergeser turun karena meja yang terbelah. Namun tangannya masih bertahan memegang ponsel, walau terlihat jelas gemetaran. Tenang, Ajeng tidak ada niatan untuk menyebarkan vidio itu pada khalayak masyarakat.


GLEK


Helena dan yang lainnya terdiam, tunangan? Kenapa tidak ada beritanya, bila penerus Zandra sudah bertunangan.


Syahid melepas pelukan tersebut, ia kembali berbalik menatap ke enam orang tersebut. Sahin, Kira dan Maya sudah menatap tajam mereka. Baru juga akan memulai kuliah, sudah ada lalat pengganggu.


"JANGAN PERNAH BERANI MENDEKATI KAMI, AKU TIDAK SUKA DENGAN ORANG-ORANG MUNAFIK SEPERTI KALIAN" ucap Syahid dengan penuh penekanan


"DAN KAMU, JANGAN PERNAH BERANI MENDEKATI TUNANGANKU. BILA MASIH MAU KULIAH DI SINI DENGAN TENANG, SAMPAI WISUDA." sambung Syahid, seraya menunjuk Damian. Syahid menoleh ke belakang dan menarik tangan Ita dengan lembut, lalu pergi meninggalkan kantin.


DEG


'Bagaimana bisa dia...' Sahin tersenyum tipis, ia pun mendengar niatnya yang ingin mendekati Ita.


"Jangan bangga dengan harta ayah kalian, karena kami bisa dengan mudah menghancurkan semuanya dalam sekejap." ucap Sahin, ia pun menarik tangan Dena dan berlalu pergi.


"Ish Ish Ish... jangan pernah bermimpi untuk menarik kami ke kelompokmu yang tidak jelas itu, karena kami takkan pernah mau ikut dengan kalian. Apalagi ada kamu nona, wanita bekasan yang di gilir banyak pria. Hiiii" ucap Kira, yang berbisik di dekat telinga Regatha. Namun, Dania dan Soraya yang ada di dekatnya bisa mendengar bisikan itu. Tentu saja, mereka langsung membulatkan kedua bola matanya. Bagaimana dia bisa tau?


"INGAT, BERHENTI MENGINTIMIDASI MAHASISWA/ MAHASISWI DI SINI. AGAR KALIAN JUGA TETAP AMAN KULIAH DI SINI." tekan Maya


Mereka pun pergi dan di ikuti teman lainnya, Ajeng menghentikan kegiatan merekamnya dan tersenyum smirk. Saat melihat, wajah-wajah pucat keenam orang tersebut.


"Berhenti merasa berkuasa, ingat DI ATAS NASI ADA TELOR DADAR" ucap Ajeng seraya menepuk pelan pundak Helena, sebelum ia pergi menyusul yang lain.


'Gila gila, kemarahan tuan muda Zandra menakutkan.'


'Meja saja sampai terbelah menjadi dua'


'Kalian tadi dengarkan, tuan muda mengatakan bila wanita itu tunangannya?'


'Ya, sangat jelas. Kenapa keluarga Zandra tidak mengumumkan hal tersebut?'


'Yang pasti ada alasan tertentu'


'Aku bersyukur, penerus dari pemilik kampus ini berkuliah di sini. Setidaknya kita bisa bernafas lega, karena kini mereka tidak berani mem bully bukan.' semua orang mengangguk setuju


Begitulah keramaian di kantin, saking malu dan juga kagetnya. Ke enam orang itu, pergi meninggalkan kantin.


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...


Kuys, tetap semangat melewati hari. Dan semangat juga buat kasih vote, gift, komen dan like nyaπŸ₯°πŸ₯°